Bab 33

1.7K 302 10
                                    

Saat ini Rose hanya seorang diri. Hyeri pergi begitu saja setelah mendengar keputusan sepihak nya.

"Huft.. ! Pada akhirnya aku sendirian sekarang."

"Lisa..."

"Kapan kamu akan mengakui ku sebagai ibumu nak? Mammy sudah sangat menyesali perbuatan bodoh Mammy dulu. Mammy berharap suatu saat nanti kita akan berkumpul lagi sebagai sepasang ibu dan anak yang sebenarnya."

"Mammy merindukan mu sayang"

-

-

-

Apartment Jenlisa*

Lili memutuskan pergi ke kamar nya mencari gitar kecil pemberian Dokter Olaf nya bulan lalu sebagai hadiah karena dia sudah mau patuh akan larangan yang tidak boleh ia kerjakan.

"Semoga dengan begini Eomma akan memaafkan ku dan tersenyum kembali, meski aku sendiri tidak tau apa kesalahan ku padanya."lirih anak itu memandang sendu gitar kecil nya. Keluar dari kamarnya dan berdiri di dapan pintu kamar ibunya.

Tok tok tok

Ia ketuk terlebih dahulu pintu kayu itu agar ibunya mengetahui jika ia sedang berdiri di depan pintu saat ini.

"Eomma. Semoga dengan lagu ini kau bisa tenang kembali."gumam Lili pelan lalu mulai memetik gitar kecil nya

Teng teng teng teng 🎸

"Dengar lah Eomma. Hatiku remuk redang. Jika tak ada Eomma, menemani aku.."

"Dengar lah Eomma. Ku memanggil namamu. Di setiap malam ku, ku memikirkan kamu.."

"Aku sepi sepi sepi sepi jika tak ada Eomma"

"Aku sedih sedih sedih sedih, jika Eomma begini.."

"Dengar lah Eomma ku, jangan marah padaku. Tak mampu, jika ku tanpa mu..."

"Dengar lah Eomma ku. Hidup mati ku untuk mu. Ku mohon.. maafkan lah aku..."

Braak

Pintu terbuka dengan kasar dari dalam. Muncul lah Jennie dengan wajah merah padam mendorong tubuh mungil Lili ke tembok lalu mencekik lehernya kuat-kuat.

"E-Eomma uhuk uhuk"ucap Lili terbata-bata kesusahan berbicara dengan kondisi nya yang terancam bahaya seperti ini.

"Aku bukan ibumu. Aku hanya memungut mu dari tempat sampah, JADI BERHENTI MEMANGGIL KU EOMMA KARENA AKU BUKAN IBU KANDUNG MU LILI."Jennie tak dapat mengendalikan diri sendiri. Ia tidak sadar dengan apa yang ia lakukan saat ini.

Meski hati Lili begitu sakit mendengar jika ia ternyata bukan lah anak kandung Jennie. Tapi kasih sayang Lili terhadap ibunya jauh lebih besar dari apapun yang ada di Dunia ini.

"E-Eomma, ka-kau te tap  Eomma ku. Lili sayang Eomma.."Lili berucap dengan air mata yang menetes deras.

Jennie yang mendengar nya akhirnya sadar akan apa yang baru saja ia lakukan tadi. Tangan mungil milik nya bergetar hebat setelah melepas kan cengkraman tangannya dari leher Lili.

"A-apa yang ku lakukan? Apa yang ku lakukan AAARRGGHHHH..."Jennie kembali histeris memukul-mukul kepalanya sendiri.

Lili memandang sendu ibunya dengan nafas memburu kehabisan oksigen akibat perbuatan Jennie tadi. Setelah di rasa sudah lebih baik Lili merangkak memeluk erat tubuh ibunya sambil menghentikan pergerakan tangan Jennie agar tidak lagi menyakiti dirinya sendiri.

"Eomma.. , nan gwenchana. Atur nafas mu eoh?"Jennie mengikuti instruksi yang Lili bisikan di telinga nya.

Sesaat setelah kesadaran nya kembali ia membalas pelukan hangat itu dengan tak kalah eratnya.

"Hiks hiks mianhae-yo uri Lili. Mianhae-yo Eomma telah menyakiti mu nak."ucap Jennie penuh penyesalan di setiap air mata yang keluar dari pelupuk matanya

Lili tersenyum di balik punggung ibunya.

"Gwenchana Eomma. Rasa sakit ku tidak akan sebanding dengan apa yang Eomma rasakan selama ini."

"Eomma"panggil Lili melepaskan pelukan mereka lalu menangkup kedua pipi mandu ibunya agar menatap dirinya.

"Apa benar aku bukan anak mu?"tanya Lili berharap jika ibunya itu menggeleng bukti bahwa semua itu tidak benar. Namun jawaban ibunya membuat hati Lili semakin hancur berkeping-keping.

"Nde , Lili memang bukan anak kandung Eomma. Tapi kasih sayang Eomma melebihi apapun di Dunia ini sayang."

"Maaf karena tadi Eomma hampir membunuh mu. Itu karena Eomma belum bisa menerima fakta jika kamu adalah anak kandung dari mantan sahabat Eomma dulu."jujur Jennie. Ia akhirnya memilih menjawab dengan jujur dari pada terus-menerus menutupi siapa jati diri Lili yang sebenarnya.

"Apa Nyonya tadi adalah ibu kandung ku?"tanya Lili lagi dengan mata berkaca-kaca bersiap untuk segera menangis sebentar lagi.

Jennie mengangguk lalu menjawab sambil mengusap lembut kepala putri nya.

"Iya sayang, dia adalah ibu kandung mu. Meski Eomma  belum yakin seratus persen tapi sepertinya memang benar dia adalah ibu kandung mu sayang. Sekarang ! Setelah Lili mengetahui semuanya apakah Lili akan pergi meninggalkan Eomma?"

Tanpa ragu Lili menggeleng lalu memeluk kembali ibunya dengan erat.

"Tidak mau hiks. Lili tidak butuh ibu baru, ibu Lili cuma satu yaitu Eomma. Lili tidak mau pergi meninggalkan Eomma sendirian. Lili sayang Eomma..."

Jennie ikut menangis mendengar curahan hati Lili tadi. Ia membalas pelukan itu tak kalah kuat nya.

"Iya sayang iya. Lili tetap lah menjadi putri kesayangan Eomma. Eomma janji tidak akan membiarkan siapapun memisahkan mu dari Eomma. Eomma janji nak, Eomma janji."

Meski sekarang Lili mengetahui siapa jati dirinya yang sebenarnya. Pada akhirnya suatu hari nanti Lili akan tetap memilih dengan siapa ia akan tinggal.

                        Bersambung

Eomma ( Revisi )✔️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang