"How can Bright Vachirawit?" Tanya Win berbisik pada Aldric karena kondisi mereka saat ini tak memungkinkan Win untuk berbicara dengan lantang.
Aldric hanya mengangkat kedua bahunya tak acuh tanpa menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Win sejak semalam, karena ia sendiri tak tahu harus memberikan informasi apa pada Win. Semua yang terjadi sekarang ini adalah kehendak dari label yang bekerja sama dengan mereka. Dan siapapun yang akan menjadi sutradara untuk menggarap music video terbaru Win, semua tentu saja diatur oleh mereka.
"Kau kan Managerku, harusnya pertanyaan ini memiliki jawaban yang sangat sederhana" Protes Win masih tak puas menekan Aldric.
"Aku hanya mengikuti kehendak produser dan label, tanyakan pada mereka mengapa harus Si Bright Bright itu, but wait...." Aldric memutar duduknya untuk berhadapan dengan Win "Memang kenapa jika sutradaranya adalah pria itu? Aku baru sadar sekarang..."
"Sadar apa?"
"Kau terlihat sangat brutal setiap kali bertanya mengenai Bright, apa kau kenal dengan pria itu? Atau.... Lebih dari sekedar kenal?"
"Ya... Kau..."
"Ehem... Maaf saya sedikit terlambat datang ke pertemuan pertama kita"
Kalimat Win seketika berhenti ketika seseorang tiba-tiba saja masuk dan menginterupsi perdebatan mereka. Melihat siapa yang datang, Win mencoba bersikap setenang mungkin. Ia tak ingin kejadian di toilet Bar milik Dew malam itu akan terulang kembali.
Ketika ia mengingatnya, Win tiba-tiba saja merasa sangat kesal pada dirinya sendiri, karena bisa-bisanya ia mendadak beku dan menjadi bodoh tanpa bisa bersikap normal saja.
Bukankah perilakunya justru semakin mempertegas bahwa ia masih tak baik-baik saja saat berhadapan langsung dengan Bright? Apalagi kata Hallo Ex yang menyapa gendang telinganya dengan nada yang ehem.. Seksi dan nakal, Ups... Atau hanya otaknya saja yang berpikiran seperti itu. Padahal mungkin Bright memang memiliki suara penggoda meski dengan siapapun.
Cihh... Memikirkannya kenapa aku justru jadi kesal, relax Win... Just wait and see oke!
"Saya Bright Vachirawit, Sutradara yang akan bekerja sama dengan kalian" Ucap Bright memperkenalkan diri setelah ia duduk dengan nyaman di kursinya yang tepat berhadapan dengan Win.
"Saya Aldric Lincoln, dan ini..." Tunjuk Aldric pada pria di sebelahnya.
"Metawin Opas right?" Seru Bright langsung "Saya tahu, karena malam itu saya datang ke konser tunggalnya"
Kedua mata Win terbuka lebar saat tahu jawaban dari semua pertanyaan di otaknya, apakah benar Bright datang malam itu. Dan ternyata mantan kekasihnya memang menonton dan pantas saja Bright berani membahas tentang lagu barunya Paradoks yang salah satunya menceritakan tentang dia dan hubungan mereka yang pernah terjalin.
"Ya.. Dia Win dan Tuan Bright pasti mengenal pria ini, dia sudah lumayan terkenal sekarang?" Tukas Aldric.
"Lumayan?" Win langsung memberi tatapan tajam pada Aldric karena tak terima dengan penilaian Managernya itu.
Sejak kapan level terkenalnya pantas dinilai dengan kata lumayan. Bahkan tiket konsernya selalu sold out meskipun dijual dengan harga sefantastis apapun, itu sudah cukup menunjukan bahwa eksistensi Win sebagai Violinist sudah sangat banyak diapresiasi orang lain.
"Saya sudah memiliki beberapa konsep mv yang saya pikir akan cocok untuk karya baru Win, tetapi saya juga ingin Win bisa bercerita pada saya apa yang ia inginkan agar hasil akhirnya benar-benar sempurna" Ucap Bright langsung saja karena melihat kondisi mood Win yang sepertinya agak buruk, Bright tak ingin berlama-lama agar mereka dengan cepat menuju kata sepakat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kalau Cinta?
FanfictionSawadee Kha. Cerita ini mengandung unsur 21+++, so please be nice yorobun Vienna dikala salju sedang berada pada suhu terendahnya semenjak musim ini dimulai beberapa minggu lalu. Minus sepuluh derajat cukup membuat Metawin menggigil hebat saat menyu...
