chapter 41

31 5 0
                                        

41 | hiduplah lebih lama bersamaku



Suara pintu besi bergeser memenuhi ruangan kunjungan yang begitu sunyi. Hanya dipisahkan kaca tebal dengan sebuah telepon di masing-masing sisi. Harry Berlvara memasuki ruangan dengan seragam tahanan yang membuat tubuhnya tampak jauh lebih rapuh dibanding pria yang dulu selalu berdiri dengan penuh wibawa. Rambutnya sudah dipenuhi uban, wajahnya jauh lebih kurus daripada terakhir kali Hemi melihatnya. Tatapan pria yang dulu begitu ditakuti kini hanya menyisakan kelelahan. Begitu melihat Hemi, bibir Harry membentuk senyum kecil.

"Kau benar-benar datang."

Hemi duduk tanpa mengalihkan pandangan. "Aku pernah bilang ini akan jadi pertemuan terakhir."

Harry memandang wajah Hemi beberapa saat dengan sorot mata yang sulit diartikan. "Ternyata kau memang sangat mirip ibumu."

Hemi tersenyum kecil. "Banyak orang bilang aku lebih mirip ayah."

Harry mengembuskan napas pelan. "Syukurlah." Hemi sedikit mengernyit saat Harry menundukkan kepala dan berucap, "Karena Gerard adalah pria yang jauh lebih pantas untuk ditiru."

Beberapa saat Hemi bungkam hingga ia pun kembali membuka suara dengan langsung melayangkan inti tujuan dirinya kemari. "Kenapa memutuskan menyerahkan diri?"

Harry sudah menduga pertanyaan itu akan datang. Ia mengusap kedua telapak tangannya yang kini mulai keriput. Ruangan kembali sunyi. Ia memandang kedua telapak tangannya yang kini dipenuhi bekas luka.

"Dulu ... aku pikir kekuasaan bisa membeli segalanya. Nyawa, kesetiaan, bahkan keluarga." Ia tertawa kecil, pahit. "Nyatanya tidak satu pun bisa kubawa sampai ke sini."

Hemi hanya diam mendengarkan, sebab kedatangannya ke sini memang ingin mengetahui alasan tindakan Harry tersebut.

"Aku pernah berpikir, selama aku terus berlari, aku masih bisa menang. Tapi ternyata tidak." Harry mengembuskan napas panjang. "Dan, sesuatu yang paling sulit dikejar adalah rasa bersalah."

Mata Harry perlahan memerah. "Setiap malam aku selalu bermimpi tentang Seri," ungkapnya tak ada lagi hal yang ditutupi, "Saat wajahnya penuh lebam karena ulahku, aku melihat Gerard berdiri melindunginya dariku."

Harry tertawa lirih, tetapi tawanya terdengar menyakitkan. "Aku membenci Gerard selama puluhan tahun, menyalahkannya karena membawa pergi Seri dan mencuri kebahagiaanku, padahal dia tidak pernah membalas kejahatanku dan tidak pernah benar-benar hidup untuk dirinya sendiri."

Harry menatap Hemi lagi. "Semakin tua aku, semakin aku sadar bahwa aku bukan kehilangan Seri karena Gerard. Melainkan aku kehilangan Seri karena diriku sendiri."

Ruangan kembali sunyi. Harry melanjutkan dengan suara yang nyaris berbisik. "Setelah kematian mereka ... aku masih berusaha meyakinkan diriku bahwa semua ini belum selesai. Bahwa aku masih harus membalas dendam. Tapi ... setiap kali melihatmu, aku justru melihat Seri," ucapnya, menjeda sesaat lalu melanjutkan, "Dan setiap kali melihat Jungkook melindungimu ... aku melihat Gerard."

After Fallin'Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang