13 | teror.
Nama Kim Taehyung dan Brianna Wilson menduduki peringkat pertama di semua portal berita pagi itu. Foto mereka—berpelukan di sebuah hotel—tersebar tanpa jeda. Dan seperti biasa, publik langsung jatuh cinta pada cerita yang salah.
Banyak yang membicarakan betapa serasinya mereka berdua yang sama-sama memiliki pengaruh besar di kalangan anak muda. Si pria selain tampan, juga dikenal sebagai aktor yang memiliki citra positif. Lalu wanitanya berkarir dalam dunia investasi yang sukses membantu ribuan bisnis kecil bergerak maju. Keduanya nyaris tak ada yang menentang, kebanyakan orang mendukung berita baik tersebut.
Jauh dari apa yang ramai dibicarakan, ternyata sang pelaku utama menyangkal dengan tegas. Bukan hanya berita tersebut tidak benar, melainkan juga ia sangat tidak suka diekspos terlalu luas. Mengingat ia memiliki masa lalu yang cukup menekan hidupnya, ia takut bila ada beberapa orang lagi mendatanginya dan menagih hutang perihal kasus bangkrutnya perusahaan sang ayah. Sudah bertahun-tahun ia bersembunyi dan dapat bernapas lega karena berhenti diusik oleh tanggungjawab yang tidak seharusnya ia tanggung.
Langkah kakinya buru-buru memasuki gedung agensi. Zachary berhasil membuat janji temu dengan salah satu tim manajemen Taehyung meski awalnya sulit. Seraya terus mengikuti Zachary yang memimpin jalan didepan, Hemi melewati beberapa ruangan. Tak heran beberapa karyawan di sana sempat menaruh atensi yang semakin membuat mereka percaya bahwa berita itu benar ketika melihat langsung kekasih aktor andalan mereka datang berkunjung.
Lalu Hemi tak sadar sebuah tangan tiiba-tiba menarik tubuhnya hingga ia pun limbung masuk ke dalam salah satu ruangan yang dilewati. Zachary tidak tahu bahwa sang direktur sudah tak mengikutinya lagi.
Lekas bibirnya dibekap ketika ia hendak berteriak meminta tolong, tepat didepan matanya Taehyung memberi isyarat agar Hemi diam. Saklar lampu yang berada di balik tubuh lelaki itu ditekan sehingga Hemi dapat melihat dengan jelas sosok Kim Taehyung di sana.
"Apa yang kau lakukan?!" Hemi meredam suaranya namun tetap terdengar jengkel.
"Maaf sudah mengagetkanmu," Taehyung melepas jaket hitamnya seraya melanjutkan, "Aku tidak tahu harus berbuat apa agar kau tidak menemui manajerku dan menyangkal berita itu."
Hemi tidak segera merespon, ia memilih memperhatikan lelaki itu yang berjalan mendekat sebuah bangku bundar dengan deretan kursi mengelilinginya. Ada layar proyektor didepannya membuat Hemi menduga bila ruangan ini sering dipakai sebagai tempat pertemuan kecil atau diskusi sejenisnya.
Lalu ia pun mengambil tempat duduk disamping Taehyung dan mulai menyuarakan rasa penasarannya. "Kenapa kau lakukan ini? Jelas-jelas kita tidak punya hubungan apapun, Kak. Kenapa bisa-bisanya kau membenarkan berita itu?"
"Aku butuh bantuanmu," ungkap Taehyung. "Dan, hanya ini cara satu-satunya."
Hemi mengernyit semakin penasaran namun ia lebih banyak merasa kesal. "Aku tidak peduli. Jelas, aku keberatan apalagi kau tidak bicara padaku lebih dulu dan main mengiyakan saja!" Hemi tidak terima dan ia membalas lagi, "Kau tahu, aku tidak suka bila hidupku jadi kosumsi publik. Jadi apapun masalahnya, aku ingin berita itu harus segera dihilangkan."
"Aku mohon padamu...." Taehyung tanpa aba-aba menggenggam tangan Hemi diatas meja sembari menatapnya lekat, "Percuma juga kau bicara pada manajerku, mereka tidak akan mendengarkanmu."
"Kenapa mereka tidak mau dengar? Jelas saja mereka harus tahu bahwa aku sangat keberatan."
"Kau harus lihat ini."
Taehyung mengambil remote guna menyalakan layar proyektor hingga menampilkan layar penuh berisi berbagai judul berita yang telah dikumpulkan menjadi satu halaman.
KAMU SEDANG MEMBACA
After Fallin'
FanfictionSequel of Fallin' All In: AFTER FALLIN' "After fallin', my time stops, my sun doesn't rises & sets, and my season stops changing." --- Tak butuh ujung belati atau moncong pistol tertuding baik didepan jantung maupun pelipis untuk membuat seseorang...
