Another Sweet

1.5K 16 0
                                        

Trixie berdiam di dalam kamar nya, menatap keluar jendela. Menghirup udara malam yang dingin sembari memejamkan mata nya.
"Ayolah Trixie kau masih muda jangan tenggelam dalam kesedihan".

Ucap nya dalam hati sembari mengembuskan nafas nya kasar. Mengingat akhir akhir ini kehidupan Trixie memang tidak mudah. Berawal sejak sang ayah pergi menikah dengan wanita lain dan mommy nya yang peduli tidak peduli pada nya, hingga Alex mantan kekasih yang meninggalkan nya demi sang bunda.

Tatapan Trixie kosong namun tidak dengan pikiran nya yang bising. Ia bingung haruskah menemui mommy nya atau berdiam diri saja di Mansion nya.

"Huuhhff baiklah seperti nya aku akan menemui mommy, walau hanya sesaat setidak nya aku menemui keluargaku". Kemudian Trixie bergegas merias wajah cantik nya dan memilih pakaian mana yang akan ia kenakan nanti. Selepas itu ia menuju garasi mobil nya.

Pada saat  menuju arah garasi Trixie berpapasan dengan Felix yang sedang menikmati secangkir kopi dan sebatang rokok. Tak lupa celana pendek abu dan badan kekar nya yang tidak dilapisi sehelai benangpun. Simple memang, namun diri nya terlihat sangat seksi.

"Where are you going baby?".

"Drive around dad, jangan khawatir aku akan segera pulang".

Jawab Trixie melanjutkan langkah nya menuju mobil Lambo milik nya.

"Alright".

Felix menyimpan secangkir kopi yang ia genggam di atas meja dekat nya.

"No kiss? hug or something?".

Felix berteriak agar Trixie mendengar ucapan nya yang terhalang suara knalpot mobil nya.

"Hehe hold up dad".

Trixie berlari kecil menghampiri Felix lalu memeluk dan mencium pipi nya dengan singkat. Sayang nya kalah cepat dengan Felix yang langsung mengecup cepat bibir merah Trixie.

"You look so beautiful you know that".

Ucap Felix sembari mengelus lembut bibir ruam Trixie.

Trixie mengenakan dres berwana hijau gelap di atas lutut dengan punggung yang terbuka. Rambut nya yang sengaja diurai agar sedikit menutupi punggung yang tak tercover oleh dress nya. Tak lupa heels yang ia kenakan senada dengan dres yang ia kenakan. Dilengkapi perhiasan kalung yang tidak terlalu menonjol membuat diri nya terlihat seperti wanita elegan.

"Okay big guy, i have to go ok?".

"Kenapa terburu buru sayang?, You're not just drive around aren't you?".

Tanya Felix yang tak mau ditinggal gadis cantik nya itu.

"Why dad, because i dress like this or what? ".

Jelas nya pada Felix.

"Ok go ".

Menyadari bahwa gadis nya sudah mulai beranjak dewasa, ia membebaskan bagaimana cara gadis nya berpakaian. Selagi tidak merugikan diri nya dan orang lain. Felix mencium kembali bibir Trixie dan melepaskan gadis nya pergi.

    🍭🍭

Tutt.. Tutt..

Trixie menelpon mommy nya setelah menepati lobby hotel.

"Mom where you at?".

"Alright honey, kau bisa temui mommy di roftop, mommy tunggu kamu di Bar ok?".

Trixie pun memutuskan panggilan suara nya dengan mommy nya.

Ia beranjak memasuki lift yang tersedia di hotel tersebut, tak lama setelah diri nya masuk ada seorang pria tampan ikut memasuki lift yang sama dengan nya. Wangi, hangat nan kagum yang Trixie rasakan sekarang. Tak bisa dipungkiri bahwa pria yang baru saja memasuki lift yang sama dengan nya benar benar tampan. Tak ingin tenggelam dari pikiran aneh nya Trixie pun langsung menekan tombol lift yang akan mengantar nya ke lantai paling atas.

Namun tak disangka jemari Trixie berpapasan dengan tangan kekar sang pria asing tersebut.

"Sorry".

Tegur sang pria asing tersebut.

"It's ok".

Trixie membalas nya disambung senyuman manis yang ia berikan.

"I'm Elio by the way".

Mengulurkan tangan mengajak Trixie berkenalan dengan nya.

"Ah ya, I'm Trixie".

Balas Trixie gugup.

"Nice too meet you".

Ucap nya berusaha mencairkan suasana, Trixie hanya menganggung kikuk. Tak lama setelah menekan tombol lift pun bergerak naik.

"Where are you going Elio?".

Tegur Trixie pada Elio yang sedang melamun.

"Ahm.. 21 floor. Sorry i mean 22. What abou you?".

"Well, Bar i guess".

"Oh cool, i think i also going to the Bar tho".

"Oh.. alright then".

Ting..

pintu lift terbuka pada lantai 21 .

"Ekhm..sorry".

"No no that's fine".

Tak lama pintu lift kembali tertutup.

"Nice dress by the way".

Elio berusaha memecahkan keheningan.

"Oh this.. haha thanks tho, you also have a good type".

Ting..

Mereka pun menginjakkan kedua kaki nya di atas lantai paling atas. Bar. Terlihat tidak begitu ramai. Karena memang tidak banyak pengunjung hotel ini hanya menghabiskan waktu nya di Bar. Kebanyakan dari mereka memesan kamar hanya untuk menyimpan barang lalu pergi lagi. Dan ada juga hanya memesan kamar hanya untuk having fun.

"Alright Elio talk you later, imma talk with my mommy there".

"Yeah sure".

Balas Elio ramah ditambah lengkungan bibir nya ke atas membuat siapapun yang melihat nya akan jatuh hati pada nya.

Ya benar seklai. Aura Elio memang hangat, namun untuk menikmati senyuman manis nya mungkin tak semua orang bisa mendapatkan nya. Trixie pun menduduki table yang sudah dipesa terlebih dahulu oleh mommy nya.

Daddy Dark DesireCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang