chapter 30

42 8 0
                                        

30 | balas dendam.

30 | balas dendam

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.



Sejauh yang Hemi ingat tentang masa kecilnya, adalah tumpukan kenangan menyenangkan. Dalam sebuah rumah sederhana tersimpan banyak momen yang tidak bisa dilupakan. Aroma kue pavlova yang keluar dari oven, suara teriakkan Rachel yang memanggilnya untuk bermain, serta pohon sansuyu yang menjadi tempat dirinya menghabiskan waktu sore hari menikmati matahari terbenam selagi ayahnya menanti di bawah pohon. Tak lupa, Gerald yang datang mengajaknya berlatih boxing setiap akhir pekan.

Tawa dari semua orang terngiang dalam benak saat ia terjatuh karena tidak memiliki keseimbangan kala menendang samsak tinju, ibu langsung berlari menghampiri sebab khawatir disaat ayah dan Gerald tertawa, alih-alih terkejut karena tak mau Hemi kaget dan berakhir menangis. Rachel yang tiada henti mengejeknya karena keesokan hari ia harus menggunakan tongkat kruk dan berakhir membuat Rachel kerepotan.

Terekam jelas pula saat dirinya menangis diam-diam dalam ruangan sempit di bawah tangga, akibat dirinya diejek tak punya seorang ayah yang tak pernah menjemput ke sekolah. Padahal teman-teman sekolahnya tak tahu bila ayahnya sibuk mendirikan perusahaan baru hingga tidak pulang ke rumah selama satu minggu penuh.

"Bukan Ayah tidak sayang padamu, justru kau adalah putriku satu-satunya yang berharga," saat itu Gerard menemukan Hemi setelah ibunya dibuat panik mengira Hemi menghilang. "Mereka saja yang ingin membuatmu sedih padahal kau memiliki seorang ayah yang sangat menyayangimu bahkan dapat membawamu sampai ke matahari."

Membawa sampai ke matahari, ungkapan itu hanya sebuah kalimat berlebihan untuk membanggakan diri. Padahal yang sebenarnya hanya bisa menggendong Hemi menaiki pohon agar bisa melihat matahari tenggelam. Namun itu sukses membuat tangis Hemi kecil berubah menjadi tawa.

"Bahkan kau anak yang membawa keberuntungan karena dapat membantu Ayah memulai bisnis dari temuanmu itu."

"Benarkah? Jadi bunga yang kubawa kemarin bisa dijadikan sebuah obat?"

Gerard mengangguk. "Iya, bunga yang penuh keajaiban. Ayah akan membuatkan obat untuk ibumu dan orang-orang yang kesakitan."

"Kau sudah tahu namanya?"

"Dark Lotus."

Dark Lotus.

Terkesiap dari bunga tidur yang membawanya ke masa lalu, hingga menemukan dirinya masih duduk di kursi roda ditemani pemandangan rooftop rumah sakit. Entah sudah berapa lama Hemi berada di sana hingga langit malam berubah gelap. Ia yakin bahwa orang-orang tengah mencarinya disaat kepergian Lesley membuatnya tak ingin menemui siapapun.

Memeluk diri sendiri kala angin berembus kencang dan membuat bulu kuduknya meremang, alih-alih mencari tempat hangat Hemi masih enggan untuk meninggalkan tempat. Ia butuh sebuah ketenangan seraya memikirkan kembali apa yang ditawarkan Lesley ditengah keadaan semakin tak terkendali.

After Fallin'Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang