Sequel of Fallin' All In: AFTER FALLIN'
"After fallin', my time stops, my sun doesn't rises & sets, and my season stops changing."
---
Tak butuh ujung belati atau moncong pistol tertuding baik didepan jantung maupun pelipis untuk membuat seseorang...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jungkook mengernyit dalam tidurnya ketika merasakan sosok samar muncul di tempat asing. Kali ini mimpinya terasa begitu nyata. Terdengar jelas suara tembakan sampai membuat bulu kuduk meremang. Semilir angin berhembus menerpa surainya. Dahan pohon di sekelilingnya bergerak pelan. Teriakan seseorang menyerukan nama membuat Jungkook semakin tenggelam dalam alam bawah sadarnya.
"Kau harus lebih kuat jika ingin masuk ke dalam kehidupan seseorang yang sudah lama disakiti terus-menerus," ucap sosok pria itu, wajahnya terlihat kabur. Namun suaranya begitu nyata dan dekat dengan Jungkook. "Sebab orang yang memiliki luka dalam akan membebankan seluruh rasa sakitnya kepadamu-entah sadar atau pun tidak."
Pria itu tersenyum lebar saat seseorang berhasil membawa hasil buruan ke hadapannya. Seekor rusa bersimbah darah membuat Jungkook kontan mundur selangkah. Pria asing itu menyodorkan senapan kepadanya tanpa di duga.
"Kau juga harus siap dengan segala risiko jika tetap ingin mempertahankannya." Jungkook perlahan menerima senapan tersebut bersamaan dengan kilatan memori lain muncul. Ia merasa pernah di hadapkan pada situasi hendak ditembak. Kendati, suara pria itu terdengar lagi, "Kau tahu kenapa dia selalu lari dan sulit dibuat luluh atas rasa cintamu?"
Jungkook menggeleng pelan.
"Karena setiap kali dia percaya pada seseorang, orang itu selalu pergi atau mengkhianati," beritahunya seraya mengelus kepala rusa yang telah mati itu. "Maka baginya kepercayaan di atas segalanya. Dan, itu pula yang mengharuskanmu lebih kuat dari lelaki manapun karena sama saja kau siap menerima beban yang Lasandra pikul."
Angin kembali berhembus, sosok itu bangkit berdiri usai menyuruh anak buahnya menyingkirkan rusa itu. Ia tersenyum seraya menyentuh pundak Jungkook pelan.
"Aku tahu dan aku percaya, kau mampu menggantikan posisi ayahnya maupun aku suatu saat nanti. Jadi ini kesempatan terakhirmu untuk memikirkan kembali keputusanmu itu."
Jungkook terdiam, menelan ludah. Mendadak jantung berpacu dengan cepat. Hingga detik selanjutnya ia menjawab dengan begitu yakin.
"Tidak perlu, aku sudah sangat yakin menikahinya."
Pria itu tertawa pelan. Tawa hangat yang entah kenapa membuat dada Jungkook terasa sesak. "Kalau begitu...." tiba-tiba kabut di wajah pria itu sedikit menyingkir. "Jaga dia baik-baik, Jeon Jungkook."
Sesaat kemudian dunia seakan runtuh dan Jungkook disedot ke dalam dimensi lain. Bercampur antara mimpi dan bayangan mengenai orang-orang bertepuk tangan, terlihat penuh haru menyaksikan dua orang berdiri di atas altar. Kemudian pemandangan itu secepat kilat berubah menjadi tempat penuh dengan suara tembakan bergema saling menyahut. Angin berembus kencang dan sebuah nama terdengar diteriakkan tidak begitu jelas. Tergantikan oleh kabut datang membawa kabur seluruh mimpi, menghantarkan Jungkook kembali pada kenyataan dengan kondisi terengah-engah.