Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...
Peringatan:
1) Typo yang bertebaran
2) Terdapat kata-kata yang kurang menyenangkan
3) Adegan buruk tidak untuk diikuti
4) Alur cerita berantakan
5) Dilarang meng-copy karya saya
6) Untuk yang berbeda keyakinan saya minta maaf bila karya saya menyinggung kalian
7) Salam toleransiWaassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...
Selamat membaca ^^
Zia yang melihat itu langsung mengambil barang yang dikasih oleh ketos. "Kayaknya tu ketos naksir ama lu deh" ucap Alif. "Terus? " tanya Zia polos. Sedangkan Alif hanya bisa menahan kesalnya melihat kelakuan Zia.
Kini Alif dan Zia sedang berada di sebuah cafe ternama di kota itu. Mereka di sana hanya ingin membaca novel sambil memakan sesuatu.
Saat sedang asik-asiknya menikmati membaca sambil ngemil, tiba-tiba saja hujan turun dan hal itu membuat kedua gadis itu langsung pindah ke dalam cafe.
"Astaga, ngapain pake hujan segala sih! " kesal Alif. "Gak usah ngeluh baca doa dulu.Allahumma shoyyiban naafi'an" doa Zia yang diikuti oleh Alif. Sekarang kedua gadis itu terjebak di dalam cafe karena hujan yang turun sangatlah deras beserta tiupan angin yang kencang.
🌿🌿🌿
"Ar, kamu di mana sayang? " tanya sang mamih memanggil Ardi. "Dapur" jawab Ardi yang sedang berada di dapur. Sang mamih segera menuju dapur dan menemui Ardi di sana.
"Sayang, selama mamih dan papih ninggalin kamu sama kakakmu. Kamu nggak disakitin kan? " tanya sang mamih khawatir. Ardi membalasnya dengan gelengan kepala pertanda tidak.
"Bagus deh kalau gitu" ucap sang mamih dan memutuskan pergi dari sana. Sedangkan Ardi dirinya hanya berdiam diri di dapur memikirkan mimpinya semalam. "Kenapa gue nangis? " tanya Ardi entah kepada siapa dan Ardi segera pergi dari dapur untuk menuju ke suatu tempat.
Di rumah sakit Askara terdapat Rey yang sedang menemani Nay yang habis terjatuh dari tangga. Entah siapa yang mendorong adiknya ini sampai terjatuh dan kepalanya berdarah.
Flashback on
"Nay lo di mana? Gue mau keluar ikut nggak? ! " teriak Rey dari ruang keluarga. Tetapi Nay tidak menjawab teriakan Rey. "Tidur kali ya tu bocah" ucap Rey dan memutuskan untuk ke atas.
Saat dirinya telah sampai di tangga, Rey melihat Nay yang tergeletak di lantai dengan kepala yang berlumuran darah. "Astaga Nay! " panik Rey dan segera membawa Nay ke rumah sakit.
Flashback Off
"Ugh, sa..kit" ucap Nay yang baru sadar dari pingsannya. Kini Nay melihat sekeliling dan melihat seorang lelaki yang tertidur di sofa.
"Sopo kuwi? Emak ro Bapak neng ngendi? " (Siapa itu? Emak sama Bapak ke mana?) tanya Nay menggunakan bahasa Jawa. "Sik, perasaan aku mau didorong karo cah lanang, bar kuwi aku ketabrak motor dilindes truk" (Bentar, perasaan aku tadi didorong sama anak laki-laki, habis itu aku ketabrak motor dan terlindas truk) bingung Nay.
"Ojo omong aku transaksi neng tubuh wong liyo" (Jangan bilang aku transaksi di tubuh orang lain) ucap Nay. "Nay, kamu sudah sadar Dek" ucap Rey setelah melihat Nay sadar.
"Sopo kowe? Aku neng ngendi? Kowe nyulik aku yo? " (Siapa kamu? Aku di mana? Kamu culik aku ya? ) tuduh Nay. "Kamu bicara apa Dek? Abang nggak paham" ucap Rey kebingungan.
Saat Rey bertanya tiba-tiba saja kepala Nay terasa sangat sakit. Ada beberapa ingatan yang memaksa masuk ke dalam kepala Nay. "Arghh, sakit! " teriak Nay dan berakhir pingsan. Rey yang panik segera memanggil dokter.
Di lain tempat kini Ardi sedang memeriksakan dirinya ke dokter. "Bagaimana? " tanya Ardi dengan wajah datarnya membuat sang dokter ketakutan.
