Bab 52 End

1.8K 236 39
                                    

Rose duduk di kursi menatap datar putri dan juga Jennie datang berkunjung ke kedamaian nya membawa berita buruk baginya.

"Bisa kalian katakan sekali lagi apa yang baru saja kalian ucapkan sebelum nya?"

"Mammy , aku tidak mau ikut dengan mu ke Australia jika Eomma tidak ikut bersama dengan kita."jawab Lili mendapat amukan dari ibu kandungnya.

Braak

"Apa-apaan ini Unnie? Kau menghasut Lisa agar tidak mau ikut dengan ku , iya kan?"tuduh Rose tanpa pikir panjang dulu.

Jennie bangkit dari duduknya menatap tajam mantan sahabat nya itu.

"Rose ! Aku memang bukan ibu kandung Lili. Jujur aku juga tidak ingin di jauhkan dari Lili tapi kau tidak boleh menuduh ku sembarangan seperti itu karena tuduhan mu itu tidak berdasar."

Rose menyilang kan kedua tangan nya di dada lalu berkata.

"Aku tidak peduli. Yang jelas kau sudah melanggar kesepakatan kita Unnie. Maka tidak akan aku biarkan Lisa bersama mu lagi , ayo Lisa ikut dengan Mammy."dengan kasar Rose manarik tangan kecil Lili di ikuti Jennie di belakangnya.

"Mammy lepaskan aku."pinta Lili merasakan sakit di pergelangan tangan nya karena ibunya terlalu kuat mencengkram erat tangan nya.

"Rose ! Apa-apaan kamu ini hah? Kamu ingin merusak mental Lili dengan caramu yang memaksa seperti ini?"cegah Jennie menghadang jalan Rose yang ingin memasukan Lili ke salah satu kamar.

"Jika itu bisa membuat Lisa jauh darimu , Maka aku tidak akan segan-segan melakukan nya Unnie."

PLAAAAAK

"APA KAU GILA HAH? JIKA SEPERTI INI CARAMU MENDIDIK ANAK JANGAN SALAHKAN AKU JIKA AKU MEMBAWA ANAKMU PERGI."bentak Jennie lalu melepaskan tangan Rose dari pergelangan tangan Lili dengan kasar.

"Kau mau bawa kemana putri ku?"cegah Rose yang melihat Jennie menggendong putri nya berniat pergi dari sini.

"Bukan urusan mu. Yang jelas , di manapun aku dan Lili berada nanti aku jamin dia akan hidup bahagia bersama ku dari pada ia hidup dengan ibu kandung nya ia malah menderita."jawab Jennie secara sarkas lalu menyentak tangan Rose dan pergi dari sana.

"Eomma. Lili takut."lirih Lili membenamkan wajahnya di leher ibunya.

"Tenang sayang. Ada Eomma disini yang akan melindungi mu. "Jawab Jennie mengusap lembut kepala dan punggung Lili agar anak itu tenang dan tidak takut lagi.

"Rosie. Kau benar-benar keterlaluan."

-

-

-

Praang prang prang

"Arrgghh..."

"Kenapa jadi seperti ini?"

"Kenapa aku menyakiti nya?"

"Dasar bodoh , Rose bodoh bodoh bodoh."racau Rose memukuli kepalanya sendiri.

Dua hari telah berlalu sejak Jennie dan Lili datang berkunjung menemui Rose di Apartemennya. Dua hari itu pula Rose mencoba menemui Jennie di kediaman nya namun Apartment itu sudah kosong dan di jual oleh Jennie tanpa memberitahu siapa pun jika mereka akan pergi.

Rose sudah bertanya pada Jisoo dan lainnya namun mereka tidak tahu kemana Jennie membawa Lili pergi.

Rasa marah , kecewa , rindu , sedih dan merasa bersalah bercampur menjadi satu. Rose tak dapat mengontrol emosi nya yang sering meluap-luap saat tidak berhasil menemukan titik terang di mana keberadaan Jennie dan Lili berada saat ini.

Eomma ( Revisi )✔️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang