*
*
*
Sunyi, itu yang dirasakan Taehyung setelah ditinggalkan Jungkook. Berdiam dirumahnya berguling guling tidak tentu.
Dibenaknya hanya ada bayangan, bagaimana jika Jungkook pulang dengan istri atau suaminya, oops sangat sakit sekali.
Ranjang empuknya tidak dapat membuatnya tertidur, kini dunianya hanya ada Jungkook, Jungkook, dan Jungkook.
"shit!!, arghhhhh" geram Taehyung sambil meremas gulingnya.
*
*
*
"kak, sekarang jam 4 Jungkook aku bawa ke Paris" ucap Sehun yang sedang berkemas.
"Hun, aku titip Jungkook yah, dia naif, kekanakan kadang suka menjengkelkan, tapi kau tau dia anak yang baik dan penurut" ucap mama Jeon.
"kakak kayak ke siapa aja, aku kan pasti anggap Jungkook layaknya anak sendiri, pokoknya kakak tenang aja, Jungkook akan aman bersamaku" Sehun memeluk mama Jeon sambil mengusap punggungnya.
"jangan nangis, sesekali aku akan suruh Jungkook buat kembali"
*
*
*
"bukannya sekarang jam lo di kelas manajemen?" tanya Yoongi yang melihat Taehyung sendiri di rooftop.
"Yoon" suara deep Taehyung membuat Yoongi sedikit bergidik.
"gue udah sukses dapetin Jimin, dan janji lo ternyata gak tepat, cowok sialan" celetuk Yoongi sambil menepuk pundak Taehyung.
"gue emang sebrengsek itukah Yoon?" balas Taehyung tanpa melihat wajah Yoongi sedikit pun.
"lo?" Taehyung menganggukan kepalanya pelan. "coba tanya diri lo, lo brengsek apa nggak?"
"diri gue bilang nggak, tapi dia bilang iya"
"nyebat?" Yoongi mengeluarkan sebungkus rokok sambil menawarkannya pada Taehyung.
Dosen Kim mengambil sebatang rokok lalu menyalakannya, menghisap dan menyemburkan asap rokok itu ke udara.
"udah agak tenang kan?" Taehyung tidak menjawab ia terus menghisap rokok tersebut dan menghembuskannya.
"heun, gue udah tenang"
"lo masih nyesel perkara lo lepasin Jimin kan?" Taehyung menggeleng pelan.
"pasti karena Jungkook kan?"
"heum, mulut gue bicara lain tapi hati gue ngeronta ronta gue butuh dia"
"Tae, dia berhak bahagia, saudara gue Mingyu aja udah nyerah sama tuh anak"
"maksud lo?"
"Jungkook suka ganggu lo kan, terus dateng ke kantor lo pake cara gak ada romancenya, kekanakam, kadang teriak teriak gajelas, ngasih sesuatu tanpa maksud lo pernah ngalamin itu kan?" Taehyung mengangguk pelan.
"itu kepribadian Jungkook, dia gapernah tuh menyerah walau lo tolak mentah mentah, walau lo sering sakitin" jelas Yoongi lalu melanjutkan merokoknya.
"gue tau, Jungkook berkali kali gue sakitin"
"so please, dia berhak bahagia, everyone wan't happiness, semua orang come and go" balas Yoongi sambil mengelus punggung Taehyung.
"jadi gue gabisa larang dia buat pergi?" Yoongi menggeleng pelan.
"lo tau, Mingyu pernah dekat sama Jungkook, hanya nama lo yang dia sanjung sanjung, lo tau sendiri kan Mingyu sekarang menjauhi Jungkook?" Taehyung mengangguk."Jungkook nggak oeenah nolak orang Tae, dia selalu menganggao semua orang ada, ia tahu kalo semua orang benci penolakan"
"gue rasain itu, sakit Yoom satt gue ditolak" ucap Taehyung sambil menahan air mata nya yang kini sudah penuh membanjiri matajya.
"beri kesan terakhir yang baik untuk Jungkook, pilihan terbaik buat lo cuma itu satu sekarang"
"maksud lo?"
"lo dateng ke bandara untuk melihatnya yang terakhir kali, itu akan dimulai pukul 4 sore, gue tau dari Jimin"
"makasih Yoon"
🐰🐰🐰
"Kook aku pasti dateng"
.
Borahae......
TBC........
KAMU SEDANG MEMBACA
My Lecture
Fiksi Penggemarhanya kisah perjuangan Jeon kecil untuk mendapatkan hati dosennya. JANGAN SALAH LAPAK TAEKOOK!! NOT FOR HOMOPHOBIC
