Langit sepekat jelaga dengan awan hitam menggulung juga suara kilat menyambar menandakan hujan lebat akan segera turun.
Jwan baru saja pulang dari membeli makan malam 5 bungkus dan akan masuk ke dalam komplek saat dia melihat beberapa mobil datang dan beberapa orang berbadan kekar keluar dari mobil menuju rumahnya.
Perasaan Jwan langsung cemas. Dia berdiri pada dinding pagar untuk mengintip apa yang dilakukan oleh mereka.
Para pria itu yang datang itu menerobos masuk ke dalam markas Min-ho dan menghajar siapa saja yang berani melawan. Min-ho terlihat sedang bersantai bermain kartu ditodong dengan senjata api dan dihajar habis-habisan. Semua orang tidak ada yang bisa lolos dari mereka.
Jwan mengepalkan tangannya melihat semua itu. Dia ingin menolong hyungnya dan rekan rekannya, namun dia sadar, dia hanyalah seorang bocah kecil tak berdaya.
Setelah dirasa semua selesai dihabisi, orang orang itu kemudian pergi diiringi suara kilat yang menggelegar dan kemudian turun hujan dengan sangat deras. Mereka semua segera masuk ke dalam mobil dan melesat pergi.
Jwan segera berlari menerobos masuk ke dalam markas dan melihat anak buah Hyung nya tergeletak bersimbah darah. Dia mendekati Min-ho yang juga sedang sekarat.
"Hyung... Bangun, hyungie..." Dia menggoyangkan tubuh Min-ho dengan panik dan menangis.
Tanpa berpikir panjang, ditengah hujan deras, dia mencoba membawa Min-ho menuju klinik terdekat. Dipanggulnya Min-ho di belakang punggungnya menerobos hujan deras. Dia berjalan dengan tertatih dan kepayahan karena menahan berat tubuh Min-ho.
Sekitar 15 menit Jwan berjalan, terlihat klinik. Jwan mengetuk pintu rumah nya keras, dengan masih memanggul Minho di punggung nya. Tidak berapa lama muncul seorang wanita.
"Ada apa ini?" Tanya dokter park yang terkejut melihat seorang bocah memanggul seorang dewasa yang kekar. Dengan nafas terputus putus jwan meminta tolong pada dokter itu.
"Tolong saya... Hyungie. Hyung ku terluka parah."
Dokter park mengernyitkan keningnya, kemudian detik berikutnya menyuruh jwan masuk ke dalam ruang praktek nya. Dokter Park sebenarnya seorang dokter kandungan. Tapi karena dia melihat tekat kuat dan raut ketakutan bocah itu, dia merasa tidak tega.
Dokter park menyuruh membaringkan Minho pada ranjang khusus untuk wanita yang akan melahirkan. Dia terpaksa, karena tidak ada tempat lain. Untung saja hari itu tidak ada pasien yang akan melahirkan. Wanita itu membersihkan dan mengobati luka Minho.
"Ini harus dibawa ke rumah sakit, dek. Saya tidak sanggup karena ini ada luka dalamnya," dokter park menatap prihatin pada Minho dan menoleh pada jwan.
Jwan yang basah kuyup dan kedinginan hanya bisa diam karena tidak tahu harus berbuat apa.
"Apa nuna uisa tidak bisa mengobati hyungku?" Lirih suara hampir tidak terdengar.
"Kalau bagian luar masih bisa. Tapi lihat, perut dan kakinya ditusuk beberapa kali, dan ini harus dioperasi." Jwan menatap nanar pada hyungnya. Darimana dia akan mendapatkan uang untuk membawanya ke rumah sakit?
"Saya hanya bisa menghentikan pendarahan nya sementara," wanita itu memandang iba pada jwan.
"Kalau begitu saya akan membawa Hyung saya ke rumah sakit. Kamsahamnida, nuna uisa." Jwan akan mengangkat tubuh Minho lagi, tapi ditahan oleh dokter park.
"Apa kau akan memanggulnya lagi sampai ke rumah sakit? Belum sampai, kau sudah pingsan dijalan. Mari saya antar pakai mobil," dokter park segera menuju ke garasi dan menghidupkan mesin mobil.
KAMU SEDANG MEMBACA
Two Brother ✅
Mystery / ThrillerKarena Kematian Ibunya, Yoongi Harus Berpisah Dengan Seokjin Adiknya. Yoongi Diangkat Anak Oleh Seorang Konglomerat, Sedangkan Seokjin Dimasukkan Ke Panti Asuhan. Awal : 13 Agustus 2022 Akhir: 29 Mei 2023
