Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...
Peringatan:
1) Typo yang bertebaran
2) Terdapat kata-kata yang kurang menyenangkan
3) Adegan buruk tidak untuk diikuti
4) Alur cerita berantakan
5) Dilarang meng-copy karya saya
6) Untuk yang berbeda keyakinan saya minta maaf bila karya saya menyinggung kalian
7) Salam toleransi
Waassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...
Selamat membaca ^^
"Ugh gue di mana? " tanya seorang lelaki yang matanya ditutup sebuah kain. "Oh, lu udah sadar. Sekarang lo bakal mati di tangan gue Ardi" ucap orang itu dan menembakkan pelurunya ke kepala Ardi.
"Tidak! " teriak Aya yang terbangun dari tidurnya. "Bentar tadi cuman mimpi" ucap Aya dan bernafas lega. Tetapi walau itu hanya mimpi entah kenapa perasaan Aya tetap tidak enak.
Akhirnya Aya memutuskan untuk mengecek di kamar Ardi. Dirinya segera membuka pintu kamar Ardi perlahan dan tidak menemukan Ardi di dalam.
"Ngapain? " tanya seorang lelaki di belakang Aya. "Huwaa! " kaget Aya dan kejedot pintu kamar Ardi. "Maaf" ucap lelaki itu yang ternyata adalah Ardi.
"Cih, bisa nggak sih. Engga ngagetin! " kesal Aya dan mengelus kepalanya yang kesakitan. "Maaf" ucap Ardi dan mengobati luka benjol di kepala Aya.
Aya hanya diam saja diobati oleh Ardi. Tanpa sengaja mata kedua orang itu bertemu dan Aya langsung mendorong Ardi. "Makasih" ucap Aya dengan telinga memerah dan kembali menuju ke kamarnya.
"Hmm, " ucap Ardi dengan senyum menawannya dan masuk ke dalam kamarnya. Sedangkan di kamar Aya sekarang menjadi berantakan.
"Sial, huwaaa. Kenapa itu bocah ganteng banget sih! " teriak Aya sambil berguling-guling di atas kasur. Untung saja setiap ruangan kedap suara. Jadinya, Aya tidak akan malu karena suaranya tidak akan terdengar sampai luar.
"Argh, kenapa tu bocah bisa ganteng ngelebihin idol k-pop gue" ucap Aya sambil membenamkan kepalanya ke dalam bantal.
"Huh, nanti aku ke RS deh. Mau jengukin Lala. Udah lama nggak aku jengukin dia. Kira-kira 2 bulan hehe" ucap Aya Dan mandi lalu bersiap-siap untuk ke RS. Sekarang jam menunjukkan pukul 5.00 pagi dan waktu yang akan ditempuh untuk sampai ke RS adalah 1 jam.
Kini Aya telah berada di kamar pasien yang ditempati oleh sahabatnya Lala. "La, gue datang nih. Kapan lo bangun? " tanya Aya duduk di samping kasur Lala. "Huft, bangun dong. Gue mau curhat nih" ucap Aya dengan tampang memelas.
Sekarang kita beralih di sebuah bangunan tua. "Bagaimana kalian udah cari kelemahan bocah itu? " tanya seseorang yang diketahui adalah ketua mereka. "Sudah bos. Kelemahannya adalah hiportemia" ucap salah satu anak buahnya.
"Bagus, buat dia lemah baru tangkap dia dan bawa ke sini! " perintah sang bos dan anak buahnya langsung pergi untuk melaksanakan perintah dari bos mereka. "Lihat saja Ardi lo bakal kalah telak sekarang" ucap orang itu dan pergi dari bangunan tua itu.
🌿🌿🌿
"Huft, bro entah kenapa perasaan gue gak enak tentang lo" ucap Gio sembari menggoda para cewek yang dia lewati. "Hmm, terus? " tanya Ardi sambil mendengarkan musik.
"Gue nginap di rumah lo ya. Kan besok libur okey" ucap Gio dan hanya dibalas anggukkan oleh Ardi. "Eh, sedang apakah bidadari berada di gudang sendirian? " tanya Gio sambil menggoda kakel yang tengah berada di gudang olahraga.
"Lalu apa yang setan ini lakukan di sini? " tanya sang kakel lalu pergi dari sana. Ardi yang mendengar itu seketika tertawa namun tidak keras.
"Cih, jahat lo jadi sahabat gue. Malah diketawain! " kesal Gio dan meninggalkan Ardi. Sedangkan Ardi hanya menggelengkan kepalanya dan segera mengikuti Gio.
Jika berminat silahkan dibaca
Jika tidak berminat silahkan mencari cerita yang lain
Mohon untuk sarannya, karena dapat membantu saya dalam membuat cerita yang lebih baik lagi
Terima kasih sudah membaca ^^
Waassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh..
Bersambung...
KAMU SEDANG MEMBACA
TWINS
Fiksi RemajaKita Kembar Namun Berbeda Sedarah Tak Sekeluarga " Ya Allah kenapa hambamu ini sering merasakan rasa sakit. Padahal hamba tidak terluka " ~Fatin Fauzia Aisyah " Gue gak tahu caranya berekspresi " ~ Fatih Fauzi Ardiansyah Mohon maaf part pendek Up se...
