⚠️⚠️CERITA MENGANDUNG BAWANG⚠️⚠️
ALUR SUDAH DIREVISI
TRIPTHA SERIES 1 : EVIDEN Memandang Semesta Dari Mata Yang Terluka
Semesta itu indah jika dilihat dari mata orang-orang yang bahagia, tapi bagaimana jika keindahan semesta dilihat dari mata yang...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Panggilan kepada Azalea Samara Lily dengan NIS 298XXXX untuk segera hadir di ruang BK. Sekali lagi, panggilan kepada Azalea Samara Lily dengan NIS 298XXXX untuk segera hadir di ruang BK. Terima kasih."
Saat itu aku sedang menikmati secangkir esspresso di kafetaria. Orang-orang menatapku dengan ekspresi penasaran. Aku agak tersedak, berusaha terlihat biasa saja meskipun di dalam hati hampir mati karena penasaran apa yang membuat namaku dipanggil oleh guru BK.
Lima menit kemudian, aku sampai di depan pintu ruang BK. Saat itu, Pak Hasan, guru BK yang terkenal tegas dan galak, mempersilakanku masuk.
Aku berusaha percaya diri karena tidak melakukan satu pun kesalahan.
"Seharusnya Bu Andrea yang menyampaikan hal ini, tapi akhir-akhir ini beliau sedang sibuk dengan urusan pribadi, jadi saya yang ambil alih urusan ini. Silakan duduk!" suruh Pak Hasan.
Aku menjatuhkan diri dengan anggun di kursi. Teringat akan Vicky. Mungkinkah urusan pribadi itu berkaitan dengan Vicky? Akhir-akhir ini Bu Andrea memang jarang kelihatan. Padahal biasanya dia berpatroli setidaknya dua kali satu bulan untuk memastikan fasilitas Triptha dalam keadaan memadai.
"Triptha masuk nominasi penghargaan, jadi ada beberapa yang harus diurus oleh Bu Andrea," lanjut Pak Hasan seolah tau apa yang sedang kupikirkan.
"Jadi, Azalea--"
"Samara saja, Pak," selaku membuat Pak Hasan menautkan alis.
"Oke, Samara, saya ingin menyampaikan bahwa kamu mendapatkan tawaran eksklusif dari SMA Triptha."
Kini aku yang menautkan alis. "Maaf, tawaran eksklusif apa ya, Pak?"
"Tawaran eksklusif atau beasiswa eksklusif yang hanya diberikan kepada siswa berprestasi di Triptha."
Aku menahan napas karena kaget sekaligus heran.
"Prestasi akademik kamu luar biasa, itu sebabnya kamu masuk ke dalam daftar siswa yang mendapatkan tawaran itu."
Aku tergagap, "B-bisa dijelaskan maksudnya, Pak?"
Pak Hasan mengangguk seolah sudah menebak aku akan seterkejut ini. "Dengan beasiswa ini kamu bisa mendaftar di universitas ternama yang memiliki kerja sama dengan Triptha. Termasuk Ivy, itu adalah salah satu destinasi terfavorit di tahun-tahun sebelumnya. Atau kamu juga bisa mendaftar di universitas lain dengan maksimal 5 pilihan hanya dengan nilai akademikmu."
Mataku berbinar. Aku tidak berkata apa-apa karena takjub, tapi percayalah hatiku sedang berteriak bahagia. Ini adalah impian setiap siswa yang bersekolah di SMA Triptha.