*
*
*
Setelah perbincangan lama sesama teman dekat, atau lebih kerapnya sahabat Jimin memulai untuk mengutarakan maksudnya.
"Kook, lusa bisa ke rumah gue?"
"bisa kan?" tanya Jimin lalu Jungkook mengangguk pelan.
"tapi lo aja Kook, jangan bawa yang lain, bisa kan?" timpal Jimin.
Jungkook mengrenyitkan alisnya bingung, lalu menatap Jaemin yang sedang berebut mainan dengan Yoonji.
"termasuk Jaemin?" ujar Jungkook, Jimin mengangguk pelan.
"Kook, gue gak makdud nyinggung lo atau lo mikir yang aneh aneh, karena sikap anak gue sama Jaemin emang gak akur,,,"
"nggak, itu gak bener, namanya juga anak nanti juga akur kan Kook?"
"but it's only you and me, right?" jelas Jimin.
Jungkook menghela nafasnya dalam, kemudian mengangguk pelan sambil tersenyum pada Jimin dan mengelus punggung Jimin.
"oke, lusa gue ke rumah lo Jim, jangan lupa share lokasi lo"
"lo gatau rumah gue?" tanya Jimin.
"gue tau lo tinggal di rumah pak TAEHYUNG"
Jungkook membeku, nama itu kembali keluar dari mulutnya, mencoba menggeleng gelengkan isi kepalanya bahkan buyarlah semua.
Memori memori selama remajanya kembali terulang, ketika menggoda dosennya tersebut, ketika menggodanya, bahkan ketika kejadian ciuman di Daegu.
Semua buyar, Jungkook mencoba menahan isi otaknya agar bayangan itu pergi dan tak pernah ada menghantuinya lagi.
"appa, appa kenapa?" tanya Jaemin yang langsung menghampiri Jungkook yang melamun.
"Kook are you okay?" tanya Jimin sambil mengibaskan tangannya ke arah wajah Jungkook.
"appa!!"
Lamunan Jungkook buyar, lalu segera memeluk Jaemin dan menciumi keningnya.
"Kook lo gapapa kan?" ucap Jimin gemetar karena Jungkook langsung membisu.
"lo gak tinggal di rumah dia kan?" ucap Jungkook sambil gemetaran.
"ng-nggak gue tinggal di rumah Yoongi suamj gue, l-lo jangan risau gaada siapapun selain gue" ucap Jimin sambil mengelusi punggung Jungkook.
*
*
*
"San, lo gausah ganggu waktu gue!!" bentak Taehyung.
"Tae, ada apa sayang? Heum" tanya bunda Kim yang turun dari lantai 2.
"bund, tolong aku bund, Tae bentak aku terus" ucap Sana pada bunda Kim sambil memasang wajah memelas.
Bunda Kim kemudian mengusapi rambut Sana, lalu menghampiri Taehyung sambil mengelusnya.
"Tae, jangan sekeras ini yah, bunda mohon" bujuk bunda Kim sambil mencubit pipi Taehyung.
"San, kamu pulang dulu aja, kamu gamau kan Tae bentak lagi?" ujar bunda Kim bahkan membuat Sana melongo sesaat, biasanya bunda Kim berlaku keras, namun kini sebaliknya ia menjadi di pihak Taehyung.
"tapi bund-"
"kalo Tae bentak kamu lagi, dan gamau buka hati buat kamu gimana?" potongnya sambil mengelus elus rambut Sana.
Sana pun mengambil tasnya dan pergi dari kediaman keluarga Kim. Sementara Taehyung masih geram dengan tingkah Sana.
"kamu kenapa bentak dia sayang, heum?" tanya bunda Kim sambil membetulkan kemeja Taehyung yang berantakan.
Taehyung masih belum mau menjawab, ia mencoba mengatur nafasnya yang begitu cepat.
"Tae, Jimin sama bunda mau ketemu sama orang yang kamu tunggu, kamu mau ketemu kan?" lirih bunda sambil mengelusi pipi Taehyung.
"bunda tau kamu masih marah sama bunda sayang, tapi disisi lain bunda gamau kamu kayak gini, ini bukan anak yang bunda kenal"
Taehyung mencoba menatap bundanya, yang sepertinya sudah akan menangis, rasanya begitu salah jika Taehyung mengabaikan bundanya meski ia kepalang marah, tapi ibunya melakukan ini seolah olah ingin membahagiakannya.
"i'am sorry bun, Tae bener bener minta maaf"
Taehyung memeluk bundanya serta merendah dan masuk ke dekapan ibunya.
"kamu mau kan nak?" Taehyung mengangguk pelan.
*
*
*
Seoul Airport.
"kamu akan bahagia nak, papa sudah mengatur semua"
Ucap seorang pria yang baru keluar dari bandara dengan kopernya, sambil mengeluarkan sepasang cincin emas putih yang tertata didalam kotak.
"papa sudah sampai di Seoul"
🐰🐰🐰
Makasih yahhh, yang udah support plus dukung aku.
Tetep pantengin My Lecture yaaa
Borahae......
TBC.....
KAMU SEDANG MEMBACA
My Lecture
Fanfictionhanya kisah perjuangan Jeon kecil untuk mendapatkan hati dosennya. JANGAN SALAH LAPAK TAEKOOK!! NOT FOR HOMOPHOBIC
