Tak terasa sudah satu bulan Shaheen keluar dari rumah sakit. Kematian Reygan sudah diketahui oleh gadis itu. Keterpurukan kembali menyerangnya namun, dengan banyaknya support yang diberikan oleh suami dan teman-temannya, akhirnya Shaheen kembali dalam masa pemulihan, ya pemulihan untuk dirinya agar bisa menerima dengan ikhlas kepergian orang-orang terdekatnya.
Sekali lagi Shaheen kehilangan orang yang dia sayang...
Reygan sudah menemaninya selama ini, meskipun laki-laki itu hanya dekat dengan Queen dan Nawla. Shaheen akan selalu mengenangnya sebagai pahlawan dalam hidupnya. Cowok itu sudah menyelamatkan dirinya untuk bisa hidup, Shaheen janji akan menjaga jantung Reygan dengan baik.
Shaheen selalu meminta kepada pencipta, agar Reygan ditempatkan di surga-Nya paling indah, sampai kapanpun pengorbanan laki-laki itu tidak akan pernah mereka lupakan.
Untuk Reygan..kamu adalah pahlawan yang akan selalu abadi dalam keluarga kecil Afkar Shaheen..
“Sayang, udah siap?” tanya seorang laki-laki berkemeja dongker sembari menenteng dua buah koper besar.
Shaheen menoleh kebelakang, ia tersenyum tipis lalu mengangguk. “Udah.”
Untuk beberapa tahun ini, mereka akan tinggal hutan yang terawat. Selain demi keamanan mereka dari para musuh, disana proses pemulihan Shaheen akan semakin mudah, karena berbaur dengan suasana alam yang menyegarkan.
“Padahal Papa sangat senang karena rumah sebesar ini akhirnya dihuni oleh anak-anak Papa, tapi kalian malah mau ninggalin Papa juga.” hela Brams terlihat sedih dengan keputusan Afkar.
“Papa tenang aja, kita bakal sering-sering main ke sini, kok. Jadi Papa nggak perlu merasa kesepian.”
“Yah, mau gimana lagi, kalian memang harus sering main kesini kalau tidak Papa akan marah besar sama kalian berdua.”
Mereka terkekeh bersama, “Siap Pa, kita janji bakal sering-sering main kesini,” balas Shaheen senang.
Dia tidak menyangka jika dalam sekejap statusnya sudah berubah menjadi seorang istri dari laki-laki yang ia cintai, dan sekarang ia sudah kembali mempunyai keluarga lagi.
Ini semua seperti mimpi untuknya.
“Shaheen, kamu jangan banyak pikiran ya, biar cepat sembuh. Kamu bukan lagi Papa anggap menantu tapi anak perempuan Papa, jadi jangan pernah merasa enggan kalau butuh sesuatu, langsung hubungi Papa, ya.”
“Iya Pa, kita pasti akan selalu membutuhkan Papa ya kan sayang.” Afkar melirik istrinya.
“Iya.”
Sepasang suami-istri itupun segera meninggalkan perkarangan rumah megah itu, keduanya membawa satu orang ART yaitu bik Iyen, dan dua orang anak buah kepercayaan Afkar selama bekerja di perusahaan Papanya.
Selama satu tahun ini juga, tepatnya semenjak statusnya sudah menjadi seorang suami, Afkar memutuskan untuk mengambil alih salah satu perusahaan Brams, walaupun masih kuliah Afkar masih bisa menjalankan perusahaan itu dengan sukses.
“Mau beli cemilan dulu nggak sebelum kita memasuki area hutan cemara?” Afkar bersuara setelah setengah jam perjalanan mereka hanya diam.
KAMU SEDANG MEMBACA
AFKAR
Fiksi RemajaTerbit! TYPO BERTEBARAN DIMANA MANA! PASSWORD : FOLLOW DULU SEBELUM BACA, TERIMAKASIH. -Untuk senyuman yang menjadi duniaku- Tentang sebuah persembunyian geng motor yang tak terkalahkan, dinobatkan sebagai raja jalanan, membuat posisi itu banyak...
