Kita Kembar Namun Berbeda
Sedarah Tak Sekeluarga
" Ya Allah kenapa hambamu ini sering merasakan rasa sakit. Padahal hamba tidak terluka " ~Fatin Fauzia Aisyah
" Gue gak tahu caranya berekspresi " ~ Fatih Fauzi Ardiansyah
Mohon maaf part pendek
Up se...
Peringatan: 1) Typo yang bertebaran 2) Terdapat kata-kata yang kurang menyenangkan 3) Adegan buruk tidak untuk diikuti 4) Alur cerita berantakan 5) Dilarang meng-copy karya saya 6) Untuk yang berbeda keyakinan saya minta maaf bila karya saya menyinggung kalian 7) Salam toleransi
Waassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...
Selamat membaca ^^
"Hum, gue bakal manfaatin itu bocah" gumam seseorang yang berada di kerumunan orang yang sedang melihat papan pengumuman.
"Zi, dicariin! " teriak wakil ketua kelas. "Ya, bentar! " balas teriakan Zia. Zia segera membereskan alat tulisnya dan keluar kelas.
"Eh, em kamu Risa kan? Ada apa? " tanya Zia lembut. "Em, aku hanya mau ngajak kamu berteman? Kamu mau nggak? " tanya Risa lembut.
"Tentu, jadi sekarang kita berteman" ucap Zia riang. 'Yes, gue berhasil. Lihat aja lo Nay' batin Risa dengan senyum jahatnya.
🌿🌿🌿
"Eh, Ar nanti kita harus cari 4 orang lagi" ucap Gio sambil bermain game. "Hmm" balas Ardi dan fokus mengerjakan tugas.
Gio yang mendengar jawaban dari Ardi hanya bisa pasrah. Dirinya tahu kalau sahabatnya itu mengalami emotional numbness. 'Huh, gue harap lo bisa kayak anak lainnya' batin Gio sedih.
Bel istirahat telah berbunyi, Ardi dan Gio segera pergi menuju kantin. "Lo cari tempat duduk biar gue yang mesen" ucap Gio dan mengusir Ardi untuk mencari tempat duduk. Setelah Gio pergi memesan, Ardi segera mencari tempat duduk.
Ardi akhirnya menemukan tempat duduk dan sekarang dirinya menunggu Gio. 5 menit kemudian Gio telah datang dengan pesenan mereka.
Kedua orang itu segera memakan makanan mereka. Saat sedang asik makan, tiba-tiba saja terjadi keributan. "Aduh, mulai lagi. Heran gue mereka selalu aja buat keributan. Tapi nggak pernah dihukum sama OSIS lak*** itu! " kesal Gio memperhatikan keributan yang tidak jauh dari tempat duduk mereka.
Sedangkan Ardi hanya diam sambil memakan makanan miliknya tanpa merasa terganggu sama sekali. Selesai makan Ardi langsung pergi dari sana disusul Gio.
Tetapi saat mereka ingin keluar dari kantin tidak sengaja mereka berdua melihat Arga sekaligus pacarnya Risa ingin menampar Nay.
Melihat itu Ardi langsung menghalangi Arga. Tangan Arga ditahan oleh Ardi. "Lepas! " pinta Arga dan menepis tangan Ardi.
"Siapa lo? Gak usah ikut campur! " kesal Arga kepada Ardi. Karena Ardi nggak mau berdebat, akhirnya Ardi memutuskan untuk membawa Nay pergi dari sana. "Hey, bro. Lu cowok apa cewek? Masa main tangan sama cewek sih? Lu laki gak?! " ucap Gio dan pergi dari sana menyusul Ardi dan Nay.
"Woi, lepas! " pinta Nay lalu tangannya dilepas oleh Ardi. "Aduh, cepet banget lo ahh! " protes Gio dan mengambil nafas. Setelah Gio menghela nafasnya dirinya langsung berbicara.
"Em, kamu jadi cewek jangan mau ditindas sama cowok bre***** itu. Ingat kalau misalnya kamu ditolak sama dia berarti dia bukanlah jodohmu. Jodoh itu ditangan Tuhan jadi, tenang aja" ucap Gio dan pergi bersama Ardi meninggalkan Nay sendiri.
Nay hanya diam dan mencerna perkataan dari orang yang dia tidak kenal. Tetapi dia sempat melihat name tag mereka. Nay tersenyum dan air matanya keluar begitu saja.
"Ya, gue harus berubah. Tapi minta tolong ke siapa? " ucap Nay kebingungan. Tiba-tiba saja terlintas di kepalanya nama seseorang yang bisa membantunya.
🌿🌿🌿
Sekarang Zia dan Alif sedang berada di perpustakaan. Mereka berdua membaca novel sambil mendengarkan musik dari handphonenya Zia. Tiba-tiba saja ada notifikasi masuk ke hpnya Zia.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Selesai chatan sama Nay, Zia segera menuju ke kelas bersama Alif. Di tengah jalan tiba-tiba saja terjadi keributan. "Astagfirullah, telpon bk Lif" ucap Zia menahan kesal.
Jika berminat silahkan dibaca
Jika tidak berminat silahkan mencari cerita yang lain
Mohon untuk sarannya, karena dapat membantu saya dalam membuat cerita yang lebih baik lagi