Beberapa saat sebelumnya*
Seorang Polisi wanita sedang berpatroli bersama dengan rekan kerjanya menggunakan Mobil Polisi.
"Jisoo-ya , kau tau tidak gosip yang sedang beredar di kalangan masyarakat akhir-akhir ini?"tanya seorang Petugas Kepolisian pria menoleh ke arah wanita di sebelah nya.
"Aku tidak tau Seokjin Oppa."jawab wanita itu tanpa menoleh sedikitpun ke arah lawan bicaranya.
"Masa sih Ji? Padahal gosip ini sangat terkenal bahkan pernah masuk berita internasional."ucap pria bernama Seokjin menatap tak percaya wanita di sebelah nya ini.
Wanita cantik bernama lengkap Kim Jisoo itu mendengus kesal lalu memukul pelan pundak rekan kerjanya.
Plak
"Berhenti membahas gosip yang tidak jelas seperti itu Seokjin Oppa. Lebih baik fokuslah menyetir."
"Arra - arra."jawab Seokjin mengangkat dua jari nya membentuk huruf V pertanda bahwa ia mengalah.
Jisoo memutar bola matanya malas, saat melewati sebuah toko-toko di Gangnam mata Jisoo membulat sempurna saat melihat seorang wanita tengah di aniyaya oleh masyarakat sekitar.
"Oppa hentikan mobil nya."ucap Jisoo tiba-tiba.
"Wae?"tanya Seokjin bingung tapi ia tetap melakukan nya.
Setelah mobil Polisi itu berhenti di pinggir jalan, Jisoo langsung keluar dari mobil dan berlari ke arah kerumunan itu.
"YAAA ! Apa yang kalian lakukan."teriakan nya berhasil menghentikan aksi buruk seorang pria yang akan menyiram air panas ke arah wanita yang sudah tidak berdaya lagi di trotoar jalan.
"Waduh! Ada Polisi. Lebih baik kita pergi dari sini."bisik Nyonya Son kepada temannya. Mereka berdua langsung pergi meninggalkan TKP.
Sementara Tuan Kang masih tetap di tempatnya tak bisa melarikan diri karena kakinya mengalami Tremor akibat melihat kedatangan kedua Petugas Kepolisian itu.
Jisoo berdecih pelan melihat kedua wanita paruh baya pergi begitu saja setelah melakukan kekerasan terhadap wanita tak berdaya yang sedang membawa seorang bayi.
"Anda baik-baik saja Agasshi?"tanya Jisoo hendak menyentuh Jennie untuk membantu nya berdiri kembali , Namun Jennie malah menghindar dan menatap penuh ketakutan ke arah Jisoo.
"Jangan sakiti aku, jangan sakiti bayiku."gumam Jennie berulang kali membuat Jisoo iba melihat nya.
"Tidak akan. Aku tidak akan menyakiti mu apalagi anak mu."ucap Jisoo masih tidak berhasil membuat Jennie percaya padanya.
"Tidak! Kau pasti jahat kan? Kau pasti jahat sama seperti mereka. Pergi dari sini pergi."teriak Jennie tiba-tiba. Setelah itu ia berlari dengan mendekap erat bayi di dalam pelukannya.
Sementara Jisoo meringis sendiri melihat kejadian itu.
"Sayang sekali dia, masih muda tapi sudah gila. Tapi seperti ini lah kenyataan hidup kan?"gumamnya seorang diri lalu merubah mimik wajahnya menjadi datar saat berhadapan dengan Tuan Kang di sebelahnya.
"Tuan, anda harus ikut bersama dengan kami ke kantor Polisi atas tindak kekerasan terhadap perempuan di tempat umum. Anda boleh memanggil Pengacara atau memilih tetap diam , Itu adalah hak anda. Mari ikuti saya!!"
"Sialan."umpat Tuan Kang saat Jisoo memborgol kedua tangan nya.
Bersambung

KAMU SEDANG MEMBACA
Eomma ( Revisi )✔️
General Fiction"Yang ku tahu dia adalah Eomma ku" "Tidak Lisa tidak. Aku lah ibumu, bukan dia." "Hiraukan orang gila ini sayang. Ayo kita pulang sekarang" "Tidak tidak, jangan bawa putri ku.." "LISAAAAA"