Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Kill

275 32 10
                                        

"Kau membunuh siapa?" Keningnya berkerut.

"Anda tidak tahu Hyesung? Namja yang telah menjadi tangan kanan Presdir Choi." Pria tampan dengan alis tebal itu tertawa serak.

"Kau berhasil juga membunuh orang orang terdekatnya. Bagus. Tapi, bagaimana dengan sang Presdir sendiri? Apakah kau sudah berhasil?" Hoseok menatap seokjin dengan tatapan meremehkan. 

"Sebentar lagi akan saya lakukan, anda tidak perlu khawatir. Saya ke sini untuk mengatakan itu. Tapi, saya menagih janji anda jika saya bisa membunuhnya." Dia menatap tanpa gentar ke mata hoseok.

Hoseok sedikit senang melihat kesungguhan mata pemuda ini. Dia tidak pernah menyangka, pemuda berambut hitam itu benar-benar seorang yang tidak mengenal rasa takut dan gentar pada siapapun.

"Lakukan dan aku akan menepati janji ku." Ucap Hoseok datar.

Seokjin tertawa kecil. " Bagaimana anda bisa menepati janji jika keadaan anda saja seperti ini?" Hoseok tersentak dan seketika emosi. Dia memang masih berpikir menjadi seorang tuan yang kaya raya dan disegani semua orang. Ucapan seokjin itu sangat menohok harga dirinya.

"Dengar, anak muda. Aku masih memiliki harta yang memang tidak ada yang tahu, karena harta itu satu-satunya yang masih aku miliki dan aku simpan untuk membalas dendam. Aku... Masih mempunyai sebuah mansion mewah di Hawai seharga dua ratus miliar won lebih. Dan untuk memenuhi janjiku padamu yang hanya tiga puluh milyar won adalah seperti membalikkan telapak tangan." Jawab Hoseok sombong dan angkuh.

"Bagaimana cara saya bisa mempercayai ucapan anda?" Seokjin masih menatap hoseok tajam. Hoseok menghela nafas kesal dan terlihat jengah dengan seokjin.

"Tanya dengan bodyguard ku, jika kau tidak percaya. Untuk apa bodyguard ku itu begitu setia padaku, jika aku sudah tidak punya apa apa. Bodyguard sekarang berada di Hawai untuk mengurus mansion ku beserta isinya." Seokjin tersenyum dingin.

"Baik, Tuan. Saya percaya pada anda, karena sore tadi, bodyguard anda juga sudah menelepon saya dan mengatakan persis seperti yang anda katakan. Saya permisi dan tunggu kabar baik dari saya." Hoseok mengangguk. Seokjin berlari dan melompati dinding halaman yang lumayan tinggi tanpa kesulitan sedikitpun. Sedangkan hoseok mengumpat merasa dipermainkan oleh seokjin.

 Sedangkan hoseok mengumpat merasa dipermainkan oleh seokjin

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Seokjin berjalan cepat di bawah hujan yang deras. Seokjin kembali ke tempat persembunyian nya, di sebuah kamar kos yang padat. Seokjin memang sengaja bersembunyi di tempat yang ramai agar para pengejarnya tidak pernah menyangka dan lebih sulit menemukan nya karena bersembunyi di tempat orang banyak.

Seokjin masuk ke dalam kamar, melepas jaket nya dan mengeluarkan sebuah semir berwarna hitam. Seokjin menghadap kaca dan mulai menyemir rambut cokelat yang menjadi kesayangan nya selama ini. Dengan ini, dia bertekad menjadi seokjin yang baru. Dia akan membunuh Presdir Choi Grup, meski Hoseok tidak membayar nya sekali pun. Seokjin sudah bertekad, dia harus mati.

Two Brother ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang