14. Red Rose

984 71 7
                                        

Enjoy the music enjoy the story

Enjoy the music enjoy the story

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Silakan masuk." Dia membukakan pintu di samping kemudi.

Dunia terasa seperti dijungkir balikkan. Belum genap dua minggu lalu tanganku dijepit di pintu mobil salah seorang siswa karena aku tidak mengerjakan pr mereka, hari ini aku dibukakan pintu dan diperlakukan seperti ratu oleh seorang cowok tampan yang masih tidak kuketahui namanya ini.

"Lo mau tanya sesuatu?" tanyanya membuatku mengalihkan pandangan. Dia bisa membaca apa yang sedang kupikirkan.

Aku mengulurkan tangan ke hadapannya. "Gue Samara. Lo siapa?" tanyaku dengan nada ragu-ragu. "Ada lebih dari seribu siswa di Triptha, gue minta maaf kalau sebelumnya kita pernah kenalan dan gue lupa. Gue nggak hapal banyak nama di sekolah ini."

Dia terdiam. Sekilas aku mengira dia tersinggung, tapi dia tertawa seolah aku baru saja membuat lelucon. Respon yang sangat positif. Hatiku menghangat, jujur saja.

"Sepertinya gue belum terlalu populer sampai calon ketua osis kayak lo ternyata nggak kenal."

"MANTAN calon ketua Osis," selaku untuk mengoreksi ucapannya.

"Anyway, gue James," ucapnya membuatku menaikkan sebelah alis. Aku masih tak bicara dan itu membuatku merasa bersalah karena terkesan mengejeknya. "Itu nama gue, Ra. Edgar James Kavinsky. Orang-orang sering panggil EJ, tapi khusus lo, terserah mau manggil apa."

"Oke," sahutku dengan senyuman positif. "Kenapa nggak Edgar?"

"Kalau lo mau manggil Edgar, gue nggak ngelarang."

"Gue akan panggil lo sesuai nama panggilan yang orang lain berikan."

"Great, gue kelas sebelas IPS 4. Sebenarnya, kita seumuran, tapi karena gue tk dua tahun, sekarang gue masih kelas 11," jelasnya.

Bukan alasan yang membuatku penasaran, tapi aku mengangguk menghargai penjelasannya.

"Kalau gitu, lo bisa masuk sekarang sebelum hujan turun? Karena gue nggak mau almamater Triptha yang cantik ini basah karena hujan," katanya lagi.

Aku buru-buru masuk ke dalam mobil. Sebuah gantungan bola basket mencuri perhatianku.

Sekarang aku ingat pernah melihat EJ dimana. Dia adalah salah satu anggota inti basket Triptha. Pantas saja dia populer dan aku tidak heran aku masih merasa asing karena aku bukan penggemar klub basket seperti Abel.

Dia sudah duduk di sampingku. Mendengungkan nada yang tidak asing. Sebelum aku menebak, dia lebih dulu menghidupkan mesin mobil dan perhatianku teralihkan.

EVIDEN (Republish)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang