"Di minum dulu Nona."ucap seorang pria menyerahkan segelas air pada majikannya
"Terima kasih Jaehyun. Kau sudah datang tepat waktu untuk menolong ku."ucap sang Nona yang tak lain adalah Rose sedikit melempar senyum berterima kasih pada orang suruhan nya itu. Ya ! Jaehyun lah yang menolong nya dari Taehyung yang berusaha ingin memperkosa nya.
"Sama-sama Nona. Sudah menjadi tugas saya untuk menolong anda."
"Ah iya ini, saya membawa apa yang anda inginkan."pria bernama Jaehyun itu menyerahkan selembar amplop coklat besar kepada Rose yang menjadi bos nya
"Hm. Terima kasih. Kau boleh pulang sekarang dan kembali lah lagi besok."
"Baik Nona. "Jaehyun pamit undur diri. Setelah memastikan bahwa Jaehyun sudah pulang, buru-buru Rose membuka amplop coklat pemberian Jaehyun tadi dan melihat isinya.
"Bukan kah ini foto anak itu? Kenapa Jaehyun menaruhnya di sini."gumam Rose bertanya-tanya
"Jangan-jangan..."ucap Rose tertahan. Dengan terburu-buru ia mengeluarkan semua yang ada di dalam amplop coklat itu dan menemukan sesuatu di dalam sana
"Maldo andwe"Rose menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini. Bagaimana tidak? Ia menemukan sebuah kaos kaki bayi berwarna kuning yang sangat ia kenali
"Ini milik Lisa. Ini milik Lisa anak ku hiks hiks. Lisa... Akhirnya Mammy menemukan jejak mu nak."Rose menangis memeluk erat kaos kaki tersebut. Meski hanya sebelah, tapi setidaknya ia tau jika putri nya masih hidup
-
-
-
Ke esokan harinya*
Jisoo terbangun di pagi hari. Ia sudah memutuskan untuk beberapa waktu akan tinggal bersama ibu dan anak yang tolong beberapa hari ini
"Hoaaamm bau apa ini?"
"Omo ! Kamchagia."kejut Jisoo ketika melihat dapur sudah tak berbentuk lagi akibat ulah Jennie yang saat ini tersenyum lebar padanya
"Hallo"sapa Jennie dengan wajah tak berdosa nya melambaikan tangan ke arah Jisoo
Jisoo menepuk jidatnya sendiri. Ia menghela nafas terlebih dahulu untuk menguatkan diri jika yang sedang ia hadapi bukan lah orang biasa, melainkan orang 'istimewa'.
"Hallo Jennie selamat pagi. Apa yang sedang kau lakukan di sini?"sapa balik Jisoo dengan ramah
"Aku? Hihihi, aku sedang memasak untuk putri ku. Kasian dia belum makan dari kemarin."ucap Jennie menunjukkan wajah sedihnya saat menceritakan tentang Lili yang belum makan dari kemarin.
Jisoo meringis sendiri membayangkan betapa sulit nya hidup mereka selama ini.
"Mungkin karena hal ini aku di kirimkan oleh Tuhan untuk membantu mereka."gumam Jisoo pelan
"Ayo aku bantu kamu memasak dengan benar. Tapi sebelum itu kita bersihkan ini terlebih dahulu ya? Buang semua nya di tempat sampah. Kau mengerti?"dengan cepat Jennie mengangguk dengan senyum lebarnya tapi tidak membantu Jisoo sama sekali saat wanita Polisi itu membersihkan sisa-sisa kekacauan yang telah ia buat
Dengan sabar Jisoo membersihkan kekacauan di dapur seorang diri karena ia sadar, mengajar kan orang dengan gangguan kejiwaan tidak lah mudah. Dan buruh proses panjang untuk melalui semua itu agar keluar dari kesengsaraan ini untuk selamanya.
Jennie memerhatikan Jisoo yang sedang bersih-bersih seorang diri dengan tatapan polos nya. Saat Jisoo membuang sesuatu di tempat sampah, dengan buru-buru ia mengambil nya lalu memakannya.
"YAAA"pekik Jisoo tanpa sadar membuat Jennie terkejut
"Apa yang kau lakukan? Cepat muntah kan kembali makanan yang baru saja kamu makan."suruh Jisoo di jawab gelengan kepala oleh Jennie
"Tidak mau. Aku lapar."jawab Jennie cepat lalu dengan brutal mengambil semua bahan sayuran yang ada di lantai lalu memakan nya mentah-mentah
Mata Jisoo melebar sempurna melihat kejadian itu. Sungguh itu terlalu cepat menurut nya hingga ia sendiri tak siap untuk mencegah nya
"Hentikan. Ini , makan ini saja."cegah Jisoo berhasil menghentikan aktivitas Jennie memakan tepung yang berceceran di kompor.
Lalu ia menyerahkan sebotol selai strawberry kepada Jennie untuk membantu ibu dari Lili untuk tidak melakukan kebiasaan lamanya yang mengambil makanan dari tempat sampah ataupun dari tempat yang kotor.
"Ini apa?"tanya Jennie memerhatikan selai strawberry yang ia pegang dengan tatapan polos nya
"Itu selai. Dan itu enak di makan."jawab Jisoo dengan sabar menjelaskan
"Enak?"tanya Jennie lagi dengan mata berbinar-binar
"Nde, itu enak."jawab Jisoo frustasi sendiri. Tapi ia cukup senang karena Jennie memakan selai pemberian nya.
"Aahh ! Syukurlah dia tenang sekarang."ucap Jisoo bernafas lega melihat Jennie yang tenang memakan selai strawberry itu. Ia pun kembali melanjutkan pekerjaan nya untuk membereskan semua kekacauan ini sampai tiba-tiba Jennie menyerahkan botol selai yang tadi ia beri sudah tandas tak tersisa
"Mau lagi?"tanya Jisoo tak percaya Jennie dapat menghabiskan selai itu dengan cepat
Dengan cepat Jennie mengangguk. Membuat Jisoo mau tak mau menyerahkan selai strawberry yang terakhir kepada Jennie.
"Seperti nya setelah ini aku harus membeli banyak selai strawberry "gumam Jisoo menatap sendu Jennie yang begitu lahap menghabiskan selai strawberry keduanya
Bersambung
Sampai jumpa nanti malam

KAMU SEDANG MEMBACA
Eomma ( Revisi )✔️
General Fiction"Yang ku tahu dia adalah Eomma ku" "Tidak Lisa tidak. Aku lah ibumu, bukan dia." "Hiraukan orang gila ini sayang. Ayo kita pulang sekarang" "Tidak tidak, jangan bawa putri ku.." "LISAAAAA"