42. Marchisio Noble

79 7 4
                                        


Visualisasi Smith Marchisio

Ayah Alexa

Happy Reading Guys ~~

2024 hmm sekarang 2026
Halo semuanya vii di sini
Gak tau kenapa rasanya kangen sama dunia pernovelan. Meskipun cringe kali Vii baca sequel pertamanya hahahaha XD

Vii yang sekarang sudah lebih dewasa harusnya. Imajinasi namun make sense dan nyaman untuk di baca. Sometimes pas baca ulang kok cringe or oh ternyata boleh juga ya pemilihan diksiku.

Nah, I am here
Thank you for stay or keep reading my story.
Writing just hobby
Vii vacum karena sibuk kuliah sama nata hidup. Habis putus cinta rasanya kaya terlahir kembali. Meskipun kena author block yang parah banget kan ya sama 2 atau 3 bab sebelum bab ini kek gak make sense atau kurang bagus, or 2 bab ke belakang emang rumit gimana caranya perpisahan mereka biar masuk akal nyambung plus bikin pembaca esmosi 😅

Kalau sempat Vii bakal berusaha menyelesaikan apa yang udah vii mulai.

No promise but...

I'll do my best.

Thank you and I am so sorry.

~

~

~

Boneka pucat yang tampak manis. Begitulah pendapat Alexa terhadap dirinya sendiri ketika menghadap cermin. Gaun berwarna hitam dan merah menempel sempurna di tubuhnya. Tak lupa sepasang heels dengan warna senada turut di kenakannya. Kemewahan yang pernah ia nikmati di Eclipse Pack juga ia nikmati di Vampire Empire. Hanya saja perasaan dan hatinya yang berbeda dan tak akan pernah sama lagi.

"Memang seperti ini gadisku seharusnya terlihat." Ujar sebuah suara maskulin dari belakang Alexa. Beberapa pelayan memberi hormat dan memohon diri sebelum meninggalkan Alexa dan Pheron berdua saja.

"Kau terlihat sangat cantik." Pheron tersenyum seraya mengambil sejumput rambut Alexa dan menghirup aromanya dalam-dalam. Alexa melirik ke arah Pheron sekilas kemudian kembali menatap cermin dengan senyuman tipis.

'Aktingmu buruk sekali.' Arantine berkomentar. Tentu saja hanya Alexa yang dapat mendengarnya.

Alexa tau Arantine membencinya. Serigala putih itu tidak banyak bicara namun setiap perkataannya bagaikan pisau dingin yang menggores kulit setiap ia membuka mulut. Lebih menyedihkannya lagi baik Alexa maupun Arantine tau satu hal yang cukup fatal akibat meninggalkan Leon. Arantine akan menghilang lambat laun dan Alexa kehilangan penjaganya karena sejak awal seorang ratu sekalipun seharusnya memiliki kemampuan untuk bertarung. Sedangkan Alexa? Tekhnik dasar berpedang saja ia tidak tahu.

Dengan lembut Pheron menggandeng tangan Alexa membuat ia tersadar dari lamunannya. Hari ini Pheron akan memenuhi janjinya. Mempertemukan Alexa pada ayahnya sekaligus merupakan ayah dari tunangan yang tak pernah ia inginkan. Pheron sedikit terkejut pada mulanya. Namun Pheron merasa beruntung, bukan hanya mendapat gadis yang ia cintai namun Pheron juga dapat menghindari pertunangan dengan tanpa perasaan yang mungkin akan mengurung kebebasannya.

Mereka berhenti di sebuah mansion mewah yang di penuhi berbagai macam patung mulai dari manusia hingga binatang. Patung yang paling banyak ditemui adalah bidadari yang seolah-olah sedang membawa harpa atau sekedar vas dengan sayap besar yang terbuka lebar menampilkan karya seni yang begitu unik dan mendetail pada tiap ukiran bulu.

Angin dengan lembut berhembus memainkan surai gelap Alexa. Sinar matahari yang terasa hangat mampu menenangkan batin Alexa yang gundah gelisah sebelum pertemuan pertamanya dengan sang ayah setelah sekian lama.

Half Blood MateCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang