30 Hubungan yang harmonis

2.7K 69 1
                                    



HAPPY ENDING...


H
A
P
P
Y

R
E
A
D
I
N
G



Bijak yah dalam membaca setiap kalimat didalam cerita ini....


Ambil kebaikan didalamnya dan tinggalkan keburukannya di kolom komentar untuk memeberi tahu aku gimana untuk memperbaiki cerita aku.....


..



"Bella lo bantuin kita dong"
Lagi dan lagi Bella hanya menggeleng.

"Iya. Bell, bantuin kita"
Sudah dari tadi Gavin dan Elvan membujuk Bella untuk makan tapi, Bella selalu menolak untuk makan. Dengan alasan "aku nggak laper Kak"

"Ayo dong Bell, tolongin kita"
Bella yang melihat temen-temen Bara yang memohon membuatnya lulu, tapi tidak semudah itu.

"Maksudnya?"
Bella bertanya dengan tatapan bingung.

Gavin memutar matanya jengah.
"Gini yah Bell, kalo lo nggak makan. Ini kita yang di iuntorokesi sama Bara"
Jelas Gavin.

Elvan menggerauk wajah Gavin.
"Intropeksi"
Ucapnya memperbaiki ucapan Gavin.

"Itu maksud gue"
Tadi mereka sudah diberi tahu Bella harus makan dan minum obat, jika mereka tidak bisa melakukan hal itu, pasti Bara akan memakan mereka.

Bella mengangguk cepat. Yang membuat mereka berdua tersenyum senang.
"Ini"

Bella mengambil makan itu, ia memang tidak telalu menyukai makanan rumah sakit, rasanya hambar.
Karena terlalu lahap memakan makanan itu mebuat Bara tersedak.
"Uhuk...uhuk"

"Mati"
Gavin langsung panik karena melihat Bella yang terserak sampai wajahnya memerah.
"Air bego"
Ia memukul pelan kepala Elvan.

"Ini rumah sakit juga nggak nyiapin aer"
Gavin mengerauk marah. Ini adalah rumah sakit terbesar di indonesia tepi air saja tidak ada. Wahh ngeri.

Sedangkan Elvan ia langsung mencari air minum di dalam pelastik. Setelah mendapatkan apa yang ia cari Elvan langsung memberikan kepada Bella.

Bella menatap ke depan, dengan kedipan mata yang terlihat imut.
"Gimana?"

Bella tersenyum lebar, lalu menggeleng ia tidak kenapa-kenapa, ia hanya terserak.
Gavin dan Elvan menghela nafas lega. Untuk Bella tidak kenapa-kenapa, ia bahkan kembali memakan makanannya. Jika Bella kenapa-kenapa. Mati mereka.

"Jangan ngomong ke Bara, kalau lo tadi keselek"
Gavin memperingati Bella untuk tidak memeberi tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Bella menatap Gavin bingung.
"Kenapa?"

"Bisa di bantas kita"
Ucap Gavin cepat dengan wajah yang sangat lucu.

Elvan kembali memukul lengan Gavin.
"Berantas!!. Bukan bantas"
Gavin memang tidak pernah benar dalam berbicara atau bagaimana.

"Yah udah kenapa sih?"
Bella tertawa keras melihat kakak kelasnya itu bertengkar. Sangat lucu, tapi kenapa mereka sangat ditakuti di sekolah.

"Iya tenang aja"
Bella membentuk tangan seperti lingkungan, yang bertanda tidak apa-apa.

ALDEBARA [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang