Kematian Jungkook

474 51 37
                                        

Seseorang membuka pintu dan terkejut mendapati yoongi sudah berdiri di depan pintu.

"Kau mau apa?"

"Mau minta rokok, kehabisan lupa beli tadi" jawab nya.

"Kau mabuk? Saya tidak punya rokok"

"Ayolah taehyung ssi, berbagilah sedikit pada dongsaengmu ini" ucap yoongi dengan mencondongkan wajahnya pada taehyung.

"Kau minum berapa banyak hah?" Taehyung mencoba mendorong tubuh yoongi. Tapi yoongi semakin maju dengan terhuyung dan menyandarkan kepalanya pada bahu taehyung.

"Aku mau rokok~" racau yoongi. Taehyung yang masih terkejut dan tidak menyangka akan sikap yoongi, mendorong nya hingga jatuh ke lantai. Namun yoongi tidak bergeming, ia diam dan tertidur di lantai. Taehyung kesal dan membiarkannya.

Taehyung melepas sepatu dan Hoodie yang belum sempat dilepaskannya tadi. Lalu menuju kamar mandi untuk mencuci wajah. Di depan kaca, taehyung tersenyum puas.

Saat keluar dari kamar mandi, yoongi masih tidur di lantai. Taehyung semakin terlihat kesal. Tapi entah kenapa taehyung tidak bisa membiarkan yoongi tetap di lantai.

Taehyung membopong yoongi ke ranjangnya. Taehyung menatap wajah yoongi yang tertidur lelap. Taehyung menatap wajah yoongi mulai dari wajah, hidung dan bibir.

Matanya yang tajam dan sedikit licik, mirip dengan matanya. Lalu hidung dan garis wajahnya yang mirip dengan taekwoon. Taehyung sudah lama tahu, kalau yoongi adalah anak kandung daddynya. Fakta yang ditutupi oleh keluarganya, bahkan mungkin yoongi pun tidak tahu dan belum menyadarinya.

Yoongi berhak untuk masuk perusahaan, dan menjadi pewaris, karena ia juga adalah anak sah. Itu yang membuat taehyung membencinya. Bukan karena perbuatan harta, yang membuat taehyung marah. Tapi karena taekwoon telah membuat sakit hati mommy nya dengan masih mencintai yuju, eommanya yoongi.

Sampai sekarang taehyung tahu, betapa menyesal dan kehilangan daddynya atas kematian yuju. Taehyung beberapa kali memergoki sang daddy menatap foto eommanya yoongi dengan sedih. Dan itu membuat taehyung muak dan marah. Taehyung juga merasa sangat membenci pada sang daddy.

"Mungkin ada baiknya, eommamu mati saat itu. Meski daddy tahu siapa yang menabrak eomma mu, tapi dia tidak bisa berbuat apa apa" taehyung terkekeh sambil memandang wajah dongsaeng tirinya yang tertidur pulas.

Yoongi mengeliat, kepalanya masih terasa sedikit berat. Yoongi membuka mata perlahan, dan pandangannya menyapu pada langit kamar dan ruangan tempat ia berada. Yoongi merasa asing, mencoba mengingat apa yang terjadi semalam. Ia memijit keningnya.

Yoongi akhirnya mulai teringat kejadian semalam. Ia mengetuk pintu kamar taehyung hanya untuk memastikan bahwa sosok berpakaian hitam semalam adalah memang taehyung.

Nyatanya, ia memergoki taehyung masih memakai Hoodie dan sepatunya saat yoongi masuk ke kamarnya. Tapi setelah itu, yoongi tidak ingat apa apa. Mungkin karena ia terlalu banyak minum.

Jam di nakas sudah menunjukkan pukul 06.30. Itu artinya, ia akan terlambat masuk sekolah. Yoongi segera melompat dari ranjang, dan akan keluar dari kamar taehyung. Namun langkah nya terhenti, ia berbalik lalu menatap hyung nya itu.

"Taehyung ah, ireona. Kau masuk sekolah atau tidak? Jeong taehyung!" Yoongi memutuskan untuk membangunkannya. Yoongi menggoyang bahu taehyung agar cepat bangun. Taehyung menggerang dan menggeliat. Ia sempat terkejut saat membuka mata, di depannya ada yoongi.

"Kau mau apa?" Tanya taehyung sambil mengusap matanya. Yoongi hanya tersenyum simpul, dan meninggalkan taehyung yang masih heran dengan sikap dongsaengnya itu. Selama tinggal bersama, baru kali ini melihat yoongi tersenyum tulus seperti itu.

Two Brother ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang