Di tempat lain*
Terdapat beberapa Mahasiswi yang sedang berkumpul di sebuah Halte Bus. mereka seperti nya sedang melakukan bakti sosial dengan membersihkan sisa sampah di jalanan.
"Eh ! Kalian yakin mau melakukan bakti sosial di sini? Aku dengar-dengar di daerah sini sering ada orang gila berlalu-lalang."ucap seorang wanita bertubuh tinggi bagai model. Sebut saja dia Sooyoung.
"Ayolah Sooyoung Unnie , jangan seperti itu. Aku jadi takut setelah mendengar nya."ucap seorang gadis bertubuh pendek. Sebut saja dia Yerim.
"Tapi aku serius Yer , Coba saja kau tanya Seungwan Unnie."si pemilik nama menoleh ke arah Sooyoung.
"Kenapa jadi aku? Aku tidak tau apa-apa ya."kesal Seungwan tak terima nama nya di bawa-bawa oleh dua Maknae di antara mereka berlima.
"Sudah lah! Kalian ini bisa tidak sih serius sedikit? Kita ini sedang melakukan bakti sosial terhadap masyarakat, jika kita tidak melakukan ini bagaimana bisa kita mendapatkan nilai tambahan."ucap wanita bermata sipit melontarkan kalimat dengan nada kesal nya.
"Seulgi benar , kita harus melakukan tugas ini dengan baik sampai selesai."ujar wanita berparas cantik bak Dewi Yunani. Sebut saja dia Johyun.
"Iya , tapi kan-"belum selesai Sooyoung berbicara tiba-tiba Jennie datang mengejutkan mereka semua.
"BWUAAK!!"
"AAAAAAAAAAAAA..."para gadis itu langsung berlari meninggalkan Halte Bus saat melihat kedatangan Jennie dengan penampilan Kumal nya.
"Lihat nak mereka kabur, hihihi. Benar kan apa kata Eomma sebelumnya jika semua orang takut pada Eomma. tapi kamu jangan takut juga ya seperti mereka, nanti Eomma sedih karena tidak ada yang sayang sama Eomma lagi."ucap Jennie sedih dan Bayi itu tertawa sambil menepuk-nepuk wajah Jennie begitu riang nya
"Hihihi!! anak pintar."
-
-
-
Di tempat lain*
Ke lima mahasiswi itu berhenti di pinggir jalan depan sebuah toko roti.
"Nah kan! Apa kataku tadi , di daerah sini itu ada orang gila nya."ujar Sooyoung.
"Iya ! kau benar. kali ini aku meminta maaf dengan mu Sooyoung-ah."ujar gadis bermata sipit. Sebut saja dia Seulgi
"Tapi aku heran, kenapa orang gila itu membawa bayi? Apakah anak itu hasil dari pemerkosaan."celetuk Yerim mendapat geplakan keras di kepalanya
PLAAAAAK
"Auwh ! Sakit Johyun Unnie."ringis Yerim menatap kesal Gadis berparas cantik itu.
"Rasakan. Itu pantas untuk gadis tidak punya etika seperti mu Yerim-ie"ujar Johyun dengan wajah datar.
"Tapi kan aku benar Unnie, biasanya orang-orang seperti itu menjadi santapan empuk bagi pejalan kaki apalagi orang mabuk yang berotak mesum , bukan?."ucap Yerim masih kekeh bahwa pemikiran nya tidak salah.
"Benar atau tidak nya hal itu , itu bukan lah urusan kita Yerim. Yang menjadi urusan kita saat ini adalah bagaimana kita bisa mendapatkan nilai bagus jika tugas yang di berikan oleh Dosen pembimbing justru kita tidak melaksanakan nya dengan baik."timpal Seungwan membuat teman-teman nya terdiam memikirkan hal yang sama.
"Apa yang di katakan oleh Seungwan Unnie ada benarnya. lalu bagaimana nasib kita setelah ini? Aku tidak mau nilai ku semakin turun hanya karena kedatangan orang gila itu kita jadi gagal melaksanakan tugas dari Dosen pembimbing."gerutu Sooyoung membuat Johyun mendapatkan sebuah ide cemerlang.
"Aku tau bagaimana mengatasi situasi ini."semua orang kini menatap ke arah Johyun.
"Apa?"tanya mereka serentak menuntut penjelasan.
Tapi bukan nya menjelaskan niatnya, Johyun malah senyum-senyum sendiri seperti orang gila.
"Seperti nya Johyun Unnie sudah gila Yer."bisik Sooyoung pada Yerim yang berada di sisi kanannya.
"Kau benar Unnie !! Lalu apakah kita harus menelfon petugas Rumah Rehabilitasi Kejiwaan untuk membawa nya?"celetuk Yerim langsung mendapat kan lemparan sepatu dari gadis bermarga Bae ini.
Bugh
"Kau saja sana yang masuk Rumah Rehabilitasi Kejiwaan."marah Johyun langsung meninggalkan teman-teman nya dengan perasaan dongkol di dalam hati nya.
"Kamu sih Soo Unnie."ucap Yerim menyalahkan Sooyoung.
"Lah! Kenapa jadi aku? Kan kau yang mengatakan ingin membawa-"
"STOP!!"potong Seulgi lebih dulu lalu menatap kedua temannya itu secara bergantian.
"Kali ini bercandaan kalian sudah keterlaluan, aku tidak mau tau kalian berdua harus meminta maaf pada Johyun Unnie secepatnya karena hanya dia yang memiliki kunci dari masalah kita. Mengerti!!"
"Ne Unnie."jawab Sooyoung dan Yerim secara bersamaan.
"Sudah lah Seulgi , aku tau mereka salah tapi kita harus segera mengejar Johyun Unnie sebelum ia semakin marah terhadap kita."timpal Seungwan di angguki oleh gadis bermata sipit itu.
"Kau benar! Ayo kita susul Hyun Unnie sekarang."
"Ne"jawab yang lain. Lalu mereka berempat menyusul Johyun sebelum gadis cantik paling tua di antara mereka itu semakin marah karena tidak segera di bujuk agar memaafkan kesalahan mereka.
-
-
-
Sementara itu di tempat Johyun saat ini. "Ck !! Kenapa mereka tidak mengejar ku sih?.Seharusnya mereka peka dong kalau aku ingin di kejar. Benar-benar menyebalkan, Ckckck!!"
Bersambung

KAMU SEDANG MEMBACA
Eomma ( Revisi )✔️
General Fiction"Yang ku tahu dia adalah Eomma ku" "Tidak Lisa tidak. Aku lah ibumu, bukan dia." "Hiraukan orang gila ini sayang. Ayo kita pulang sekarang" "Tidak tidak, jangan bawa putri ku.." "LISAAAAA"