16. Gerbera

1K 74 6
                                        

Dunia terasa lebih baik

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Dunia terasa lebih baik. Meskipun sarapan masih penuh keheningan. Papa juga pergi sebelum makanannya habis. Mama tidak bicara apa-apa sampai aku keluar rumah.

Perasaanku tidak seburuk kemarin. Aku masih bisa tersenyum ketika merasakan kebahagiaan menggelitik perutku.

Ketika berjalan mengarungi koridor untuk menuju ke ruangan loker, aku tidak berhenti mengalihkan pandangan, mencari sosok EJ. Berharap bisa bertemu dengannya.

Tiba di ruangan loker, aku membuka lokerku dan mengambil beberapa buku dari sana. Aku sadar ada sepucuk kertas terlihat di sela-sela pintu loker. Aku yakin aku tidak meletakkan kertas seperti itu, artinya, ada seseorang yang memasukkannya.

Aku menoleh ke kanan dan ke kiri. Hanya ada Ethan dan teman-temannya yang sedang mengobrol masalah ulangan Geografi. Ethan menoleh kepadaku sekilas dan mengedipkan mata kirinya. Aku mengalihkan pandangan ke arah surat dan membukanya.

Malam ini Mama masak banyak. Gue akan jemput lo jam tujuh.

Edgar

Perasaan gundah dan gugup meremang di seluruh tubuhku. Aku menoleh ke loker EJ di sebelah kanan. Bibirku tercetak senyum.

Tiba di belokan menuju ke kelas, aku hampir saja menabrak sosok laki-laki karena mengira dia adalah tiang.

Tiang itu berwajah datar, iris mata misterius, bibir terbungkam dan sedikit luka di ujung bibirnya. Aku menautkan alis dan sadar, tiang itu adalah Vicky.

"Bibir lo kenapa?" aku menyentuh lukanya dengan telunjuk, tapi dia lebih dulu mundur satu langkah.

Aku nyaris melupakan dia dalam kamus hidupku semenjak bertemu dengan EJ.

Terakhir kali kami bicara ketika aku menyuruhnya pergi ke ruang Pak Tio dan dia menolaknya. Sejauh ini, kami belum berinteraksi.

"Lo berantem? Sama siapa?" tanyaku.

"Gue mau bicara sesuatu sama lo," dia menjawab dengan nada dingin seperti biasanya.

"Gue juga," sahutku. Berniat untuk menceritakan tentang EJ.

"Nggak di sini." Dia melirik sekitar dengan ekspresi jijik. Seolah koridor yang ramai bukan diciptakan untuk orang sepertinya.

"Oke, di uks. Biar gue obatin luka lo." Aku meletakkan buku di dalam kelas. Lalu mengajaknya pergi ke uks di lantai satu sehingga kami harus turun melalui tangga.

UKS SMA Triptha terutama yang berada di lantai satu gedung IPS adalah salah satu dari 5 UKS di Triptha yang punya fasilitas paling bagus.

EVIDEN (Republish)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang