Setelah melewati sesi latihan yang panjang dan intens, kini hari yang ditunggu-tunggu Aldo datang juga. Jika biasanya weekend sehabis sholat subuh ia akan tidur lagi, kali ini berbeda. Seselesainya ia sholat berjamaah ia langsung lari pagi mengelilingi komplek untuk pemanasan. Hanya butuh waktu 15 menit untuk Aldo mengelilingi komple perumahannya yang cukup besar. Setelahnya ia lalu langsung bersiap dengan jersey bulu tangkisnya, memakan sarapan yang dibuat bunda dan langsung berangkat bersama Zee ke GOR dimana ia akan melakukan perlombaan.
Sesampainya di GOR Aldo langsung menghampiri coach dan teman-temannya yang ternyata sudah datang terlebih dahulu. Sedangkan Zee memilih untuk membeli jajanan di luar GOR.
Tidak lama Zee pun ikut menghampiri rombongan sekolahnya, namun ia tidak sendirian melainkan bersama Ashel, Marsha, Olla, Onil dan Lukman.
Melihat teman temannya itu Aldo pun menyeritkan alisnya lalu menatap mata sahabatnya Zee, meminta penjelasa.
Paham arti tatapan sahabatnya itu Zee pun menjawab dengan santai, "Muthe harus ke sekolah dulu ngambil P3K nanti nyusul kesini sama kakak kelas" sambil mengumyah cemilan yang ia beli.
Aldo mengangguk setelah mendengar penjelasan dari Zee. Lalu mereka pun berjalan menuju tribun untuk duduk dan menunggu acara dimulai dan giliran untuk bertanding.
Waktu terus berjalan, mereka menunggu sambil mengobrol dan bercanda untuk mengurangi ketegangan yang ada. Sampai akhirnya panitia acara membuka perlombaan dan mengumumkan rundown acara hari itu.
Sedangkan di sekolah Muthe sedari tadi gelisah menunggu kakak kelasnya yang tidak kunjung datang, sedangkan menurut informasi dari group chat acara sudah dimulai.
"Mutheee... sorry banget aku telat, mobil aku mogok... ini aja aku naik ojol kesininya" ucap Celine sambil terengah-engah karna berlari dari gerbang ke UKS.
"Iya ci ngga apa-apa, yaudah yuk ambil tasnya"
Jawab Muthe, lalu mereka pun memasuki UKS menggunakan kunci yang di bawa oleh Celine.
Setelah memasuki UKS mereka pun membawa beberapa peralatan kesehatan yang sekiranya dibutuhkan nanti, dan dimasukkan kedalam tas P3K berwarna merah.
Sudah merasa cukup mereka pun segera keluar dari UKS dan berjalan bersama menuju gerbang sekolah.
"Muthe... aku ngga bisa ikut kamu ya, aku harus ke bengkel dulu ngambil mobil.. nanti abis itu aku nyusul deh.. ngga apa-apa kan ?" Celine menatap adik kelas nya, tidak enak.
Mendengar itu Muthe tersenyum dan mengangguk. "Iya ngga apa-apa ci, aku naik ojol aja lagian GOR nya ngga terlalu jauh juga.. ci Celine ngga usah khawatir".
"Nanti kalo ada apa apa kamu langsung kabarin aku ya, sekarang kamu pesen dulu Ojolnya aku tunggu"
Muthe pun langsung memesan ojol di salah satu aplikasi, menyesuaikan titiknya sekarang menuju GOR tempat Aldo berlomba. Tidak butuh waktu yang lama, akhirnya ojol yang dipesan oleh Muthe pun datang dan ia berpisah dengan kakak kelasnya itu.
Selama perjalanan Muthe selalu mengecek ponselnya, melihat kabar dari temannya. Sampai akhirnya ia mendapatkan kabar kalau giliran Aldo bertanding akan segera datang.
"Pak jalan nya boleh agak cepetan ngga" ucap Muthe sedikit berteriak agar di dengan oleh abang ojol.
"Siap neng" jawab abang ojol semangat.
Sampai akhirnya mereka melewati pasar tradisional dimana air sisa jualan meluber ke jalanan membuat jalanan licin dan akhirnya abang ojol oleng dan mereka terjatuh dari motor.
"Awhh" Muthe meringis karna tangan dan lututnya kini lecet.
"Aduh neng.. maaf banget" abang ojol itu lalu membantu Muthe berdiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Moonlight
Teen Fiction[Completed] Orang-orang mungkin berfikir aku adalah matahari di kehidupannya, tapi nyatanya sebaliknya. Dia merupakan matahari yang menyinari hidup ku yang tadinya gelap, dia juga pelangi yang selalu ku tunggu setelah hujan deras turun. Dengan nya h...
