HAPPY ENDING...
H
A
P
P
YR
E
A
D
I
N
G
Bijak yah dalam membaca setiap kalimat
didalam cerita ini....
Ambil kebaikan didalamnya dan tinggalkan keburukannya di kolom komentar untuk memeberi tahu aku gimana untuk memperbaiki cerita aku.....
..
Sudah hampir 1 jam Bara ditangani oleh tim dokter diruang UGD.
Selama itu pula kekhawatiran melanda mereka yang terus memikirkan keadaan Bara. Bella dan temen-temennya juga sudah datang dan sekarang mereka sedang menunggu dengan orang tua Bara, menunggu kabar dari dokter yang menangani keadaan Bara.Ibu Bara terus menatap Bella, apakah ia salah melakukan hal ini. Bara kelihatannya sangat menyanyangi Bella.
"Keluarga pasien"
Ucapan yang mereka tunggu-tunggu dari tadi."Dokter. Gimana keadaan anak saya sekarang?"
Tanya Alex menatap dokter Iwan."Iya dok. Gimana keadaan anak saya, dia nggak papa kan?"
Kini giliran Andin yang bertanya. Mungkin ia akan merestui hubungan Bara dan Bella setelah Eli yang tidak mau dijodohkan dengan Bara karena melihat betapa Bara menyanyangi Bella. Dan Bara yang hanya akan tenang jika ada Bella disampingnya."Mungkin ini sudah saatnya saya membertahu keadaan Bara kepada kalian."
Orang tua Bara saling menatap tidak percaya. Kenapa dengan Bara.Bukan hanya orang tua Bara, tapi juga temen-temen Bara.
"Bara bukannya cuma sakit lambung bisa?"
Tanya Riski sedikit membisi"Iya. Gue ngiranya juga gitu"
Jawab Gavin yang juga membisik."Kenapa dengan anak saya dok?"
Tanya Alex lagi.Dokter Iwan menarik nafas panjang.
"Jadi Bara mengalami penyakit lambung keronis yang sudah sangat parah. Dinding lambung Bara sudah sangat tipis dan hampir bocor. Bara juga mengalami kegagalan di sekitar kepala belakangnya, yang membuat ia merasakan sakit yang luar biasa jika sudah kumat."
Penjelasan dari dokter Iwan yang membuat semua orang tercengang. Jadi Bara mengalami semua penyakit itu."Saya kira selama beberapa bulan ini keadaan Bara sudah hampir membaik itu karena Bara yang rajin terapi dan mengatur pola makannya, yang selalu ditemani oleh seorang gadis kecil yang selalu ada di samping Bara"
Lanjut Dokter Iwan yang membuat mereka menatap Bella yang duduk di kursi tunggu depan ruangan Bara.Ia tidak perlu mendengar semua keterangan dari dokter Iwan, ia sudah tahu semua yang terjadi pada Bara.
"Kak Bara. Aku nggak mau kakak sakit"
Gumam Bella di selah-selah tangisannya."Tapi sekarang keadaan Bara sangat memburuk. Bahkan bisa dikatakan Bara kritis sekarang"
Ucapan dokter Iwan lagi.Pecah sudah tangisan Andin, anaknya dalam keadaan yang tidak baik-baik saja, dan ini semua karena kesalahan dia. Betapa buruknya dia sebagai seorang ibu.
"Bara. Maafin bunda. Bunda nggak mau kehilangan kamu"
Ucap Andin yang terus menangis.

KAMU SEDANG MEMBACA
ALDEBARA [END]
Teen FictionFOLLOW DULU SEBELUM BACA 15+ MENGANDUNG KATA KASAR DAN AKSI KEKERASAN Ini cerita pertama aku mohon di maklumi jika ada kata yang salah. dan mohon dukungannya agar aku bisah menulis dengan lebih baik lagi _disaat kehadiranmu tidak aku sadari_ ALDEB...