Sequel of Fallin' All In: AFTER FALLIN'
"After fallin', my time stops, my sun doesn't rises & sets, and my season stops changing."
---
Tak butuh ujung belati atau moncong pistol tertuding baik didepan jantung maupun pelipis untuk membuat seseorang...
AFTER FALLIN' "After fallin', my time stops, my sun doesn't rises & sets, and my season stops changing."
°
Fanfiction by meiverse
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
°
"Breaking news—Pewasat KA97 dengan rute penerbangan Seoul-Sydney yang dinyatakan hilang kontak 3 tahun lalu dan ditemukan tenggelam di Laut Cina Selatan. Dini hari setelah tim SAR melakukan pencarian, pada akhirnya dinyatakan bahwa seluruh penumpang tidak ada yang selamat...."
.
Suara siaran ulang dari kanal berita YouTube itu dihentikan kala pemilik ponsel melihat hujan pertama turun mengguyur kota San Fransisco siang itu. Hening dan sunyi, jadwal seminar sebagai pengganti kuliah umum masih tersisa tiga puluh menit lagi. Ia berdiri di ujung koridor dan perhatiannya teralihkan sesaat pada seorang gadis bersurai ash grey yang sibuk sendiri dengan rambutnya basah.
Dari postur tubuh serta gerakan yang dilakukan, ia mengernyit merasa tidak asing. Lantas bersama rasa penasaran serta keyakinan yang melambung tinggi, pun mengambil langkah lebih lebar semakin mendekat. Ia hanya ingin memastikan bahwa presensi yang sedang berteduh dari guyuran hujan tersebut merupakan seseorang yang banyak dicari semua orang selama 5 tahun ini.
Sementara yang sedang diperhatikan tak peduli lagi dengan rambutnya yang basah pun mulai sibuk memasukkan kembali barang-barangnya ke dalam tas, tidak menyadari akan kehadiran seseorang didekatnya. Hingga tepukan pelan pada pundak membuat gadis berambut ash grey itu berhenti sejenak hanya untuk menoleh.
Ditemukannya seorang gadis berambut pirang yang kontan bergeming di tempat dengan bola mata sedikit melebar. Barangkali sama terkejutnya dengan dirinya yang butuh waktu untuk mencerna pemandangan di depan mata. Hingga suara gadis pirang itu terdengar, waktu seolah berhenti.
"Kau ... masih hidup, Hemi? Tidak mungkin...."
Gadis yang dipanggil Hemi itu tidak langsung menjawab. Ia hanya menatapnya—seperti seseorang yang mengenal nama itu, tapi tidak yakin apakah itu masih miliknya.[]
|||
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ini adalah karya fiksi dan ditulis hanya bertujuan untuk hiburan. Nama, karakter, bisnis, tempat, acara, dan insiden adalah imajinasi penulis atau digunakan dengan secara fiktif. Setiap kemiripan dengan orang yang sebenarnya, hidup atau mati, atau peristiwa nyata adalah murni kebetulan. Buku ini tidak dimaksudkan sebagai penggambaran nyata dan akurat dari karakter hidup yang digunakan.
Tidak ada bagian dari publikasi ini yang boleh direproduksi, didistribusikan, atau ditransmisikan dalam bentuk apa pun atau dengan cara apa pun, termasuk fotokopi, rekaman, atau metode elektronik atau mekanis lainnya, tanpa izin tertulis sebelumnya dari penulis.