chapter 34

33 2 0
                                        

34 | aku tidak akan lari lagi.

Keributan terjadi usai beberapa jam kemudian asisten Harry dilarikan ke rumah sakit

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Keributan terjadi usai beberapa jam kemudian asisten Harry dilarikan ke rumah sakit. Belum ada kabar apa pun mengenai kondisinya, Hemi sudah menyaksikan pamannya itu nampak sibuk mengemas barang-barang serta beberapa dokumen penting ke dalam sebuah koper seolah sedang berencana melarikan diri. Bertepatan dengan berita tadi pagi, Harry semakin menggila dalam ruang kerjanya dan tak luput beberapa perabotan menjadi korban pelampiasan hingga Hemi pun hanya bisa tinggal diam.

Tak ada yang mau menjelaskan tentang apa yang tengah terjadi, baik Bibi Kim maupun Arlo sekali pun. Mereka tiba-tiba saja datang ke kamar dan menyuruh Hemi ikut berkemas dalam kebingungan luar biasa. Bahkan saat Hemi merebut sebuah tiket pesawat yang hendak diserahkan kepada Harry, ia menemukan bahwa pria itu akan terbang menuju Australia. Hal itu mengundang tanda tanya besar sehingga kini Hemi menatap Harry menuntut akan sebuah penjelasan.

"Kau pernah bilang bahwa kau dilarang pergi ke sana." Hemi mengingat jelas saat Harry menceritakan bahwa pria itu telah dideportasi dari negara kelahirannya karena campur tangan Greg Berlvara. "Lalu untuk apa kau datang?"

"Aku tidak bisa tinggal diam disaat seluruh bisnisku diambang kehancuran," balas Harry. "Selama ini aku sudah cukup berbaik hati mau mendengarkan rencana omong kosong Gerald sialan itu yang nyatanya malah membuatku berada di ujung jurang."

"Apa ini ada hubungannya dengan berita pagi tadi?"

"Dengar, anak buah ayahku telah menemukanku dan menyabotase kapal penyelundupan milikku hingga tertangkap basah. Itu artinya dia sedang memberi peringatan bahwa sebentar lagi sesuatu yang besar akan terjadi."

Harry menjelaskan dengan menggebu-gebu disaat Hemi masih berusaha mencerna semua kalimatnya itu hingga tanpa disadari pria itu memberi isyarat kepada anak buahnya agar segera membawa Hemi pergi juga dengan atau tanpa izin wanita itu.

"Cepat bawa dia masuk ke dalam mobil," perintahnya terang-terangan kepada dua orang anak buah yang telah berada di kedua sisi Hemi.

Hemi yang belum memahami situasi di sekitarnya kebingungan dan berteriak memaksa dilepaskan kendati Harry bersikap tak acuh dan sibuk dengan urusannya. Keadaan semakin kacau kala Hemi mulai menyadari bahwa pamannya itu telah mengingkari kesepakatan yang telah dibuat dan hendak membawanya terbang ke Australia untuk diserahkan langsung kepada Greg Berlvara sebagai jaminan. Jika semua itu benar, Hemi sungguh akan membalas Harry bagaimana pun caranya.

"Lepaskan aku!" Hemi berusaha melepaskan diri saat diseret paksa keluar dari rumah. "Bibi Kim, tolong aku!"

Baik Arlo maupun Bibi Kim tidak bisa melakukan apa pun sebab keduanya dalam keadaan ditodong sebuah senapan agar tak bisa berkutik. Keadaan rumah sudah bagai sebuah tragedi penculikan disaat salah satu yang menyeret Hemi pun menodongkan pisau lipat di lehernya hingga ia tak dapat membela dirinya sendiri. Bergerak sedikit saja, benda tajam itu dapat langsung menembus nadi.

After Fallin'Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang