18

928 101 8
                                        

Jisung memarkirkan motornya begitu sampai dirumah sakit,ia dengan terburu-buru memasuki rumah sakit dan langsung menuju resepsionis.

"felix dirgantara dimana ruangan nya?"

Suster yang berjaga pun segera mencari daftar nama pasien yang disebutkan"felix dirgantara berada di kamar 105,lantai no 3"

"makasih sus"setelah mengucapkan terimakasih jisung segera berlari menuju ruangan yang disebutkan.

Sesampainya di kamar 105 ia menghembuskan nafasnya lalu membuka pintunya dengan perlahan.

Cklek

Jisung memasuki ruangan,ia melihat lino yang duduk disamping ranjang pesakitan ,lino menatapnya dengan tajam,membuat jisung menelan ludahnya kasar.jisung memberanikan diri menghampiri.

ia menatap felix yang tertidur ,wajahnya pucat pasi.

"felix gimana bang?"

Lino berdecak,ia membuang muka dari jisung dan beralih memandang felix"udah mendingan,panasnya udah mulai turun...semalam panasnya tinggi banget ,felix juga menggigil kedinginan,untung pas gue pulang gue langsung menuju kamar kalian,gue gak bisa bayangin kalau semalam gue gak kesana atau gue gak pulang bisa-bisa felix lebih parah dari ini"

Jisung menundukkan kepalanya"maaf bang"

Lino mendengus"lagian lo kemana sih?!! keluyuran?
sampai nggak pulang segala padahal bunda sama papa udah titip pesan buat jangan keluar selama mereka pergi,gue juga udah chat lo supaya dirumah aja,kenapa gak lo dengerin?"

"gue minta maaf bang...semalam ada keperluan mendesak"

"sepenting apa sih urusan lo sampai gak pulang?gue aja yang banyak tugas masih nyempetin pulang meski tengah malam sekalipun"

Jisung semakin menundukkan kepalanya.ini memang salah nya,ia tahu felix semalam memang demam tapi ia tinggalkan,ia yang tak membaca pesan dari sang kakak,ia fikir lino akan pulang cepat karena biasanya lino memang selalu berada dirumah.

"maaf bang,gue..."

"udah gak usah ngomong lagi!!felix lagi istirahat nanti ke ganggu,dan lagi lo jelasin aja nanti alasan lo ke papa sama bunda,mereka bakal tiba  sore nanti,gue udah telvon mereka"lino memotong ucapan yang ingin dilontarkan jisung.membuat jisung diam seribu bahasa.

"lo temenin felix,gue mau pulang dulu,dari semalam gue belum mandi"

Jisung mengangguk pelan.

"kalau felix bangun lo kasih bubur abis itu suruh minum obat.

"iya bang"

lino meninggalkan ruangan,jujur saja ia merasa lelah dan gerah,karena tak ada yang menggantikan menjaga felix jadi ia terpaksa tak mandi.

Jisung menarik kursi disamping ranjang felix,ia merutuki kebodohanya,kenapa ia melakukan kesalahan lagi sedangkan orang tuanya dan lino sudah mulai bersikap baik padanya,

Cukup lama ia sibuk dengan pikirannya sampai tak menyadari jika felix sudah bangun.

"a-bang.... mana sung?"

Ucapan tiba-tiba felix mengagetkan jisung,"lo kapan bangun?"

"baru aja,abang mana?kenapa lo ada disini?"

"abang pulang mau mandi sama ganti baju,ada yang lo butuhin ?"

Felix  menggeleng.

Jisung mengambil bubur yang telah disediakan,ia sedikit mencoba bubur itu takutnya sudah tak enak.

"makan dulu,abang titip pesan kalau lo udah bangun disuruh makan dan minum obat"

Felix mendudukkan dirinya,sedikit sulit lantaran tubuhnya masih lemas,jisung yang melihat felix kesusahan meletakkan kembali mangkuk nya di atas meja,ia membantu felix duduk.jisung bisa merasakan jika felix memanglah masih demam,tangannya yang bersentuhan dengan jisung terasa hangat.

mengapa kita berbeda?Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang