*
*
*
Jika tidak ada Jimin mungkin Taehyung dan Mingyu akan adu jotos saat itu juga soal siapa yang akan tidur dengan Jungkook. Meskipun harus merelakan Yoongi ia mengalah agar kedua pria dihadapannya tidak terus berseteru.
Setelah itu Mingyu mengikuti Jimin ke kamarnya, untuk menidurkan bayi besar tersebut yang masih terlelap.
"tidurin aja disini Ming" ucap Jimin sambil membereskan kasurnya yang agak berantakan.
"gak dikasur Jim?"
"gue beresin dulu, entar Jungkook malah makin marah sama gue"
Setelah selesai membereskan tempat tidur Jimin menyuruh Mingyu mengangkat Jungkook yang terlelap di sofa kamarnya.
"oke, lo udah boleh tidurin dia disini" Jimin langsung pergi meninggalkan Mingyu dan Jungkook berdua.
Damai sekali ketika melihat Jungkook tidur, sesekali pria Kim ini memandanginya berguling, mengingau, kadang mendengkur kecil. Sungguh imut.
"Kook, gue cabut yahh, lo jangan marahin Jimin, lo bangun langsung cari gue oke" ucap Mingyu sambil mengusap rambut Jungkook.
*
*
*
"lo ngapain ngikut ngikut gue Jimin!!" pekik Jungkook yang baru bangun dari tidurnya dan mendapatkan Jimin tidur disampingnya.
"lah, kok lo marah?"
"lo beneran Jimin kan?" tanya Jungkook sambil mencubiti pipinya.
"lo nggak mimpi Jeon Jungkook, ini gue Jimin" jelas Jimin sambil memegang tangan Jungkook.
"terus lo ngapain ngikutin gue ke Daegu?"
"lah, lo gatau ini villa orang tua pak Taehyung?"
'PAK TAEHYUNG' benaknya langsung tersentak kala nama itu terlontar dari mulut Jimin.
"m-maksud lo?"
"iya ini villa milik pak Taehyung, gue tinggal disini kalo liburan"
"sekamar sama dia?"
"heem, kadang gue minta cuddle sama dia" Jimin langsung terkekeh renyah kala Jungkook memelototi dirinya.
"emang jalang lo!!"
*
*
*
Diluar Taehyung bersama Yoongi sedang berbincang di sebuah lobi yang mengarah ke arah pantai.
"lo serius mau sama Jimin ke jenjang yang lebih serius?" tanya Yoongi sambil mengisap rokoknya.
"heem, gue sebenarnya udah disuruh sama nyokap, tapi Jimin tetep nolak" balas Taehyung.
"Jimin nolak lo ada alesan, apa alesan dia nolak lo, jujur kata gue lo ganteng, berwibawa, tapi Jimin nolak lo?"
"dia nolak gue karena anggap gue saudara, secara gak langsung gue sama Jimin tumbuh bersama, gue bahkan ciuman sama Jimin beberapa kali tapi tetep aja dia nganggap kalo ciuman yang gue kasih itu cuman sebatas sayang pada saudara" Taehyung menghisap rokoknya lalu menyemburkan asapnya ke udara, menatap langit yang sudah mulai oranye.
"Tae, gue mau jujur sama lo"
"oke, gue bakal jadi audiens lo"
"gue suka sama Jimin, lo bakal ngijinin gue kalau gue ngejar dia?" tanya Yoongi.
Taehyung terkekeh, lalu menepuk pundak Yoongi sambil tersenyum.
"gue sayang sama dia Yoon, lo yakin mau jadi saingan gue?" Taehyung kembali tersenyum smirk sambil menatap Yoongi yang malah ikut tersenyum.
"dan lo Tae, lo masih yakin bakal jadi saingan gue sama Mingyu? Bukannya lo ngejar Jungkook?" balas Yoongi telak.
Kata kata itu membuat Taehyung terdiam melihat Yoongi tersenyum puas, wajahnya memerah menahan malu, isi hatinya bisa ditebak Yoongi.
"Tae, lo boleh cinta sama seseorang tapi lo jangan egois, lo kejar Jungkook yang udah lama ngejar lo sebelum hatinya pindah ke Mingyu yang lagi ngejar, siapa tau kan hati Jungkook berbalik" jelas Yoongi lalu mematikan rokoknya lalu pergi meninggalkan Taehyung.
🐰🐰🐰
"Kook, gue sayang sama lo"
"lo maukan jadi pacar gue?"
Borahae.....
TBC......
KAMU SEDANG MEMBACA
My Lecture
Fanfictionhanya kisah perjuangan Jeon kecil untuk mendapatkan hati dosennya. JANGAN SALAH LAPAK TAEKOOK!! NOT FOR HOMOPHOBIC
