Pagi Ola selalu dimulai dengan segelas susu, kopi, dan juga roti. Entah itu roti bakar, sandwich, ataupun hanya roti dioles selai. Hal itu tidak pernah berubah semenjak ia masih kecil sampai detik ini meskipun dirinya bukan lagi seorang gadis kecil.
Berkarton-karton susu selalu memenuhi kulkasnya. Ia harus minum susu sebelum meminum kopi. Selain itu, beberapa kantong roti selalu tersedia di lemari dapurnya. Kadang, ia membuat roti-roti itu sendiri untuk mengisi waktu liburnya. Ia tidak pernah bisa sarapan dengan nasi sejak dirinya masih kecil. Persis seperti sang ayah.
Bahkan memang sejujurnya, ia memang tidak terlalu suka nasi. Roti selalu menjadi favoritnya. Pagi, siang, sore, malam, ia akan dengan senang hati menyantap makanan itu. Entah apa sebabnya, Ola juga tidak mengerti. Yang jelas, roti sudah menjadi bagian hidupnya semenjak masih seorang bocah kecil yang tinggal di kontrakan sempit, hingga kini ia menjadi wanita dewasa yang tinggal di apartemen modern dan mewah di Manhattan.
Hari ini, rapat akan dimulai pukul sebelas siang. Tidak ada yang perlu ia persiapkan karena ini hanya sebuah perkenalan biasa. Ola hanya perlu hadir dan melihat seperti apa sosok CEO baru itu. Mungkin pria itu terlihat mirip dengan James yang kaku dan dingin.
James sangat jarang tersenyum, jika tidak boleh dibilang tidak pernah. Bahkan ketika mereka berhasil memenangkan merger, atau akuisisi, atau bahkan saat mendapat laba yang berkali lipat lebih besar dari sebelumnya, pria itu tidak pernah tersenyum lebar. Apa mungkin bahkan Ola memang belum pernah melihat James tersenyum?
Kategori memuaskan bagi James hanya akan dibalas anggukan dan pernyataan datar, 'kerja bagus. Aku harap selanjutnya akan lebih baik.' Hanya itu saja. Tidak ada yang lain.
Tidak ada puja puji bangsa seperti atasan lain, atau makan malam penuh keakraban dengan sang Direktur Utama seperti yang perusahaan lain lakukan. Makan malam perusahaan selalu berlangsung tanpa kehadiran James. Dan sejujurnya, itu memang lebih baik. Para karyawan akan makan dalam keadaan jauh lebih santai dan bahagia tanpa kehadiran James.
Mungkin, hal itu juga yang menyebabkan pria itu tidak memiliki seorang pendamping. Lagipula, siapa yang mau hidup dengan pria dingin dan otoriter seperti James. Dulu, Ola pikir jika James tidak pernah menikah. Namun, ketika desas desus mengenai siapa penggantinya ketika pria itu jatuh sakit, ia tahu bahwa James pernah menikah.
Wanita itu pasti hebat karena bisa bertahan di samping James yang dingin dan otoriter. Walaupun entah hanya untuk berapa lama. Mungkin, anaknya juga bukannya kuliah di luar negeri, tetapi kabur bersama ibunya. Apa anak itu bahkan pernah mengenal ayahnya sebelumnya?
Ola mendesah dan menghalau pikirannya yang melantur. Itu sama sekali bukan urusannya. Ia tidak pernah bergosip dengan karyawan wanita lainnya di kantor tentang hal-hal seperti itu.
Lagipula, siapa yang mau bergosip dengannya? Tidak banyak karyawan wanita seusianya yang sudah memiliki kedudukan sebagai direktur.
Para karyawan lain akan menunjukkan sikap hormat yang terkadang dibuat-buat dan membuat Ola muak. Namun, ia tidak peduli dengan itu. Ia bekerja di sini sebaik mungkin karena itu adalah kewajibannya. Bukan salahnya jika ia naik jabatan dengan lebih cepat daripada yang lain. Ola selalu menunjukkan kinerja yang sempurna. Karena jika tidak, mungkin ia tidak akan pernah bisa mengambil cuti tahunannya.
Rata-rata perusahaan Amerika tidak pernah menerapkan batasan jatah cuti tahunan untuk para karyawannya. Paling banyak, hanya sepuluh hari cuti yang ditanggung, di luar itu, tidak akan ada gaji yang dibayarkan.
Sebenarnya, Ola juga tidak ingin mengambil cuti tahunannya, apalagi melebihi sepuluh hari!, tetapi ayah benar-benar sudah memberinya ultimatum. Ia pulang sendiri, atau ayah akan menjemputnya secara paksa.
KAMU SEDANG MEMBACA
It Takes Two To Tango
RomansUntuk yang mau baca PART LENGKAPnya bisa baca di KaryaKarsa dan Playstore ya! Mencintai seorang wanita yang lebih tua bukanlah impian Nero Ganendra Goldman. Terlebih, ia tidak ingin jatuh cinta lagi setelah cinta tak terbalasnya selama bertahun-tahu...
