Pdf ready ya... dg harga 50k ebook juga tersedia di playstore dan kbm aplikasi jg ada 😁 buat kakak2 yg mau baca cepat bisa mampir kesana..
Bittersweet Marriage tersedia versi ebook/kbm aplikasi ya...
Pdf juga ready dan bisa di order via wa di https://wa.me/+6289633021705 (klik link WA di bio agar terhubung langsung ke WA saya)
Dapatkan promo bayar 100k dpet 13 pdf, ada yg mau?? Terakhir promo besok tgl 1 Juli yaa... bebas pilih judul, hanya bayar 100k, d kirim versi full lengkap sama seperti ebook.. kuota terbatas ya ;)
***
Mereka membawa Rio ke rumah sakit terdekat. Kondisinya membuat Rio harus di rawat setelah mendapat penanganan. Pria itu mendapatkan beberapa jahitan pada lukanya.
Azzam menatap nanar pintu ruangan tersebut. Dia tidak menyukai Rio.. meski sempat terpana dengan pria itu atas tindakan pahlawannya ketika menolong mami barusan. Sejak awal, begitu kehadiran Rio mengusik hidup adik dan maminya. Azzam sangat membatasi diri serta membentengi diri dari rasa penasaran atas pria itu.
Apapun alasan yang membuat mami dan papinya berpisah, Azzam tidak mau tahu.
Tapi saat ini, Azzam sangat mengkhawatirkan keadaan pria itu.
Pria yang telah menyelamatkan maminya hingga mengorbankan dirinya serta membiarkan dirinya terluka. Kalau saja Rio tidak datang untuk menggeser Arin, mungkin saat ini maminya yang terbaring sakit di ranjang itu. Dan ia akan menangisi maminya. Tapi saat ini, Mami dan Om Daffa adalah orang yang paling terlihat bersedih atas musibah ini. Bahkan ia melihat maminya menangisi Rio Dewangga.
Papanya?
Iya, mami menangisi pria itu. Mencemaskan pria itu.
"Gimana keadaannya?" Bahkan Abi Santoso yang baru saja datang pun mencemaskan keadaan pria itu.
Azzam duduk di kursi tunggu untuk memerhatikan semua orang yang datang untuk mencemaskan pria itu. Haruskah ia juga begitu?
"Kepalanya luka, Pah.. punggungnya apalagi..." jelas Arin dengan suara parau.
Abi memeluk wanita itu dan mulai menenangkannya. Abi langsung menerima telepon dari Lukman yang memberitahu bahwa Rio mengalami kecelakaan di rumahnya. Pria itu gegas datang ke rumah sakit untuk menjenguknya.
Azzura dan Azzam duduk di ruang tunggu dengan lesu.
"Azzam... Azzura... pulang dengan Opa, ya?" Tawar Abi. "Besok kita kesini lagi setelah papa kalian siuman, gimana?"
Azzam dan Azzura saling bertukar pandangan sebelum melemparkan tatapannya pada sang ibu yang nampak kacau dengan musibah ini. Kemudian menyetujui ajakan kakeknya.
"Papa akan membawa pulang anak-anak, kamu, temani sampai dia sadar, Rin..."
Arin mengangguk setuju.
Kepergian Abi dan anak-anaknya menyisakan mereka berdua, antara Daffa dan Arin.
"Aku juga mau keluar sebentar, Mbak. Cari kopi..." beritahu Daffa. "Mbak masuk saja... dokter bilang kan boleh temani pasien asal satu orang saja..." pria itu beranjak meninggalkan Arin yang duduk disana sendirian.
Setelah kepergian Daffa. Arin beranjak dari duduknya, meski berat melangkah-wanita itu sudah berdiri di depan ruangan, jemarinya terulur untuk memutar knop pintu dan memasuki ruangan Rio.
Perban melingkari kepala pria itu, Rio juga masih belum sadarkan diri.
Arin menarik kursi untuk ia duduki. Di dekat pria itu, Arin menatapnya lekat penuh kerinduan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bittersweet Marriage
RomanceRio Dewangga yakin bahwa ia tidak pernah berkhianat, meski nyatanya seorang Andini hadir di kehidupan rumah tangganya bersama Arin untuk memporak-porandakan hidup pasangan itu. Wanita itu mengaku hamil anaknya saat Arin-wanita yang dia nikahi selam...