"Jadi, kelainan milik anda diprediksikan akan menjadi normal. Anda bisa merasakan emosi yang ada. Namun, hal ini membutuhkan waktu yang lama" ucap sang dokter. Sedangkan Ardi hanya diam dan segera pergi dari sana.
Saat dirinya hendak keluar dari rumah sakit, Ardi melihat Rey seperti khawatir berada di depan ruang pasien. Ardi memutuskan untuk menemui Rey, namun terhalang dengan telepon yang masuk.
Ardi pun memutuskan untuk menjawab telepon tersebut.
Telepon
Halo
Sayang kamu di mana?
RS
Ada apa sayang?
Apa kamu sakit?Tidak
Baguslah
Kalau begitu pulang
ya
Ada keluarga besar
mau datangHmm
Selesai menelpon, Ardi sudah tidak melihat Rey dan akhirnya Ardi memutuskan untuk pulang.
Sekarang kita beralih ke Rey lagi yang kini sedang berbicara dengan sang adik. "Huh, maaf ya. Abang nggak bisa jaga kamu. Sampai kamu terjatuh" ucap Rey kecewa terhadap dirinya sendiri.
"Enggak Kok Bang santay aja" ucap Nay dengan senyum manisnya. 'Gila, ora nyangka aku bakal transmigrasi. Okey Dzila, kowe kudu ngawe kae bocah kapok! ' (Gila, enggak nyangka aku akan transmigrasi. Okey Dzila, kamu harus buat bocah itu kapok!) batin Dzila yang merasuki tubuh Nay.
🌿🌿🌿
Sekarang Zia sudah berada di rumahnya. Sesaat setelah dirinya datang sampai di rumah. Datanglah Zey bersama kedua orang tuanya.
"Kak Zia! " panggil Zey dan langsung memeluk kakak sepupunya. "Wah, Zey. Ada apa hmm? " tanya Zia sambil mengelus kepala Zey. Sedangkan Zey diam sambil menikmati elusan dari sepupunya.
Sekarang Zia dan Zey sedang berada di belakang rumah. Mereka berdua melihat indahnya langit sore setelah hujan berhenti. "Pemandangan yang indah" ucap Zey dan dibalas anggukkan oleh Zia.
"Kak! " panggil Zey dengan mata masih melihat langit. "Ya? " tanya Zia menoleh ke Zey. "Kakak ada suka sama seseorang? " tanya Zey menoleh ke arah Zia.
"Enggak ada sih" jawab Zia dan menatap langit lagi. "Kalau misalnya Kakak dijodohkan apa tanggapan Kakak? " tanya Zey masih menatap Zia.
"Ya terima aja sih. Mungkin itu yang terbaik" ucap Zia bangun dari tidurnya. "Kalau misalnya orang yang di jodohkan sama Kakak musuh Kakak sendiri bagaimana? " tanya Zey lagi.
"Tetap terima dan harus banyak bersabar" ucap Zia lembut. "Okey, makasih atas jawabannya Kak! " ucap Zey bersemangat. "Emangnya kenapa kok nanya kayak gitu? " tanya Zia penasaran. "Oh, aku mau buat cerita Kak. Makanya aku nanya kayak gitu. Hehehe" ucap Zey sedangkan Zia hanya menggelengkan kepalanya.
🌿🌿🌿
Di hari Jumat ada kegiatan bersih-bersih sekolah sebelum pembelajaran dimulai. Kini semua murid dan guru sedang membersihkan kawasan sekolah.
"Woy, capek coy" ucap Gio dan rebahan di atas tanah. "Kerja! " tegas Ardi kepada Gio. Sedangkan Gio kembali bekerja sambil misah-misuh gak jelas.
Dari kejauhan nampak seseorang yang tengah berdiri di rooftop sekolah. "Jadi dia yang namanya Ardi. Okey bakal gue buat kehidupannya hancur berantakan" ucap orang itu dan pergi dari sana.
Jika berminat silahkan dibaca
Jika tidak berminat silahkan mencari cerita yang lain
Mohon untuk sarannya, karena dapat membantu saya dalam membuat cerita yang lebih baik lagi
Terima kasih sudah membaca ^^
Waassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh..
Bersambung...

KAMU SEDANG MEMBACA
TWINS
Teen FictionKita Kembar Namun Berbeda Sedarah Tak Sekeluarga " Ya Allah kenapa hambamu ini sering merasakan rasa sakit. Padahal hamba tidak terluka " ~Fatin Fauzia Aisyah " Gue gak tahu caranya berekspresi " ~ Fatih Fauzi Ardiansyah Mohon maaf part pendek Up se...