47 Ini Akhir Cerita?

5.5K 75 1
                                    

HAPPY ENDING...

H
A
P
P
Y

R
E
A
D
I
N
G

Bijak yah dalam membaca setiap kalimat
didalam cerita ini....

Ambil kebaikan didalamnya dan tinggalkan keburukannya di kolom komentar untuk memeberi tahu aku gimana untuk memperbaiki cerita aku.....

..

"Ini kalo sih Bara bangun yang jelasin lu yah"
Ucap Gavin yang menatap Bara.

Semenjak kejadian itu, Bara belum juga sadar, luka dikepalanya sangat besar, Bara juga mengalami koma selama dua minggu. Dan sampai sekarang Bara belum juga membuka matanya.

"Kenapa gue lu aja"
Jawab Riski menggeleng cepat.

"Gua takut"
Ucap Gavin tak kalah cepat.

"Ya lu kata gue nggak takut"
Ucap Riski tetap menggeleng.

"Bara percaya nggak?"
Tanya Kenzo menatap temen-temennya.

"Kasian sih Bara"
Ucap Elvan memandang Bara.

***************

"Bella"

"Bella"
Panggil Bara mencari keberadaan Bella

"Nggak. Jangan dia. Bunuh gua. Bunuh
gua!!. Tapi lepasin dia"

Ucap Bara memegang kaki Hendra. Seperti bersujud.

"Gua mohon. Jangan dia"
Ucap Bara, kepalanya sudah seperti mati sekarang, jadi ia yakin ia akan mati juga. Jadi lebih baik ia mati demi Bella.

"Kalo begitu baik"
Ucap Hendra mengarahkan pistolnya ke arah Bara

Dorr.

Dorr.

Bara tersungkur di lantai saat seorang tubuh melindunginya.
"Bella?"
Ucap Bara menatap Bella yang telah melindungi dia.

"Kenapa. Kamu kepada ngelindungin kakak?"
Tanya Bara menatap Bella yang ada di pangkuannya sekarang.

"Aku nggak mau kakak pergi."
Ucap Bella dengan lemah.

"Nggak. Nggak jangan pergi"

"Aku minta maaf kalo ada salah. Aku mau kakak bahagia"
Ucap Bella menutup matanya dengan perlahan.

"Bella"
Ucap Bara menggoyang-golongan tubuh Bella.

"Bella!!!!"
Teriak Bara memeluk Bella.

*****************

"Bella"
Gumam Bara dengan mata yang masih tertutup.

"Nah. Itu belum bangun aja udah di panggil-panggil"
Ucap Gavin menatap Bara yang terus memanggil nama Bella.

"Bella. Kamu dimana?"
Tanya Bara tetap dengan mata tertutup.

"Bella!!"
Teriak Bara begitu ia sadar, pikiran mengarah pada kejadian itu.
Disaat Bella menyelamatkan dia dan menyuruh Bara untuk selalu bahagia walaupun tidak ada dia disamping Bara.

"Bella?. Mana Bella?"
Tanya Bara menatap temen-temennya.

"Bella"
Ucap Kenzo gugup, apakah mereka harus memberi tahu yang sebenarnya.
Tentang apa yang terjadi dengan Bella, setelah dua peluru berhasil mengenai tubuhnya.

"Bella kenapa?. Dimana dia?"
Tanya Bella mencengkram kuat baju Kenzo, karena Kenzo yang ada di dekat Bara.

"Bella dia, udah nggak ada"
Ucap Kenzo menutup matanya.

Bara menatap Kenzo bingung
Bughh.....
Satu pukulan mendarat tepat di pipi Kenzo.
"Ngomong apa lu?"

"Kalian semua bohong kan? Ngomong dimana Bella!!"
Tanya Bara menatap semua teman-temannya.
Tapi mereka semua diam tidak memberikan jawaban.

"Iya Bar, Bella udah nggak ada, setelah dua peluru yang tepat mengenai dada Bella"
Jawab Rio yang menahan Bara.

"Nggak. Nggak. Bella nggak mungkin ninggalin gua!!"
Ucap Bara yang sudah jatuh di lantai, kepalanya kembali mengeluarkan darah, belum lagi infus yang telah terlepas dari tangannya.

"Udah Bar, Bella nyuruh lu buat selalu bahagia"
Ucap Gavin menatap Bara.

"Lu nyuruh gue bahagia, dimana kabahagiaan gua ninggalin gue buat selamanya?"
Tanya Bara menatap mereka.

"Gimana caranya buat gua bahagia?"
Tanya Bara lagi.

"Bara"
Panggil Andin menatap anaknya yang tersungkur di lantai.

"Bunda. Bella masih ada kan?. Dia nggak mungkin ninggalin Bara kan Bun?"
Tanya Bara memeluk bundanya.

"Kamu yang sabar ya sayang. Ini semua untuk takdir kamu"
Ucap Andin mengelus pundak Bara.

"Yah. Ini caranya?"
Tanya Andin menatap Alex.

"Semoga ini cara yang terbaik"

"Nggak. Ini nggak mungkin!!!"
Teriak Bara memberontak di dalam pelukan bundanya.

Kini hidupnya benar-benar hancur, orang yang paling ia sayang, orang yang paling mengerti dengan keadaannya, telah pergi. Mengingkari janjinya dulu untuk selalu bersama.

Bara menatap hampa tanpa arah. Kenapa hidupnya seperti ini?
Kenapa Tuhan tidak pernah mengijinkan dia untuk bahagia dengan gadis yang sangat ia cinta.

"Gua hancur Bella. Kakak hancur sekarang tanpa kamu. Kakak mohon kembali sama kakak"
Pinta Bara menangis, seorang Bara laki-laki yang sangat ditakuti ini menagis hanya karena seorang gadis lugu.

"Kalo benar kita jodoh. Maka perahu akan berlabuh di dermaga yang memang miliknya"

"Bella!!"

*************

Dengarkan aku wahai sayangku, dengarkanlah isi hatiku, hanya kamu semangat hidupku hanya kamu.

Satu pintaku pada dirimu, tempatkanlah indah namaku dihatimu sebagai kekasihmu yang tak pernah sirna.

Tak ada sungguh tak ada, seseorang yang bisa menggantikanmu sampai kapanpun tak ada.

Kaulah yang terakhir bagiku, engkaulah hidup dan matiku, jiwa dan ragaku untuk mu aku sangat menyayangimu.

Ijin kan aku memelukmu, aku takut kehilanganmu tak bisa hidupku tanpa mu karena kamulah.

Terang dalam gelapkuu....

Selamat istirahat, peri kebahagiaanku.

ENDING...........


Tekan votenya bisa kali..😅

Jangan lupa komentar yang banyak.....

❤❤❤❤❤

Maaf jika ada kesamaan tokoh-tokoh, kejadian,keadaan yang terdapat didalam cerita aku.

FOLLOW JUGA AKUN AKU 😁😁😁

Ayu. miwit...



ALDEBARA [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang