Part 11

3.8K 319 25
                                        

Gracia turun dari mobil Shani, senyumnya merekah sempurna. Gracia berlari mendekat ke arah ombak, Ya. Shani mengajak dirinya ke pantai, entah apa maksud Ibu Lurah tersebut, tapi Gracia senang di ajak ke pantai, ia sangat menyukai pantai. Pantai baginya adalah tempat terindah dalam hidupnya selain Shani , Eh kok jadi ke Shani.

Shani memasukan kedua tanganya di saku celana, duduk di atas kap mobil sambil memperhatikan Gracia yang bermain ombak, senyum Shani tersungging manis, anak itu berlarian kesana kemari bermain ombak. Udah kaya momong bocil hasil pingitan .

Mata Shani mengapu sekitar, pada penjual Es kelapa muda, lalu melirik kearah Gracia sebentar, takut jika Gracia main ke tengah pantai, ternyata tidak, malah nyamperin bocah yang lagi berenang dengan bebek-bebekan, batin Shani tersenyum heran, Gracia bukanlah bocah paud yang diajak piknik, tapi Gracia gadis yang beranjak dewasa , kekanak-kanakan sekali Gracia, dan itu membuat Shani gemas dibuatnya , setelah memastikan Gracia aman , kemudian Shani beranjak menuju penjual es kelapa muda tersebut.

"Mas,  nyuwun es e loro"( mas minta es nya dua? penjual es kelapa muda itupun pun sesaat terpesona akan kecantikan bu lurah desa Telaga Kencana .

"Masehhhh....es kelapanya dua ya." Ucap Shani pada penjual es kelapa muda dan mengibaskan tangannya tepat didepan muka penjual es tersebut.

"Eh...i..i..ya buk, eh neng , halah , mbake ."tergagap dan juga malu karena keciduk terpesona akan kesempurnaan Bu lurah.

"Oke Mbak, duduk dulu yo Mbak." Shani mengangguk dan duduk diatas karpet yang ada meja kecilnya. Shani kembali memperhatikan Gracia yang masih bermain air dengan anak kecil tadi, keduanya bermain ombak, Gracia memotret bocah tersebut, lalu main air lagi di barengi gelak tawa keduanya. Shani menggeleng kecil ikutan tersenyum, "Bocah sekali ternyata anak itu." Gumamnya pelan.

"Ini silahkan Mbak." Mas penjual menaruh dua butir kelapa muda yang sudah di buka atasnya dan di taruh sedotan di meja depan Shani.

"Makasih yo Mas, saya mau kesana dulu." Shani menunjuk arah Gracia. Shani berjalan di tepi pantai, berdiri disana lalu mengeluarkan ponsel dari saku celananya untuk membidik Gracia secara diam-diam, setelah itu kembali ke arah penjual kelapa, duduk di karpet.

Shani mengaduk Es kelapanya dengan sedotan, lalu menyeruputnya.

"Ah...seger tenan, es degan ijo."gumam shani,kemudian tangan kirinya membuka ponsel, melihat hasil jepretanya tadi. Senyum Shani terukir manis, kenapa Gracia cantik banget di foto itu? Batin Shani, lalu Shani mengantongi ponselnya lagi, takut ketahuan Gracia kalo dirinya menyamar jadi paparazi.

"Mbak'e Sendirian to?." Tanya Mas penjual.

Shani menoleh ke arahnya. "Ndak, Mas..Itu temen saya." Shani menunjuk Gracia yang bermain dengan anak kecil.

"Ohala, tak kira sendiri..dari  mana Mbak?."tanya penjual es kepo.

"Dari sana mas."Shani menjawab seenaknya sambil sesekali menyeruput es degan di depannya.

"Asli mana to mbake?"

"Saya? " Shani menunjuk dirinya .

"Lah iya sampean, emang ana sopo maneh nang kene?"( Iya kamu, emang ada siapa lagi?)nada penjual es degan itu sedikit emosi sama jawaban absurd Bu lurah Telaga Kencana itu.

" Asli wong jawa Mas."

"Iya tau to..Ngendi maksud'e?."

"Nanti kalo tak kasih tau Masnya malah ngikutin saya." Shani tersenyum menggoda, membuat Mas penjual tertawa sambil garuk-garuk kepala.

"Haduh, seru banget hah hah hah." Gracia datang dengan celananya yang sudah basah, nafasnya terangah. Shani mencari sosok anak kecil yang bersama Gracia tadi, ternyata anak itu kembali ke rombongan orang tuanya.

MY VILLAGE LADYCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang