Sequel of Fallin' All In: AFTER FALLIN'
"After fallin', my time stops, my sun doesn't rises & sets, and my season stops changing."
---
Tak butuh ujung belati atau moncong pistol tertuding baik didepan jantung maupun pelipis untuk membuat seseorang...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
35 | Selamat datang di Lembah Utara.
°
Bertahun-tahun meninggalkan tanah kelahirannya, Hemi tak menyangka akan kembali ke titik semuanya bermula. Tak banyak yang berubah. Dari udara, pemandangan, kesibukan bahkan aroma khasnya masih sama. Itu menimbulkan ingatan masa lalu yang menyeruak mengisi seluruh isi kepala. Kenangan masa kecilnya, ayah dan ibu, setiap momen bahagia. Kini nampak terasa miris. Tidak ada kehangatan yang timbul saat mengingatnya, melainkan sesak dan nyeri yang menyayat setelah kebenarannya terungkap.
"Ayo, dia sudah menunggumu."
Tidak ada lagi sedikit pun keraguan ketika Hemi mengambil langkah mengikuti Harry di belakangnya. Pria itu menjemput setelah Hemi mengabari sudah tiba di bandara. Padahal sebelumnya ia bersikukuh tidak akan mengikuti Harry lagi, namun sebuah desakan yang tak bisa ia tolak pada akhirnya mendorong Hemi datang menyusul.
"Kau dilarang mendekati putraku sebelum semua masalahmu selesai."
Kalimat itu yang terus menemaninya di sepanjang perlajanan menuju Lembah Utara-serta alasan utama Hemi memilih kembali. Kali ini bukan bermaksud meninggalkan Jungkook lagi, melainkan apa yang dikatakan Jeon Misu memang benar. Ia harus menyelesaikan semuanya jika tak ingin membuat orang-orang di sekitarnya terluka.
"Kau jangan bertindak sejauh ini." Jisoo saat tiba di rumah sakit mencoba memahami keadaan, meski tak bisa dimungkiri dirinya sendiri pun syok mendengar apa yang sudah menimpa pada putra bungsunya itu.
"Kali ini aku tidak akan goyah lagi," balas Misu nampak begitu tegas menatap istrinya, "Terakhir kali aku menuruti ucapanmu, lihat apa yang terjadi pada putra kita? Dia bahkan tidak akan bisa mengingat keluarganya lagi."
Jisoo termangu, tak mampu menjawab. Bahkan mungkin sudah tak menemukan alasan lagi untuk membela Hemi, mengingat kenyataan bahwa dia-lah yang menjadi penyebab putranya seperti ini.
"Sudah kubilang, masalah keluarga gadis itu sangat membahayakan Jungkookie. Tapi kau tidak pernah mau tahu," Misu terus menyuarakan isi kepalanya tanpa peduli seseorang yang sedang dibicarakan ada di depan matanya, "Kebahagiaan mana yang kau maksud disaat kondisinya jadi seperti ini? Jungkookie bukan tameng yang bisa melindungi semua orang-"
"Iya, dia bukan tameng. Tapi sedari dulu kau bahkan memperlakukannya seperti itu untuk Jungwoo bahkan kita semua," potong Jisoo cepat.
"Kumohon, hentikan." Hemi menginterupsi perdebatan yang semakin memanas di hadapannya dan ia tidak menyukai fakta bahwa dirinya yang menjadi alasannya. "Aku akan menjauh sampai benar-benar semua masalahku selesai."
"Tapi, Nak...."
Hemi menatap Jisoo lurus, ia tidak akan mendengarkan apa pun sebab baginya pendapat Misu benar adanya. "Aku juga tidak bisa melihat Jungkook terluka karena diriku, Bibi. Jadi kumohon, jaga dia sampai aku kembali."