-Untuk senyuman yang menjadi duniaku-
...
“Shaa, udah tau belum kepanjangan kata SHAA di motor kamu?”
“Belum Kak, emang ada kepanjangannya? Bukannya itu panggilan nama aku?” tanya Shaheen bingung.
Afkar terkekeh seraya mengacak-acak puncak kepala Shaheen, “Ih kebiasaan banget, Kakak! Aku udah sisir dengan rapi tauk!” omel Shaheen mengerucutkan bibirnya.
“SHAA itu adalah gabungan inisial nama kita. SH Shaheen Huda, AA Afkar Adelard.” Ucap cowok itu membuat Shaheen tercengang.
“Ha? Jadi selama ini Shaa itu ada arti. Umm...berarti kamu udah suka sama aku kan waktu itu?” tuding Shaheen dengan wajah usilnya.
Afkar mengedikkan bahunya, “Gak tau, pengen aja waktu itu.”
“Wah, kayaknya aku harus ngobrol dua mata dua roda nih sama pesngu! Bisa-bisanya dia diam aja selama ini!”
“Berbakat banget jadi orang sinting!” ledek Afkar mendapat pukulan dahsyat dari Shaheen.
Shaheen tersenyum ketika mengingat momen dimana dia tau arti kata ‘Shaa’ dari cowok itu, ia benar-benar misterius, dengan segala sikap dingin, sangar, cuek dan tidak peduli dengan lingkungan ternyata hanya figure luar saja. Nyatanya, dia bisa melakukan hal yang orang-orang tidak terpikirkan. Selama menjalin hubungan dengan cowok itu Shaheen mengerti bagaimana rasanya diprioritaskan.
Shaheen tersadar dengan lamunannya, kenyataan dengan kasar kembali menghentikan ketenangannya.
“Huuuf.” Hembusan nafas kasar kembali terdengar dari mulutnya, bingung dan rindu kini saling bertarung ditubuhnya.
“Kak, gue kangen.” Lirihnya terdengar serak.
Ketakutan akan kehilangan sosok Afkar sangat menghantuinya, dia sadar jika Afkar bukanlah sosok romantis, yang jika marah sangat membuatnya takut. Tapi dijauhi oleh laki-laki itu juga menganggu hati dan pikirannya.
Jika saja hubungan mereka tidak tertutupi dengan status Backstreet sudah sejak kemaren dia melabrak Temaram yang terus menganggu cowoknya.
Shaheen rindu perhatian Afkar.
Shaheen rindu suara yang selalu mendebarkan jiwanya.
Shaheen rindu dimanjakan Afkar.
Semuanya tentang cowok itu Shaheen rindu.
Apakah cowok itu juga merasakan hal yang sama dengannya? Ah, Shaheen rasa tidak. Atau jangan-jangan dia hanya memberi harapan palsu terhadapnya? Apa hubungan yang begitu dia dambakan akan berakhir dengan secepat ini?
Semua pertanyaan itu menyerang benak gadis yang tengah menangis saat ini, dia belum siap jika harus kehilangan lagi di waktu yang bersamaan.
Kak.. Jangan tinggalin gue.. Lirihnya dalam hati.
•°•°•
“Kar?” panggil Alam dari luar.
“Iya?”
“ Devilsclub ada di luar!” ujar Alam. Semuanya langsung berdiri dan pergi keluar.
KAMU SEDANG MEMBACA
AFKAR
Novela JuvenilTerbit! TYPO BERTEBARAN DIMANA MANA! PASSWORD : FOLLOW DULU SEBELUM BACA, TERIMAKASIH. -Untuk senyuman yang menjadi duniaku- Tentang sebuah persembunyian geng motor yang tak terkalahkan, dinobatkan sebagai raja jalanan, membuat posisi itu banyak...
