Chapter 30: His Dark Secret

4.2K 402 38
                                        

Jung Ahra adalah gadis berfisik sempurna. Tak hanya dikaruniai proporsi tubuh ideal, dia memiliki senyum yang menawan dan penuh percaya diri. Berada di dekat gadis itu memberi Jeonghan beragam perasaan, salah satunya kecemasan. Seungcheol dan gadis itu tampak serasi, sangat serasi. Wajar jika Choi Dojin bersikeras menjodohkan mereka. Bayangkan, seperti apa kehidupan Seungcheol jika menikah dengan pasangan yang sepadan untuknya? Luar biasa memukau. Tidak ada yang berani mencemooh, tidak akan pula mereka malu memamerkannya sebagai anggota keluarga.

Jeonghan melirik Seungcheol yang duduk di sampingnya. Adegan ciuman kedua orang itu kembali terbesit di kepalanya. Mengingat keduanya hanya bersandiwara, dia memang tidak perlu lagi khawatir. Namun seandainya dia belum tahu, pasti sekarang dia tidak tahan berada di sana.

Sementara Jeonghan bergelut dengan pikirannya, Ahra justru tersenyum lebar mengamatinya. "Kau tampan. Pantas saja Seungcheol tergila-gila padamu," celetuknya.

Jeonghan terkesiap dan hanya mampu mengerjap. Sedangkan Seungcheol memandang gadis itu dengan kesal. "Jangan menatapnya terus-menerus."

Di kursi lain, Chan mengamati para tamunya dengan muka kecut. Baru lima menit mereka duduk di sana, namun dia sudah tak tahan ingin mengusir mereka. "Kalian berdua sudah menipu semua orang..." desisnya geram.

Pusat perhatian kini teralih pada Chan. Ahra tertawa kecil dan sengaja menggodanya, "Bagaimana? Sandiwara kami bagus, bukan? Kami tampak seperti kekasih sungguhan?"

Chan berdecak kesal dan memutar bola matanya ke arah lain. Malas menjawab.

Ahra kembali memusatkan pandangannya pada Jeonghan. "Maaf, Jeonghan. Kami pasti sudah membuatmu salah paham. Tenang saja, aku dan Seungcheol tidak ada hubungan apa-apa. Sungguh."

"Kalian berciuman begitu mesra. Merangkul lengan satu sama lain. Aku masih tidak percaya itu hanya sandiwara," sindir Chan ketus.

"Tapi kalau kami tidak totalitas, tidak akan ada yang percaya. Setelah ini aku dan Seungcheol juga harus menghadiri sebuah pameran. Kami harus muncul bersama di depan publik."

"Lalu kalian akan berciuman lagi?"

"Chan, diamlah," tegur Wonwoo yang sejak tadi lebih banyak diam. Baru saat itu Chan mengunci bibirnya.

"Tidak usah khawatir. Ini terakhir kalinya. Percayalah padaku." Seungcheol menimpali. Semua orang terdiam, Jeonghan sendiri tidak tahu harus berkata apa.

Ahra ikut menimbrung, "Sebenarnya aku datang ke sini untuk minta maaf padamu, Jeonghan. Melihatmu sedang mengandung besar seperti ini, aku sungguh tidak enak hati. Tapi kau harus tahu bahwa sebelum kami bersandiwara, Seungcheol lebih banyak mengabaikanku. Awalnya aku sengaja mendekatinya karena paksaan Ayah, tapi tidak sekalipun dia menggubrisku. Bahkan aku pernah coba memakai atasan yang terbuka, dia tetap tidak tergoda."

Jeonghan melirik Seungcheol, namun pria itu hanya menggeleng-geleng sembari menghela nafas.

"Dan setelah aku menciumnya, dia menyeka mulut berkali-kali! Dasar kurang ajar, kesannya aku ini bakteri jahat!" Ahra bercerita dengan geram. Sepertinya dia benar-benar merasa terhina dengan perlakuan Seungcheol saat itu.

"Kenapa kau bersedia melakukan ini, Nona Ahra? Apa alasannya?" Jeonghan akhirnya angkat bicara.

Ahra tersenyum kecil. Entah mengapa, pandangan mata gadis itu tampak sayu seketika. "Sama seperti Seungcheol, ada seseorang yang ingin kulindungi."

Belum sempat informasi itu terkuak lebih jauh, Seungcheol lebih cepat bersuara, "Mana datanya? Sudah kau dapatkan?"

Ahra mengangkat sebelah alisnya dan menoreh senyum bangga. "Tentu saja sudah. Berterima kasihlah padaku, karena data itu kudapatkan dengan susah payah."

The Next WinterTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang