15 Milik

5.5K 133 1
                                    



HAPPY ENDING


H
A
P
P
Y


R
E
A
D
I
N
G




BIJAK DALAM MEMBACA SETIAP KALIMATNYA.......




..





"Hay Kak"
Salam Lista begitu sampai di depan pacarnya.

"Hay sayang"
Balas kenzo?, bukan tapi Riski yang membalas salam Lista

"Mau mati lo?"
Ucap Kenzo yang mendekat ke arah Riski dengan tatapan tajamnya.

Elvan langsung menghentikan pergerakan Kenzo,
"Sabar, cobaan cuy"
Elvan mengelus-elus punggung Kenzo untuk menenangkan Kenzo yang sedang dilanda kecemburuan.

"Elo juga"
Gavin menggerauk wajah Riski.
Merangkul Riski.

"Btw, itu siapa?"
Tanya Elvan yang menunjuk Lili.
Apakah dia penasaran dengan gadis imut itu?.

"Ini?"
Bukannya menjawab pertanyaan Elvan Fika malah kembali bertanya kepada Elvan.

Elvan mengangguk cepat,
"Ini namanya Liliyana, panggil aja Lili"
Ucap Fika memperkenalkan Lili, sedangkan Lili hanya bisa mengangguk.

"Kayaknya sih nih bungsu udah gede"
Ucap Riski berbisik, yang di anggukan oleh Gavin.

"Kalian belum mau pulang nih?"
Tanya Kenzo kepada teman-temannya.

"Ini mau balik"
Jawab Riski sedikit julit.
"Ohh iya, eneng-eneng pada pulang sama siapa?"
Sekarang dia malah bertanya kepada teman-teman Bella.

"Tadi kita ke sekolah masing-masing, jadi pulangnya juga masing-masing deh Kak"
Jelas Lista, tadi pagi mereka tidak datang bersama.

"Yah udah kalo gitu, mendingan kalian pulang bareng kita aja?"
Tanya Riski dengan sebelah mata yang berkedip.

"Mata, mata"
Ucap Gavin langsung menggerauk muka Riski yang sok kegantengan padahal kalau dilihat-lihat sepertinya dia lebih ganteng dari pada Riski.

"Ihh lu apaan sih?"
Riski menepis tangan Gavin yang ada di mukanya.
"Iya, lo bareng gue"
Ucap Riski menunju Fika.
"Lo bareng si Elvan"
Ucapnya lagi pada Lili, yang membuat Elvan salting.
"Nah lo bareng si batu, Rio"
Kini Rio yang terkejut dengan ucapan Riski,

"Lah terus gue sama siapa?"
Tanya Gavin yang tidak mendapat jatah membonceng cewek.

"Lo sama tas"
Jawab santai Riski.

"Bella mana?"
Suara yang jarang keluar itu tiba-tiba keluar, siapa lagi kalau bukan Bara.

Biasanya mereka selalu berempat, tapi sekarang. Yah memang berempat tapi Bella tidak salah satu di antara mereka.
"Tadi katanya mau ke toilet dulu"
Jawab Lista.

Bella memang sempat berpamitan untuk pergi ke toilet, sebelum mereka ke parkiran.

"Terus kalian mau ninggalin dia?"
Tanya Bara kembali kepada teman-teman Bella itu,
Suasana yang tiba-tiba mencekam karena suara Bara yang serak dan berat itu.

Fika menggeleng pelan
"Nggak Kak, tapi tadi itu, Bella yang nyuruh untuk pergi duluan"
Walupun takut Fika harus berani untuk menjawab pertanyaan Bara.

ALDEBARA [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang