45. Fate

78 4 6
                                        

Happy Reading Guys ~

~

~

~

Author nulis part ini sambil dengerin instrumen ini. Siapa tau kalian suka. Biar nge feel aja gitu.

Alright enjoy~

~

~

Selimut putih menyelimuti kota. Kristal-kristal es beku yang dingin mengubur warna di kala kehampaan melanda. Seminggu telah berlalu. Namun masih segar dalam ingatan Alexa bagaimana Leon mengabaikan kehadirannya, langkahnya yang tenang, dan auranya yang mencekam. Dia telah benar-benar menghancurkannya.

Alexa berharap keputusannya tidak salah. Moon Goddess, pasti akan memberikan Leon pengganti dirinya secepat mungkin. Jika tidak, apakah Alexa harus menjemput kematiannya sendiri lagi dahulu agar Moon Goddess mengirim seseorang lebih cepat. Namun jika ia mengakhiri hidupnya, bagaimana dengan Pheron dan ayahnya. Bagaimana dengan Alex? Oh Alex.

Satu-satunya keluarga yang dimilikinya sebelum menemukan sang ayah. Jika Alex ada di sini, kira-kira apa yang akan ia ucapkan. Sebuah kekecewaan besar atau amarah yang meluap-luap mengingat dirinya juga meninggalkan Alex ke Eclipse Pack demi bersama Leon. Tapi kini, ia meninggalkan Leon.

Hidupnya, bukan sekedar miliknya sendiri. Kemarahan Siera yang meluluhlantakkan pesta pertunangannya juga fakta yang ia ungkapkan di hadapan para bangsawan tentang identitasnya sebagai seorang half membuat Pheron dan ayahnya harus berusaha keras meyakinkan kedua fraksi besar yang terang-terangan mengecam eksistensinya.

Pheromones Night dan Smith Marchisio. Seorang putra mahkota dan Duke utama di Vampir Empire sedang berusaha menstabilkan keadaan melawan seluruh fraksi. Half adalah mahluk tabu yang tidak seharusnya terlahir di dunia ini. Keadaan semakin memanas ketika Pheron menginginkan Alexa menjadi ratu kelak ketika ia mewarisi tahta. Smith juga berusaha melakukan yang terbaik untuk meyakinkan seluruh fraksi. Menggunakan jasa-jasa keluarganya di masa lampau demi melindungi putri yang belasan tahun tak dapat di temuinya. Smith tak ingin kehilangan Alexa untuk yang kedua kalinya.

Akibat keadaan politik yang memanas, Pheron dan Smith menjadi sangat sibuk dan istana tak lagi aman. Kini Alexa berada di mansion mewah milik Keluarga Marchisio demi keamananya. Setiap hari Alexa menghabiskan waktu dengan merenung, membaca buku, atau memandangi bagaimana api merubah kayu menjadi abu di kala musim dingin mulai mendekap hari.

"Alexa waktunya makan malam." Panggil Claudia sambil mengetuk pelan kamar Alexa.

Alexa tersadar dari lamunannya dan segera berjalan menuju pintu. Claudia di sana, ceria seperti biasanya. Meskipun merupakan saudara tiri, Claudia sama sekali tidak terganggu dengan kehadiran Alexa. Tidak memusuhi tapi juga tidak berusaha dekat meskipun sikapnya sangat ramah. Sangat berbeda dengan istri vampir ayahnya yang seharusnya ia sebut ibu tiri. Tatapan dingin dan meremehkan tak pernah absen bertengger di sepasang iris hitamnya ketika menatap Alexa.

"Aku tak begitu lapar. Bisakah aku melewatkan makan malam?" Tolak Alexa sesopan mungkin.

"Tidak bisa. Apa yang akan ayah dan yang mulia katakan nanti jika kau semakin kurus. Pokoknya ayo kita makan. Mom menghidangkan sup daging malam ini mengingat musim dingin semakin mencekik. Aku tak suka musim dingin. Aku jadi tak bisa bepergian lebih bebas untuk melihat-lihat patung." Balas Claudia cepat sambil menyeret paksa tangan Alexa.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 22 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Half Blood MateCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang