Halo guyss gimana kabarnya. Masihkah menunggu cerita ini hehe. Terimakasih buat yang masih setia ❤
Maaf kalau ceritanya makin ngawur wkwk
Silahkan dibaca jangan lupa vote ya karena dukungan kalian sangat berarti untukku. Dan maaf masih banyak typo 🙏
Happy reading and enjoy ❤
PSYCHOPATH
~?~
Kamar sedang itu terlihat berantakan. Kertas-kertas berserakan di mana-mana karena pemilik kamar itu sedang mencari-cari sesuatu disana. Build duduk di tepi tempat tidur berhenti sebentar karena putus asa barang yang ia cari tidak diketemukan.
"Dimana album itu?" Build berfikir keras dimana ia meletakan album lama keluarganya. Seingatnya ia telah membawa album itu saat pindah ke Bangkok dan di simpan di kamar sang kakak tapi kenapa di kamar ini tidak ada?
Build memandang lurus meja kerja kakaknya yang terlihat masih baik walau sudah lima tahun tidak di pergunakan, tanpa sadar ada seorang lagi berdiri di ambang pintu kamar itu melihat Build sendu. Build yang tidak sengaja menoleh kearah pintu sedikit terkejut melihat orang itu.
"Bibi?" Build berdiri dari duduknya.
Wanita paruh baya itu berjalan pelan dengan senyuman sedih. "Apo tidak memberitahu Bibi jika kamu pulang hari ini. Apa kau sudah sehat betul sayang?"
Dengan memegang kedua lengan Build, wanita itu tersenyum menahan tangis. Lalu Build ditarik dalam pelukan wanita itu. Build merasakan basah pada dadanya.
"Bibi menangis?" Build membawa wanita yang ia panggil Bibi itu untuk memandangnya.
Bibinya atau Ibu dari Apo dan Barcode, istri Paman Chai. Menangis sesenggukan memandang Build bersalah. Build tidak bisa melihat air mata wanita yag telah ia anggap Ibunya itu mengalir tanpa tahu alasannya.
"Kenapa Bibi menangis. Biu baik-baik saja. Lihat lukanya tidak apa-apa. Maafkan Biu sudah membuat Bibi khawatir." Build menarik baju bawahnya ke atas untuk memperlihatkan perban putih yang melingkar di perutnya. Ada sedikit darah disana akibat ia berjalan terburu dari rumah sakit untuk pulang kerumah.
"Ini pasti sakit sekali. Darahnya masih keluar Biu." Ibu Apo memegang perban itu dengan tangan bergetar. "Maaf...Biu maafkan Bibi na?"
"Ada apa?" Build tidak mengerti kenapa Bibinya ini meminta maaf dan menangis tersedu. Apa yang sudah terjadi?
"Semalam Bibi tidak sengaja mendengar pertengkaran Paman dan Apo. Bibi awalnya tidak perduli mereka bertengkar soal apa tapi setelah Apo menyebut namamu dan mengatakan jika kamu telah tertembak dan itu semua karena Paman, hati Bibi bener-benar hancur. Bibi merasa Bibi telah gagal menjadi Ibu untukmu. Janji Bibi pada Ibumu untuk menjagamu itu gagal. Jika benar semua itu karena Paman. Bibi minta maaf na?" Ibu Apo menunduk dalam dengan tangis tanpa henti.
Build membawa Ibu Apo dalam pelukannya. Memeluk wanita itu dengan kasih sayang yang tulus. Build belum pernah melihat tangis Ibu Apo semenyedihkan ini. Bagaimana jika Ibu Apo dan Apo tahu kalau Paman Chai terlibat dalam menyembunyikan fakta tentang kematian kakaknya? Akan sehancur apa hati kedua orang itu?
"Biu tertembak bukan karena Paman kok Bi. Apo hanya salah paham saja." Build tidak ingin Bibinya banyak pikiran. Walau tidak bisa menggantikan peran Ibu kandung tapi setidaknya dari kecil Build mendapat kasih sayang Ibu dari Ibu Apo setelah kedua orang tuanya meninggal.
"Apo bilang kamu tertembak karena Paman tidak mau membelamu. Bibi tidak mengerti membelamu soal apa?"
"Tidak perlu khawatir. Paman, Biu dan Apo akan baik-baik saja. Bibi cukup pikirkan Barcode saja. Dia masih membutuhkan banyak perhatian Bibi untuk perkembangannya. Tidak perlu memikirkan kami bertiga na. Lagi pula seorang detektif sudah biasa mendapat luka. Lagipula luka seperti ini sangat wajar."
KAMU SEDANG MEMBACA
PSYCHOPATH (BIBLEBUILD)
Fanfic[(END)] He has no love, no trust, and no sympathy in his life. But there is a speck of light his deepest heart. // Pairing: ✔ Bible Sumettikul ✔ Build Jakapan Couple : BIBLEBUILD (BBB) WARNING!!! ✔ Yang suka jangan lupa vote ✔ BxB Boyslove / Cowok...
