Part 12

4K 328 14
                                        

Gracia segera turun, menyusul Shani yang ternyata menunggunya di samping mobil. Wajah Gracia jelas sangat syok, "Ci, kita ngapain kesini?."

Shani menatap gedung di hadapannya. "Mau ngudek jenang Ge."

"Hah? Ngudek jenang apaan sih ci "

"Udah diem , Ya mau tidur, masa mau berenang, kata kamu gak suka tempat ramai."

"Ya tapi masa hotel?"

Shani menggandeng tangan Gracia untuk masuk kedalam gedung, lalu Shani berjalan kearah resepsionis. Gracia yang ketar ketir, kayak mau di apain aja sih kamu Gre.

"Mau yang doble bad apa single bad, Mbak?."

Shani menatap Gracia, "Mau yang mana, Ge?." Gracia terperangah di tanya Shani, bolak balik Gracia menatap Mbak resepsionis dan Shani, ia bingung harus milih yang mana, mending balik ke pantai kalo bisa, membayangkan dirinya harus sekamar dengan Shani dan bakalan bikin jantungnya jedak jeduk jeder semalaman kayak waktu itu.

"Eum-" Gracia menyelipkan anak rambutnya di balik telinga, ia gugup.

"Yang-

"Single bad aja deh, Mbak." Shani memotong ucapan Gracia. Mata Gracia mendelik sempurna, jiwa raganya merasa terguncang akan ucapan Shani barusan kepada Mbak resepsionis.

Demi sempak spiderman! Single bad woi!

"Mau berapa malam, Kak?."

"Semalam aja, Mbak."

"Baiklah, kamar Mbak ada di lantai tiga nomer 69 ya Mbak, dan ini kunci kamarnya.. Terimakasih telah memesan Hotel Ra Kartini." Shani tersenyum menerima kunci, lalu mengucapkan makasih dan menarik lagi tangan Gracia menuju lift.

"Kog dingin banget tangan kamu, kamu kenapa?." Shani mengangkat telapak tangan Gracia yang di genggamnya, lalu Shani meneliti wajah kaku Gracia yang mirip orang kebelet Pop. "Kamu laper?."

Prettt..

Iya laper, brasa pengen nelen lo idup-idup, Ni,.Shani! Batin Gracia kesal.
Kog ada ya, perempuan macem Shani yang dengan tiba-tiba boking hotel, mana single bad, terus gandeng tanganya sepanjang jalan, kayak..Woi Shani lo kenapa lempeng banget anjay! Ini anak orang jantungnya kayak mau ucul dari tempatnya gara-gara takut dan hm..Ya bahagia dikit bisa tidur seranjang- Tapi, huh..ah gak tau lah , pokoknya nano- nano gitu . Sulit buat diungkapkan.

Gracia kalo bisa salto langsung salto nih, tapi entar Shani jadi ilfil sama Gracia. Bisa nggak sih, Shani jangan tiba-tiba manis gini, sok perhatian, sok khawatir, padahal mah. Shani tuh khawatir asli, gak gimick..Takut Gracia bawa sawan dari pantai.

"Kamu mandi dulu gih, saya mau kebawah ke toko oleh-oleh dibawah tadi."

"Mau ngapain? Ikut." Gila aja Shani baru masuk kamar udah main tinggal-tinggal.

"Kamu mandi, saya mau beli baju ganti buat kamu, Ge."

"Yaudah beli bareng." Gracia cemberut, takut oi... kalo di tinggal sendirian, takut ada cicak, ada kecoa ada....genderuwo juga, kalau ganteng sih gak papa , kalau jelek, semaput dong.

"Hadeeh.. Yaudah mandi dulu, saya disini." Shani langsung duduk diatas kasur dan merebahkan tubuhnya, ia mengeluarkan ponsel miliknya dan milik Gracia dari kantong celana.

"Buruan Gracia, kamu abis basah-basahan nanti masuk angin." Kata Shani tanpa menoleh kearah Gracia, nada suara Shani kalem banget, tapi mengandung unsur kekawatiran terhadap Gracia . Gracia langsung nurut tuh ngacir ke kamar mandi, hatinya berbunga di perhatiin sama Shani.

Begitu Gracia masuk kamar mandi dan menutup pintu, mata Shani melirik kesana sebentar, lalu dengan gerakan brutal. Shani bangun dari kasur dan berjalan keluar kamar. Ia berlari memasuki lift, kakinya mengetuk lantai selagi lift berjalan kebawah. Setelah sampai di lantai bawah. Shani sedikit berlari keluar lift dan menuju toko oleh-oleh, udah macem di kejar setan si Shani.

MY VILLAGE LADYCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang