Pada siang hari yang cerah anak perempuan itu sedang mengompres kening ibu nya di dalam bangunan kumuh yang mereka huni beberapa tahun terakhir.
Hawa panas dapat anak itu rasakan ketika menyentuh kulit sang ibu. Ibunya terserang demam karena luka membiru bekas pukulan yang ibu nya alami tadi malam oleh Tuan tak di undang itu.
Dengan barang seadanya , anak perempuan itu mengompres kening ibu nya menggunakan kain lap ember bekas dan air biasa yang ia ambil dari sungai untuk mengompres.
Anak perempuan itu tidak tau cara yang benar untuk mengobati luka memar pada tubuh. namun ia teringat, setiap kali anak itu demam atau terluka akibat terjatuh ibunya selalu mengompres nya seperti ini
"Eomma , Eomma harus cepat sembuh. Aku tidak bisa melihat Eomma sakit seperti ini."ucap anak perempuan itu membuat ibunya hanya tersenyum mengusap lembut kepala anak itu.
"Eomma mau makan lagi? Makanan yang di berikan oleh Nyonya tadi masih tersisa sedikit. Tadi nya ingin aku makan tapi tak apa untuk Eomma saja bagaimana? Eomma mau?"tawar anak perempuan itu di jawab gelengan kepala oleh ibunya.
"Untuk Lili saja."
"Lili? Siapa itu Lili. Apakah itu nama untuk ku?"tanya anak perempuan itu beruntun di jawab anggukan kepala oleh ibunya.
Sontak saja anak perempuan itu memekik kegirangan karena setelah enam tahun ia hidup bersama dengan sang ibu , akhirnya hari di mana ia memiliki nama datang juga.
"Yeay... , Akhirnya aku memiliki nama juga. Terima kasih Eomma."anak perempuan yang sudah sah dengan nama Lili itu memeluk ibunya erat.
"Sama-sama anak ku. Hihihihi"
-
-
-
Hari ini Rose di perbolehkan untuk pulang oleh Dokter karena kondisi nya sudah mulai membaik.
"Unnie, jadwal ku apa hari ini?."tanya Rose tanpa menoleh sedikitpun ke arah Manager nya karena mata nya terfokuskan melihat berita tentang kepulangan dirinya dari Rumah Sakit.
Hyeri selaku Manager dari Rose sekaligus sahabat Rose terperangah menatap tak percaya sahabatnya. ia membanting pakaian Rose ke dalam tas besar lalu berdecak pinggang.
"Woaahh ! Rosseane Park. Aku sungguh tidak percaya ini baru saja kau keluar dari Rumah Sakit tapi sudah menanyakan perihal pekerjaan mu? Apa kau sudah gila hah!!"
Rose menghela nafas panjang lalu menaruh ponselnya di nakas meja menatap dalam Hyeri yang masih berdecak pinggang memarahinya.
"Kalau aku tidak seperti ini, aku akan terus kepikiran 'tentang' nya Unnie."jawab Rose sengaja menekan kalimat terakhir nya agar Hyeri paham tentang perasaannya yang sedang tidak baik-baik saja.
Hyeri terdiam tau ke mana arah pembicaraan Rose. Ia menghela nafas panjang lalu kembali membereskan pakaian Rose ke dalam tas hitam besar.
"Maafkan aku, aku lupa soal itu Rose."lirih Hyeri hanya di balas deheman oleh wanita bersuara merdu itu.
Kepala Rose menoleh ke arah jendela lalu kembali melamun mengingat sesuatu.
"Apa kau masih hidup nak? Mammy sangat merindukan mu."batin Rose meneteskan air matanya mengingat memori lama yang masih membekas dalam hati.
-
-
-
Siang ini Jisoo memiliki banyak pekerjaan sampai ia melupakan janjinya sendiri yang akan pergi ke toko perhiasan. jangan kan janji nya terhadap anak perempuan itu, ia saja belum makan siang sejak tadi.

KAMU SEDANG MEMBACA
Eomma ( Revisi )✔️
General Fiction"Yang ku tahu dia adalah Eomma ku" "Tidak Lisa tidak. Aku lah ibumu, bukan dia." "Hiraukan orang gila ini sayang. Ayo kita pulang sekarang" "Tidak tidak, jangan bawa putri ku.." "LISAAAAA"