32 Amarah singa

2.6K 66 0
                                    

HAPPY ENDING...

H
A
P
P
Y

R
E
A
D
I
N
G

Bijak yah dalam membaca setiap kalimat didalam cerita ini....

Ambil kebaikan didalamnya dan tinggalkan keburukannya di kolom komentar untuk memeberi tahu aku gimana untuk memperbaiki cerita aku.....

..

"Bella lo nggak kenapa-kenapa kan?"
Lagi. Bella hanya mengangguk, mulai dari mereka masuk ke kelas sampai sekarang ia hanya menunduk dan jika ditanya hanya mengangguk kalau bukan menggeleng.

"Aduhh...lo bikin kita bingung aja"
Fika menggaruk kepalanya yang gatal

"Bell, lo beneran nggak papa kan?"
Bella mengangguk lemah. Pikirannya masih dengan postingan itu. Bara bahkan tidak menjelaskan sama sekali soal postingan tadi.

"Bella!!!"
Sindi datang dengan berlari sekuat mungkin. Menghampiri Bella.

"Kenapa lo?"
Tanya Fika bingung.

"Kak....Kak Bara"
Sindi berbicara dengan dada yang naik turun membuat mereka tidak bisa mengerti apa yang ia ucapan.

"Kak Bara kenapa?"
Tanya Bella panik. Mungkin ada sesuatu yang terjadi kepada Bara.

"Kak Bara berantem sama pacarnya Aply....."
Bella dan ketiga temennya saling menatap. Mereka langsung berteriak histeris kala mendengar berita dari Sindi.

"Kak Bara berantem?"
Tanya ulang Fika. Berita Bara yang berkelahi di sekolah memang tidak asing lagi, tapi Bara tidak pernah berkelahi dan di saksikan oleh penghuni sekolah.

Sindi memutar matanya malas. Belum sadar dari tadi. Sudah tahu nanya lagi
"Iya. Ditanya lagi"

"Dimana?"
Tanya Bella langsung pada intinya.
Walupun di hatinya masih tersimpan rasa penasaran, tapi kondisi Bara sekarang yang terpenting.

"Dilapangan"
Bella segera berlari menuju ke lapangan setelah mendapatkan jawaban yang ia butuhkan untuk melihat secara langsung apakah Bara sungguh berkelahi.
ketiga temen-temennya juga mengikuti Bella berlari menuju lapangan.

Sampai di lapangan Bella menatap sekumpulan orang yang tengah mengerumuni sesuatu.
Bella langsung menerobos kerumunan itu dan melihat kedua laki-laki saling memukul. Tidak tidak, hanya Bara yang memukul sedangkan laki-laki yang satunya lagi hanya pasrah.

"Bell"
Bella menoleh ke samping, disana ada temen-temen Bara. Bella menghampiri segera mereka. Untuk bertanya.

"Kok malah diliat aja?"
Bella memandang mereka dengan tatapan tidak percaya, bisa-bisanya mereka hanya menonton perkelahian itu tanpa niat untuk melerai.

Bella yang berniat untuk melerai perkelahian Bara. Ia melangkah menghampiri Bara, tapi tangannya sudah di tahan oleh Gavin.
"Lo mau ke mana?"

"Mau ngelerai, kasian orang yang dipukulin Kak Bara"
Bella melihat orang yang tengah dipukul Bara. Keadaannya jauh dari kata baik-baik saja.

"Lo nggak ngeliat muka kita?"
Gavin menunjuk wajahnya yang lebam karena pukulan.

"Ini karena kita ngelerai Bara"
Ucap Gavin.
"Bara kalo lagi marah kayak singa."
Lanjut Gavin, tapi mereka sempat melerai perkelahian kedua laki-laki itu, tapi sih yang melerai, dia lah yang menjadi korban bongkahan menta Bara.

ALDEBARA [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang