"Kookie—, Kookie kenapa sekarang panggil Mama jadi Bunda ?, nggak seperti kakak manggilnya Mama. Kan serasi tuh Papa Mama, bukan Papa Bunda".
Bocah 5 tahun bermata bambi itu sibuk mengetuk-ngetuk jari telunjuk ke dagunya, seakan dia sedang berpikir keras. "Karena banyak lagu tentang bunda yang selalu sayang sama anaknya, seperti Bundanya Kookie". jawabnya sambil tersenyum lucu.
"Lalu kenapa Papa nggak dipanggil ayah aja ?".
"Karena Papa lebih keren". jawabnya singkat dengan mata yang berbinar.
Tangan halus itu menangkup kedua pipi gembul malaikat kecilnya itu, "Ya ampun—, anak Bunda ini selalu menggemaskan. Jangan cepat besar ya sayang, Bunda belum bisa kehilangan wajah imutmu ini". Ucapnya.
Tangan kecil itu memegang tangan yang masih menangkup kedua pipinya, "Bunda tenang aja, Kookie akan tumbuh dewasa dengan wajah yang selalu imut untuk Bunda".
Perempuan itu terkekeh gemas dengan perkataan anaknya itu.
Tring...Tring...Tring....
Alarm berbunyi tepat jam 06.30 pagi, tapi pemuda manis itu masih asyik bergulung dan menjelajah medsos dibalik selimut hangatnya, menghiraukan sinar mentari yang mulai mengintip dari sela gorden kamarnya.
Setelah 15 menit berlalu, akhirnya manusia di dalam selimut itu bangkit dan pergi ke kamar mandi dan bersiap berangkat sekolah.
"Bunda lihat anakmu ini, dia tumbuh dewasa tanpa wajah yang ikut menua. Kookie tetap menggemaskan sesuai omongan Kookie dulu. hahaha...". narsisnya berkacak pinggang di depan standing mirrornya.
Sepersekian detik wajah narsis itu berubah sendu, "Tapi wajah imut ini kehilangan orang yang selalu menginginkannya".
Tanpa dia sadari seseorang sudah berada di sampingnya, mengacak rambut yang baru saja dia rapikan.
"Aiish !!, kak, ketuk pintunya sebelum masuk, kebiasaan deh". jengkelnya kepada seseorang berkulit pucat yang diam-diam masuk ke kamarnya.
Ocehan itu hanya dibalas senyum tipis, "cepat turun sarapan". suruhnya.
Jungkook hanya menatap kesal wajah kakak keduanya itu.
"Baiklah... kakak tau kamu gak bakal mau ikut sarapan, jadi ini bekalmu sarapan di sekolah. Kakak sendiri yang buat, dan ini susu cepat diminum, kakak tunggu", suruhnya.
Jungkook pun meminum segelas susu hingga tetes terakhir lalu menyerahkan kembali gelas itu ke Yoongi, kakaknya yang sangat peduli dibalik sikap cueknya.
"Nih kak gelasnya, makasih. Aku berangkat dulu. Bye". pamitnya menarik tas di kursi belajarnya dan berlalu meninggalkan Yoongi di kamarnya.
"Kookie-ah—". panggil Kim Joohun dari arah ruang makan setelah mendengar derap kaki di tangga namun tak ada jawaban dari si empunya nama tersebut.
"Jungkook !!". panggilnya lagi setelah melihat putranya itu acuh melewati ruang makan begitu saja, tapi tetap tak ada sahutan dari bocah yang sekarang sibuk memakai sepatu.
"Pah, biar Namjoon panggil". ucap Namjoon yang langsung berdiri dan melangkahkan kakinya.
Brugh !
"Astaga Namjoon, kamu kenapa bisa jatuh gitu nak ?". kaget Kim Soomi melihat Namjoon yang tiba-tiba jatuh entah karena apa.
Namjoon segera membenarkan posisinya dan mengangkat sendal ruangan dengan cengiran polosnya.
Semua mata tertuju ke sendal ruangan yang solnya sudah tak menyatu lagi. Ya, Namjoon terjatuh karna kesrimpet sol sendalnya sendiri. Sontak tawapun pecah di ruangan itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Shine on Me
Fiksi PenggemarTentang kehidupan seorang Jungkook dan ke enam kakaknya. Hidupnya yang hanya seperti "haha hihi" ternyata menyimpan begitu banyak duka lara. Hingga tiba saat dimana keenam kakaknya sadar bahwa adik kesayangannya selama ini hidup dengan topeng yang s...
