Hok... Hok... Hok...
Win berusaha untuk terus menahan laju Rocket yang semakin lama terasa menusuk sampai pangkal tenggorokannya, karena gerakan Bright yang tak tahu diri setelah persetujuan di dapatkan dengan begitu mudah. Sayangnya, mulut manis seorang Bright Fucking Vachirawit memang terlalu berbahaya, layaknya sebuah hipnotis bagi Win karena seharusnya ia bisa menolak, namun apa yang bisa kita lakukan jika memiliki pasangan semengerikan Bright dalam segala hal. Kendali pada dirimu niscaya akan luluh lantah jika sudah ditatap dengan mata tajam penuh intimidasi, tetapi di dalamnya tersimpan sebuah ajakan terbang ke puncak kenikmatan dunia yang akan membuat kita seketika lupa bagaimana cara menapak kembali dengan pendaratan sempurna.
"Enougfffhhh... Uhukkkk.... Uhukk..." Win segera melepas paksa cengkraman pada sisi belakang kepalanya, dan ketika berhasil ia langsung saja bergerak cepat untuk mengeluarkan Rocket dari dalam mulutnya.
"Bagaimana jika ku beri pistol saja dan kau tembak aku sekalian, sepertinya akan lebih cepat aku menuju ajal" Ucap Metawin dengan nada tinggi setelah berhasil menguasai oksigen dan sedikit menenangkan diri.
"Sayang...."
"Stop sialan, jangan bertingkah seperti itu, kau hampir membuatku mati dengan cara yang paling tidak elit"
Bright benar-benar menikmati setiap umpatan yang ditujukan Win padanya dan tidak begitu peduli. Karena semakin Win mengibarkan bendera permusuhan lewat matany, Sang Rocket Agung justru terasa sangat aktif untuk itulah satu tangan Bright tetap bergerak menaik turunkan miliknya sendiri. Katakanlah ia gila atau bahkan lebih dari itu, tetapi apakah ia peduli? Tentu saja tidak, memang kalian pikir kalian Metawin sampai aku harus memiliki atensi, jika ingin mendapat perhatianku, segera mintalah pada Penguasa Alam Semesta untuk merubah wujud kalian seperti Metawin Yu, ya walaupun jawabannya sudah pasti Bersyandhaa... Bersyandhaa...
"Metawinn... Achhh.... Winhhhh...." Bright seketika menutup mata saat desakan dari dalam Rocketnya sudah tak terbendung lagi.
Bukkk...
"Bright berengsek, aku sedang sekarat, kau justru klimaks dengan meneriakan namaku, benar-benar tidak punya adab"
Win semakin terlihat murka, alhasil ia langsung melemparkan sebuah bantal ke arah wajah Bright saat menyadari jika dirinya yang sedang diliputi awan hitam pekat masih saja dijadikan fantasi liar oleh Kekasihnya sampai mencapai puncak sendirian.
Bright sepenuhnya sadar jika Win Kesayangannya sedang tantrum, tetapi ia sudah kepalang tanggung dan jika tidak diselesaikan sendiri, tubuhnya pasti akan merasakan tidak nyaman sampai pagi menjelang, ditambah mood swingnya akan merusak kegiatan apapun yang akan ia kerjakan nanti. Setelah selesai dengan kesibukannya dan mengembalikan lagi Rocket ke dalam Markas, Bright segera bangkit untuk menghampiri Si Sulky Baby yang sekarang sedang teronggok mengenaskan di sudut ruangan. Bright menjadi merasa bersalah teramat sangat begitu ia tersadar jika Win sudah terabaikan
"Maaf ya sayang" Bright kini berjongkok di depan Kekasihnya dan mengacungkan jari kelingking sebagai tanda permintaan maaf.
"Kau Berengsek"
"Iya"
"Kau Bajingan"
"Iya sayang"
"Kau Jelek"
"Iya"
"Kau menyebalkan"
"Iya Metawin"
"Kau bukan pacarku"
"I... Ku bdsm sekarang ya Win" Ancam Bright ketika mendengar kalimat terakhir Win.
Untung saja ia masih fokus dengan semua cacian yang Win keluarkan, Bright hampir menyetujui kegilaan Win yang nyaris merubah relationship mereka menjadi mantan lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kalau Cinta?
FanfictionSawadee Kha. Cerita ini mengandung unsur 21+++, so please be nice yorobun Vienna dikala salju sedang berada pada suhu terendahnya semenjak musim ini dimulai beberapa minggu lalu. Minus sepuluh derajat cukup membuat Metawin menggigil hebat saat menyu...
