Win setengah berlari memasuki kantor labelnya karena sudah lumayan terlambat untuk memenuhi ajakan meeting dari Maggie Thompson. Hari ini sebenarnya jadwal mengajar Win lumayan padat, ditambah ia juga harus menyelesaikan lagu baru tahap akhir dan setelahnya ia kirim ke label untuk perilisian versi digital. Tetapi pagi tadi Aldric menghubunginya dan meminta Win datang ke Kantor sebelum memulai aktivitasnya di studio setelah ia selesai mengajar sesi pertama.
Win yang jarang sekali menggunakan mobil, untuk hari ini bersedia berkeliling kota Vienna yang masih terasa dingin dan menyetir mobilnya sendiri demi efisiensi waktu. Disinilah ia sekarang, berlari di koridor menuju ruang meeting di lantai 4 yang lumayan jauh sebab kantor labelnya adalah salah satu yang terbaik, karena itu mereka memiliki gedung sendiri dengan fasilitas sempurna demi menunjang nama baik.
"Maaf aku terlambat" Ucap Win begitu ia berhasil membuka pintu dan masuk ke ruang meeting.
Seketika Win terkejut karena baru saja ingin mengatur nafas setelah berlarian, Win justru sedikit tercekat saat melihat wajah kekasihnya terpampang besar di layar proyektor dan ditonton beberapa orang yang saat itu mengikuti meeting bersama. Bazingan itu, kenapa hari ini terlihat sangat tampan. Win nyaris saja mengumpat jika dirinya tak langsung mengubah mood menjadi lebih tenang meski perasaannya tentu tak baik-baik saja.
Dengan langkah sedikit angkuh setelah berhasil mengendalikan dirinya, pada akhirnya Win menduduki satu kursi kosong di sebelah Aldric dan tatapan matanya tak pernah bergeser sekalipun dari layar di depannya.
"Ah kebetulan sekali Win sudah datang, kita bisa melanjutkan meeting ini untuk mendengar rencana Win pada pembuatan music video barunya" Ucap Maggie antusias tanpa melunturkan senyum manisnya "Win... Aku sudah berkomunikasi dengan Bright dan ia juga sudah menyampaikan keinginanmu, tetapi saat ini kami butuh konsep yang lebih detail sesuai dengan karakter musik yang akan menjadi salah satu Master Peacemu lagi, kau boleh berbicara sekarang" Titah Maggie.
Win diam sejenak dengan tatapan lurus ke layar dan semua orang pasti sedang menunggu reaksinya. Setelah beberapa detik mengatur pikirannya, Win menerbitkan senyum juga karena ini adalah pertemuan penting dan profesionalitasnya juga sedang diuji saat ini.
"Swadee khap Khun Bright" Win menyatukan kedua tangannya untuk memberikan wai pada Sang Kekasih dan apa yang dilakukan Win benar-benar membuat semua pasang mata mengarah kepadanya.
Begitupun dengan Aldric yang tak pernah sekalipun sejak pertama kali mengenal artisnya itu, Win melakukan gestur layaknya warga negara Thailand. Aldric bahkan terkadang lupa jika Win adalah orang Asia tulen, selain mengetahui fakta bahwa pria itu tidak suka musim dingin.
"Swadee khap Khun Opasiamkajorn" Bright juga melakukan hal yang sama dengan Win ditambah memanggil nama belakang Win dan terdengar sangat formal sekali.
"Soal detail konsep yang aku inginkan, ehm... Sebenarnya untuk kali ini aku hanya butuh sesuatu yang simple dan sederhana saja, video klip jalanan di malam hari, tanpa terlalu banyak adegan yang menyorot ke arahku" Win memulai penjelasannya "Intinya adalah musik yang ku buat itu seperti memori cinta yang kembali. Seseorang yang pulang dan masih membawa rasa cinta lamanya, melakukan napak tilas, kemudian bertemu lagi si satu titik dengan legenda hatinya" Ungkap Win secara garis besar dan semoga ia tak butuh menceritakan layaknya dongeng karena sejujurnya ia bukan orang yang mudah menjelaskan sesuatu.
"Bagaimana Bri?" Tanya Maggie yang sekalipun tak pernah tidak tersenyum pada Bright.
"Saya bisa memahami keinginan Win" Tentu saja, bahkan bagaimana kejadian setelah memori cinta itu kembali, Bright paham sekali bahkan terlalu mengerti.
"Ah... Satu lagi, aku butuh seseorang untuk berada di music videoku yang baru"
Hah! Aldric sangat terkejut dengan keinginan Win lagi, sungguh diluar kebiasaan pria itu mengingat Win terlalu klasik untuk sesuatu yang modern. Maksud Aldric bukan tampilan secara fashion tetapi selera musik. Ibarat kata Win lebih suka kemegahan sebuah istana daripada gedung pencakar langit, dan semua konsep itu akan hilang dikarya terbarunya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kalau Cinta?
FanfictionSawadee Kha. Cerita ini mengandung unsur 21+++, so please be nice yorobun Vienna dikala salju sedang berada pada suhu terendahnya semenjak musim ini dimulai beberapa minggu lalu. Minus sepuluh derajat cukup membuat Metawin menggigil hebat saat menyu...
