HAPPY ENDING.....
H
A
P
P
YR
E
A
D
I
N
GBIJAK DALAM MEMBACA SETIAP KALIMATNYA.....
..
"Maaf udah nggak nepatin janji kakak kemarin"
Ucapan dari seorang yang dari tadi hanya menutup matanya. Kini mata itu kembali terbuka, mata yang Bella rindukan. Walaupun suara Bara yang terkesan serak, mungkin karena baru bangun.Tangan Bara memegang tangan Bella yang ada di atas tangannya."Di maafin nggak ini?"
Tanya Bara, menatap wanita yang sangat ia sayangi. Gadisnya, sebenarnya ia tidak mau gadis ini tahu kondisinya sekarang, tapi mau bagaimana lagi sekarang.Bella menangis kuat, harusnya ia senang Bara sudah bangun,dan minta maaf seperti yang diinginkan Bella, lalu kenapa gadisnya ini menangis?
"Eeeh, kok malah nangis?"Entah kekuatan dari mana tangannya yang semua sangat susah untuk digerakkan tiba-tiba terangkat menghapus air mata Bella.
"Nggak usah nangis, nanti cantiknya hilang"
Ucap Bara untuk menenangkan Bella, dadanya sakit, bukan karena efek samping racun yang ada di tubuhnya, atau karena tusukan di pinggangnya ini, tapi karena melihat gadis yang ingin ia jaga sepenuh hati menangis, dan itu karena dia."Cantiknya kakak nggak boleh nangis, harus kuat"
Bara tersenyum tulus, ia bahagia kini dapat melihat wanita cantik ini, tapi kenapa ia harus menangis."Kakak pasti sakit yah,?"
Tanya Bella dengan isakan tangis yang masih terdengar sendu.Bara menggeleng cepat.
"Nggak,kakak udah bisa kayak gini, jadi tenang aja, nggak usah nangis lagi okey"Walaupun sebenarnya tubuhnya masih sangat sakit, belum lagi penyakitnya yang semangat parah.
Rasanya seperti ia ingin pergi dari dunia ini, tapi ia sudah menemukan gadisnya, dan itu adalah alasan ia untuk tetap bertahan, dan sekarang ia harus menyerah itu tidak akan mungkin."Tapi itu lukanya?"
Tanya Bella menusuk pelan luka Bara, luka itu dibiarkan untuk terbuka sedikit, jadi kelihatan luka Bara.Bara terkekeh pelan melihat tingka gadis ini, kenapa dia sangat imut,
"Ahh""Hahh, Bella takut, sakit yahhh?"
Bella panik saat Bara berteriak, apa kondisi Bara tidak baik-baik saja."Hahaha"
Bara tertawa puas saat melihat wajah Bella yang panik, sungguh sangat imut."Ihhh, kakak, ngagetin aja"
Ucap Bella dengan bibir yang sedikit dimajukan."Aghhrr"
Kali ini benar, tangan Bella tanpa sengaja memukul perut Bara yang terdapat luka itu."Haa, maaf, Bella nggak sengaja"
Ucap Bella cepat."Iya,agak sakit sihh, nggak mau ditiupin gitu?"
Tanya Bara iseng.Diam, Bara terdiam saat Bella benar-benar meniup lukanya, nafas Bella yang dingin menyentuh kulitnya membuat Bara tenang, tangannya perlahan naik menyentuh rambut Bella yang tergerai.
Bella mengalikan pandangan matanya menatap Bara,
"Udah nggak sakit lagi?"
Tanya Bella imut.Masih dengan tangan yang menempel pada rambut Bella, sesekali mengelusnya pelan, ini kali pertama Bara menyentuh rambut perempuan.
"Iya, udah nggak sakit lagi kok"

KAMU SEDANG MEMBACA
ALDEBARA [END]
Teen FictionFOLLOW DULU SEBELUM BACA 15+ MENGANDUNG KATA KASAR DAN AKSI KEKERASAN Ini cerita pertama aku mohon di maklumi jika ada kata yang salah. dan mohon dukungannya agar aku bisah menulis dengan lebih baik lagi _disaat kehadiranmu tidak aku sadari_ ALDEB...