21. Telat Barengan

128 44 17
                                        

Hari Senin, pekan kedua di bulan ini, jika pekan kedua maka itu waktunya untuk melakukan upacara bendera, tetapi siswa teladan bernama "JEFAN" masih belum bangkit dari tempat tidurnya.

"JEFAN! YA ALLAH NAK, JAM BERAPA INI? MASIH GAK BANGUN JUGA!" Laura memukuli anak-nya menggunakan bantal dengan cukup brutal.

"Bentar, lima menit lagi." Jefan masih kukuh dengan pendiriannya untuk lima menit lagi.

"Gak ada lima menit, kemarin kan udah libur."

"Lima menit lagi." Jefan malah semakin bersemangat menarik selimutnya hingga menutupi kepalanya.

"Gak ada lima menit, semenit lagi gerbang sekolah kamu ditutup, Jefan." geram Laura, kebiasaan tidur anaknya ini mirip siapa sih?

"HAH, SEMENIT?!" Jefan bangun dari tidurnya, nyawanya sudah hampir terisi 100 persen.

Jefan melihat ke arah jam, waktu sudah menunjukkan pukul 07.03, padahal gerbang ditutup pukul 07.15.

"Nah, nah, buruan sana mandi!"

"Kalo berangkat nanti telat ma, mending libur aja."

"Gak ada libur liburan segala, cepet mandi sana."

"Iya, iya."

"Cepetan, mama lempar juga ini sepatu kamu." Laura mengambil sepatu Jefan yang baru dibelinya hari Minggu kemarin.

"Eh, sepatu Jef baru itu ma, jangan dilempar dong." Jefan was-was kalau sepatu nya beneran melayang.

"Cepet mandi!" Laura mengangkat tangannya yang sedang memegang sepatu.

"I-iya ma iya, Jef mandi." Jefan buru-buru masuk kamar mandi, dari pada kena sakitnya lemparan sepatu mending kena hangatnya air mandi.

Laura mengelus-elus dadanya, anaknya ini benar-benar menguji kesabarannya, dari pagi sampe pagi lagi pasti ada aja yang bikin geleng-geleng kepala.

Kemarin, sarung papa-nya sendiri aja diumpetin di balik pot, udah gitu dibales sama papa nya gantian nyembunyiin PS anaknya, berikan kesabaran yang tebal untuk mama Laura.

*JEFANAZLYA*

Jefan sampai di sekolah pukul 07.25, sudah pasti gerbang sekolah ditutup dan upacara hari Senin sudah dimulai.

Jefan memperhatikan sekolahnya dari balik pohon besar, seluruh murid beserta para guru sedang melakukan upacara bendera.

Jefan menghela napas, ia ingin membeli ayam geprek 5000-an untuk sarapannya, tapi ekor mata Jefan menangkap seorang gadis SMA yang satu sekolah dengannya sedang mengendap-endap dari balik pagar.

Setelah Jefan amati, ternyata dia adalah orang yang Jefan kenal, senyuman terbit di bibirnya, lalu ia berjalan santai menuju gadis itu.

"Ngintip apa sih?" Jefan mendekatkan wajahnya ke telinga Azlya, gadis itu adalah Azlya yang memang juga mengalami insiden terlambat.

"Ngintip.... ASTAGA!" Azlya langsung mundur dan hampir membuatnya jatuh jika tidak ditahan oleh Jefan.

Mereka berdua cukup lama bertatapan, Azlya bangun dan berdiri tegak sambil menormalkan detak jantungnya yang dag dig dug.

"Suka banget liatin muka gue." goda Jefan

"Enggak." jawab Lya dengan nada judes.

"Ternyata anak IPA juga bisa telat ya?"

"Bisa lah." Azlya mengamati teman-temannya yang sedang melakukan upacara bendera.

"Udah sarapan?" tanya Jefan.

Jefan AzlyaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang