57.

2.1K 110 3
                                        

*
*
*








Ting.

Bel rumah berbunyi, pria kecil nampak berlari menuju pintu rumah dengan berlari bahagia.

"Jaeminna!!"

"Appa!!" teriak pria mungil itu sambil memeluk kaki pinggang Jungkook yang masih berdiri.

"eitss bentar, appa buka mantel dulu"

Pria mungil itu melepaskan pelukannya kemudian menunggu Jungkook membuka mantelnya. Jungkook pun merendahkan tubuhnya merangkul Jaemin dan menciumi pucuk kepalanya.

"gimana sekolahnya lancar?" tanya Jungkook sambil mencium pipi gembil Jaemin.

"Jaemin baik, pak Kim bilang Jaemin anak berbakat"

Kim, mendengar marga korea itu Jungkook seolah olah deja vu. Pikirannya buyar kemana mana, pertanyaan dalam dirinya terus berkata 'kim sialan'.

"gurumu dari korea kah?"

"heum, appa harus tau dia belum menikah lo" polos Jaemin sambil tersenyum manis.

"masih kecil tau nikah nikah aja, kamu aja yang nikah" Jungkook langsung pergi ke dapur mencari bahan makanan karena di rumah begitu sepi.

Pria itu mencari makanan korea seperti tteobokki, raemyeon dsb. Tidak ada satupun ia sangat enek jika harus terus memakan daging steak dan frozen food.

"Jaemin, kamu mau ikut appa belanja nggak?" Jaemin mengangguk keras.

"yaudah cari mantelmu, atau baju hangat kita berangkat ya"

"yeyyy, tunggu dulu appa"







*
*
*





Sesampainya di supermarket Jungkook dan Jaemin berjalan menyusuri setiap lorong yang berisi bahan makanan, sayuran buah buahan ataupun bagian makanan asia.

"appa bukannya gamau frozen food? Ini udah ditempat sayuran? Malah terus ngelirik ke arah snack sih?"

"diem kamu, appa kurang cocok sama makanan paris enek"

"enak lah appa~" Jaemin terkekeh renyah melihat tingkah Jungkook.

Mereka berdua terus berjalan hingga, mereka sampai di tempat makanan asia, Jungkook mencari beberapa makanan korea kesukaannya.

"appa itu pedes banget, Jaemin sempet beli" ujar Jaemin sambil menunjuk kearah samyang.

"ya iyalah,orang itu mie pedes Jaemin, makanya baca dulu sayang, udah bisa baca?"

"udah dong, kenapa appa tanya begitu?"

"enggak, appa cuman tanya aja takut kamu bandel"

Jaemin tersenyum lalu mengambil beberapa snack manis ke dalam troli yang Jungkook dorong.

Hingga Jaemin berteriak melihat sosok yang dikenalnya tiba tiba datang menghampirinya.

"Hi, Jaeminna sedang apa ka-"

Kedua manik itu kembali bertemu, menatap penuh kehangatan. Rasa rindu yang dipendam kini seolah olah sirna.

Kim Taehyung menatap wajah pemuda Jeon yang tak henti menatapnya.

"appa, heiii appa"

"APPA!!"

Jungkook membuyarkan lamunannya kemudian segera membelokkan trolinya meski Jaemin menahannya.

"Appa, dia guruku kenapa kau menghindarinya!!" pekik Jaemin sambil menatap kebelakang.

Jaemin melambai pada Taehyung yang masih berdiri di tempatnya. Sementara disisi lain Jungkook benar benar benar tak habis pikir, pikirannya benar benar rancu bahkan sesekali mengumpat kesal.

"kenapa nasibku sial sekali" batinnya.

"kenapa dia terus membuntutiku" umpat Jungkook.





🐰🐰🐰










Guys sorry banget untuk part ini begitu pendek banget, ngerjainnya aja rancu.

Maklum gagal utbk, nyari kerja susah, pulang kerumah gaada tujuan haduhh.

Tapi tenang guyss, aku tenangin dulu pikiran lepastu aku pasti update lebih panjang.






Borahae.....



TBC.....

My LectureTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang